Semuel Jusof Warouw
Prof. Dr. Semuel Jusof Warouw | |
|---|---|
![]() | |
| Perdana Menteri Negara Indonesia Timur ke-2 | |
| Masa jabatan 11 Oktober 1947 – 15 Desember 1947 | |
| Menteri Penerangan Negara Indonesia Timur ke-1 | |
| Masa jabatan 13 Januari 1947 – 2 Juni 1947 | |
| Perdana Menteri | Nadjamuddin Daeng Malewa |
| Menteri Kesehatan Negara Indonesia Timur ke-2 | |
| Masa jabatan 11 Oktober 1947 – 19 Desember 1948 | |
| Perdana Menteri | Dirinya sendiri Ida Anak Agung Gde Agung |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1900 Amurang, Hindia Belanda |
| Meninggal | 22 Oktober 1983 (umur 82-83) |
| Makam | Minahasa Selatan |
Prof. Dr. Semuel Jusof Warouw (1900 – 22 Oktober 1983), adalah seorang politikus federalis Indonesia dan birokrat yang pernah menjadi Perdana Menteri Negara Indonesia Timur, sejak 11 Oktober 1947 hingga 15 Desember 1947. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan NIT.
Warouw adalah Perdana Menteri NIT yang kedua, menggantikan Nadjamuddin Daeng Malewa. Kabinet Warouw adalah kabinet yang dibentuknya untuk menggantikan Kabinet Malewa yang sebelumnya menjalankan roda pemerintahan.[1] Dalam kabinetnya, Warouw memilih Abdul Hamid Daeng Magassing yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Makassar sebagai Wakil Ketua Badan Perwakilan Rakyat Sementara Negara Indonesia Timur.
Kehidupan Awal
[sunting | sunting sumber]S. J. Warouw lahir pada tahun 1900 di Amurang, Karesidenan Minahasa, Hindia Belanda, yang sekarang merupakan bagian dari Kabupaten Minahasa Selatan. Ia menempuh studi kedokteran dan mulai menjadi dokter pada tahun 1924. Pada tahun 1933, ia mengambil cuti selama sebelas bulan untuk melanjutkan studi di Universitas Leiden.[2]
Warouw kembali ke Hindia Belanda pada tahun 1935 setelah mendapatkan gelar doktor dalam bidang kedokteran dan ditempatkan di Centrale Burgerlijke Zieken-inrichting (CBZ) Batavia (sekarang Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo). Pada tahun 1935, ia dipindahkan ke Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pada tahun 1937, ia dipindahkan ke Makassar.
Karier Politik
[sunting | sunting sumber]Pada tanggal 13 Januari 1947, Warouw ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan pertama Negara Indonesia Timur dalam Kabinet Nadjamuddin Daeng Malewa.
Setelah jatuhnya Kabinet Nadjamuddin Daeng Malewa karena kasus korupsi, Warouw diberikan mandat oleh Presiden Tjokorda Gde Raka Soekawati untuk membentuk kabinet baru. Dalam kabinet ini, Warouw sendiri merangkap jabatan sebagai Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan. Kabinet Warouw dianggap tidak stabil karena harus meliputi semua golongan politik dalam Negara Indonesia Timur. Akibatnya, Kabinet Warouw hanya berlangsung selama dua bulan.
Warouw berhenti menjadi Perdana Menteri pada tanggal 15 Desember 1947 dan digantikan oleh Anak Agung Gde Agung, namun ia tetap memegang jabatan Menteri Kesehatan dalam Kabinet Ida Anak Agung Gde Agung I. Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kesehatan, Warouw membuka Rumah Sakit Ratu Wilhelmina di Manado pada tanggal 2 Februari 1948. Warouw menjabat sampai tanggal 19 Desember 1948, ketika kabinet Anak Agung Gde Agung mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap Agresi Militer Belanda II.
Atas jasa-jasanya, pada tahun 1949 Warouw diberikan penghargaan Perwira Kesatria Oranje-Nassau oleh Ratu Belanda.
Konferensi Meja Bundar
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 1949, Warouw aktif dalam organisasi Komite Ketatanegaraan Minahasa (KKM) yang bertujuan mengusahakan kemerdekaan Minahasa sebagai suatu negara yang terpisah dalam bingkai Republik Indonesia Serikat. Ia berangkat ke Belanda dalam rangka Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949.
Warouw bersikap kritis terhadap Konferensi Meja Bundar yang dianggapnya tidak memedulikan kepentingan golongan minoritas seperti orang Minahasa. Warouw menyerukan diadakannya sebuah referendum untuk menentukan kedudukan ketatanegaraan Minahasa, tetapi seruan ini tidak mendapat tanggapan yang luas dari pihak Belanda maupun Komisi Tiga Negara. Belakangan pada tahun 1950, Warouw juga menentang dileburnya Negara Indonesia Timur ke dalam Republik Indonesia.
Akhir Hidup
[sunting | sunting sumber]Selama di Belanda, Warouw mendirikan Front Federalis Indonesia (Indonesisch Federalistisch Front), sebuah organisasi yang bertujuan mempertahankan sistem federalisme. Warouw tinggal di Belanda sampai tahun 1953, di mana ia menjadi kepala jawatan kedokteran Komisi Tinggi Indonesia di Belanda. Warouw pulang ke Indonesia pada tahun 1953.
Warouw meninggal pada tanggal 22 Oktober 1983 dan dikuburkan di Minahasa Selatan, kampung halamannya.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Moeljono 1986, hlm. 31.
- ^ Bataviaasch Nieuwsblad (1933-10-18). "Dienst der Volksgezondheid". Bataviaasch Nieuwsblad.
- ^ "Ziarah ke Makam Walikota Perempuan Pertama di Indonesia, Ini Harapan GAMKI Minsel". BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara. 2021-08-18. Diakses tanggal 2025-12-05.
Bacaan lebih lanjut
[sunting | sunting sumber]- Moeljono (1986). Drs. J.E. Tatengkeng: Karya dan Pengabdiannya. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan. ISBN 979-1283-11-7.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Nadjamuddin Daeng Malewa |
Perdana Menteri Negara Indonesia Timur 1947 |
Diteruskan oleh: Ida Anak Agung Gde Agung |




