Sisavang Vong
| Sisavang Phoulivong | |
|---|---|
| Raja Laos Raja Luang Phrabang | |
Raja Sisavang Vong di Hanoi | |
| Berkuasa | 28 April 1904 – 20 Oktober 1945 (sebagai raja Luang Phrabang) 23 April 1946 – 29 Oktober 1959 (sebagai raja Laos) |
| Penobatan | 4 Maret 1905 (sebagai raja Luang Phrabang) |
| Pendahulu | Zakarine (raja Luang Phrabang) |
| Penerus | Sisavang Vatthana |
| Kelahiran | 14 Juli 1885 Luang Prabang, Kerajaan Luang Phrabang, Siam |
| Kematian | 29 Oktober 1959 (umur 74) Luang Prabang, Laos |
| Pasangan | Putri Kham-Oun I Putri Khampane Putri Khamla Putri Khamboua Putri Khamtip Putri Khamtouane Putri Kamaduni Putri Indrakama Putri Kamuni Putri Chansy |
| Keturunan | Raja Sisavang Vatthana |
| Wangsa | Luang Phrabang (Khun Lo) |
| Ayah | Raja Zakarine |
| Ibu | Thongsy |
Sisavang Phoulivong (atau Sisavangvong) (nama lahir Pangeran Khao 14 Juli 1885 – 29 Oktober 1959) adalah raja terakhir Kerajaan Luang Phrabang dan pendiri sekaligus raja pertamaKerajaan Laos. Ia naik takhta Luang Phrabang saat masih berusia 18 tahun setelah ayahnya meninggal dunia. Dalam rangka menjaga tradisi Laos, ia mengambil gelar Sisavangvong.
Saat ia lahir di Istana Emas Luang Phrabang, ayahnya, Raja Zakarine, berkuasa di bawah kekuasaan kolonial Prancis. Di bawah kekuasaan Prancis itulah ia meluaskan wilayah ke seluruh kerajaan lain di Laos dan membangun istana kerajaan baru selama ia masih menjadi pangeran Luang Phrabang. Sisavang Vong pernah dijadikan raja boneka Jepang selama akhir tahun 1945, tetapi kemudian digulingkan oleh pemerintahan Lao Issara karena pribadinya yang pro-Prancis. Ia berhasil meraih kembali kekuasaan pada tahun 1946 dengan bantuan Prancis dan kembali berkuasa dengan mendirikan Kerajaan Laos, menandai pemimpin pertama dalam hampir 250 tahun memimpin seluruh Laos, yakni dari 28 April 1904 sampai dengan kematiannya pada tanggal 20 Oktober 1959. Karena sebelumnya, kerajaan Laos bersatu terakhir adalah pada masa Kerajaan Lan Xang, sebelum akhirnya dipecah menjadi tiga kerajaan besar di negara itu.