Sistem verifikasi usia

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia

Sistem verifikasi usia (bahasa Inggris: age verification system, age gate) adalah sistem teknis yang secara eksternal memverifikasi usia seseorang. Sistem ini terutama digunakan untuk membatasi akses ke konten yang diklasifikasikan, baik secara sukarela maupun oleh hukum setempat, sebagai tidak pantas bagi pengguna di bawah usia tertentu, seperti alkohol, tembakau, perjudian, permainan video dengan konten yang tidak pantas, pornografi, atau untuk tetap mematuhi undang-undang privasi internet yang mengatur pengumpulan informasi pribadi dari anak di bawah umur, seperti COPPA di Amerika Serikat.[1] Sistem verifikasi usia telah dikritik karena risiko terhadap privasi dan keamanan komputer.[2]

Verifikasi usia meningkat secara signifikan pada 2023–2024, dengan disahkannya Online Safety Act 2023 di Britania Raya, undang-undang di Prancis,[3]undang-undang di delapan negara bagian Amerika Serikat termasuk Texas dan Utah,[4] serta usulan di tingkat federal di Amerika Serikat, Kanada,[5] Denmark,[6] dan Uni Eropa.[7]

Verifikasi usia daring berbeda dari pendaftaran identitas daring wajib yang digunakan di beberapa negara dengan teknooktoritarianisme.[8]

Sistem kejujuran

[sunting | sunting sumber]

Bentuk verifikasi usia yang paling dasar adalah mewajibkan seseorang memasukkan tanggal lahir mereka pada sebuah formulir. Namun, hal ini bergantung pada sistem kejujuran yang mengasumsikan kejujuran pengguna akhir. Seseorang tersebut, misalnya, dapat merupakan anak di bawah umur yang secara curang memasukkan tanggal yang sah dan memenuhi kriteria usia, alih-alih tanggal lahirnya sendiri. Oleh karena itu, sistem ini telah digambarkan sebagai tidak efektif.[9][10]

Kendali orang tua

[sunting | sunting sumber]

Kendali orang tua memungkinkan orang tua untuk menerapkan filter internet untuk membatasi akses anak-anak mereka ke konten yang mereka anggap tidak pantas untuk usia mereka.[11]

Verifikasi kartu kredit

[sunting | sunting sumber]

Sistem verifikasi usia yang mengharuskan orang memberikan informasi kartu kredit bergantung pada asumsi bahwa sebagian besar pemegang kartu kredit adalah orang dewasa, karena perusahaan kartu kredit di Amerika Serikat pada awalnya tidak menerbitkan kartu kepada anak di bawah umur.[10] Selain itu, seorang anak di bawah umur masih dapat mencoba memperoleh informasi kartu kredit orang tuanya, atau membujuk maupun menipu pengguna agar mengungkapkan nomor kartu kredit mereka kepada seseorang untuk digunakan demi kepentingannya sendiri, sehingga menggagalkan tujuan yang dinyatakan dari sistem tersebut.[12][13]

Pada tahun 2005, Salvatore LoCascio mengaku bersalah atas tuduhan penipuan kartu kredit; salah satu skemanya melibatkan penggunaan sistem verifikasi usia berbasis kartu kredit untuk membebankan biaya kepada pengguna atas tur "gratis" situs web hiburan dewasa.[14]

Identifikasi terfederasi

[sunting | sunting sumber]

Aylo, operator besar situs web pornografi, mengoperasikan penyedia verifikasi usia yang dikenal sebagai AgeID. Pertama kali diperkenalkan di Jerman pada tahun 2015, sistem ini menggunakan penyedia pihak ketiga untuk mengautentikasi usia pengguna, serta model identitas terfederasi yang memungkinkan identitas terverifikasi dibagikan ke seluruh situs web yang berpartisipasi.[15][16]

Pengenalan wajah

[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Australia telah mengusulkan penanggulangan penipuan identitas melalui penggunaan sistem pengenalan wajah yang membandingkan individu dengan foto identifikasi resmi.[17]

Estimasi usia wajah

[sunting | sunting sumber]

Estimasi usia wajah menggunakan pemelajaran mesin untuk memperkirakan usia pengguna dengan menganalisis ciri-ciri wajah mereka dalam sebuah swafoto, sekaligus memastikan bahwa mereka adalah orang sungguhan dan bukan foto atau seseorang yang mengenakan topeng melalui penggunaan uji keaktifan.

Bukti tanpa pengetahuan

[sunting | sunting sumber]

Bukti tanpa pengetahuan memverifikasi usia seseorang tanpa orang tersebut mengungkapkan identitasnya, baik kepada penerima, seperti sebuah bisnis, maupun kepada entitas yang melakukan verifikasi, seperti pemerintah yang menerbitkan paspor.[18]

Pengetahuan

[sunting | sunting sumber]

Waralaba permainan video berorientasi dewasa Leisure Suit Larry menyajikan pemain dengan pertanyaan trivia yang, menurut pendapat pembuat waralaba tersebut, Al Lowe, tidak akan diketahui jawabannya oleh seorang anak (seperti, misalnya, "All politicians are: a. hard-working, b. honest, c. on the public payroll" terj. 'Semua politikus: a. bekerja keras, b. jujur, c. dalam daftar gaji publik'), untuk dapat meluncurkan permainan tersebut (meskipun hal ini dapat dilewati dengan pintasan papan ketik).[19]

Mandat hukum

[sunting | sunting sumber]

Australia

[sunting | sunting sumber]

Australia bermaksud menerapkan persyaratan verifikasi usia berdasarkan Online Safety Act 2021. Pada Agustus 2023, Menteri Komunikasi Michelle Rowland merilis laporan oleh eSafety yang merekomendasikan agar skema tersebut tidak diterapkan, dengan temuan bahwa "pada saat ini, setiap jenis teknologi verifikasi usia atau jaminan usia memiliki masalah tersendiri terkait privasi, keamanan, efektivitas, atau implementasi", serta menyarankan agar kode industri diadopsi untuk mendorong penggunaan perangkat lunak penyaringan konten oleh orang tua.[20]

Pada Mei 2024, pemerintah federal mengalokasikan dana sebesar A$6,5 juta (setara dengan Rp68,8 miliar) dari Anggaran Federal Australia 2024 untuk sebuah skema percontohan verifikasi usia yang dimaksudkan untuk melindungi anak-anak dari akses terhadap pornografi dan konten digital berbahaya lainnya sebagai respons terhadap lonjakan tajam kekerasan dalam rumah tangga secara nasional.[21][22]

Pada 10 September 2024, Perdana Menteri Anthony Albanese dan Menteri Komunikasi Michelle Rowland mengonfirmasi bahwa pemerintah federal akan mengajukan undang-undang untuk memberlakukan usia minimum bagi akses ke media sosial dan platform digital relevan lainnya. Pemerintah federal juga akan bekerja sama dengan pemerintah negara bagian dan teritorial untuk mengembangkan kerangka kerja yang seragam. Albanese mengatakan bahwa undang-undang tersebut dimaksudkan untuk melindungi keselamatan serta kesehatan mental dan fisik kaum muda, sementara Rowland menyatakan bahwa undang-undang yang diusulkan akan meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi raksasa atas lingkungan daring yang berbahaya dan kecanduan media sosial di kalangan anak-anak.[23] Usia minimum tersebut kemungkinan akan ditetapkan antara 14 hingga 16 tahun. Pengumuman pemerintah federal ini menyusul rencana Australia Selatan untuk membatasi akses media sosial bagi orang berusia 14 tahun ke atas, serta janji Koalisi untuk membatasi akses media sosial bagi orang berusia 16 tahun jika memenangkan pemilihan umum federal Australia 2025.[24]

Langkah pemerintah federal untuk memberlakukan batas usia media sosial didukung oleh Perdana Menteri New South Wales Chris Minns, Perdana Menteri Australia Selatan Peter Malinauskas, Perdana Menteri Victoria Jacinta Allan, dan Perdana Menteri Queensland Steven Miles. Juru bicara komunikasi Koalisi David Coleman mengatakan bahwa verifikasi usia media sosial seharusnya dibatasi bagi mereka yang berusia 16 tahun ke atas.[25] Sebagai tanggapan, direktur Australian Association of Psychologists, Carly Dober, menggambarkan batas usia media sosial yang diusulkan pemerintah sebagai respons tambal sulam terhadap masalah yang sangat rumit dan mengakar kuat. Ia juga menyatakan bahwa pelarangan tersebut mengabaikan manfaat yang dapat ditawarkan ruang daring kepada kaum muda, khususnya mereka yang berasal dari komunitas terpinggirkan.[25] Kritik serupa disuarakan oleh Daniel Angus, direktur Queensland University of Technology Digital Media Research Centre, serta regulator internet Australia, eSafety Commissioner, yang menyatakan kekhawatiran bahwa pelarangan media sosial akan mengecualikan kaum muda dari keterlibatan digital yang "bermakna" dan akses terhadap dukungan penting.[26]

Pada 7 November, Perdana Menteri Albanese mengonfirmasi bahwa pemerintah akan mengajukan undang-undang pada bulan November untuk melarang kaum muda di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial. Undang-undang yang diusulkan tersebut tidak akan mencakup pengecualian bagi kaum muda yang sudah memiliki akun media sosial atau bagi mereka yang memperoleh persetujuan orang tua.[27] Kelompok advokasi anak Australian Child Rights Taskforce mengkritik rancangan undang-undang tersebut sebagai "instrumen yang tumpul" dan mendesak pemerintah Albanese agar sebagai gantinya memberlakukan standar keselamatan bagi platform media sosial. Sebaliknya, inisiatif 36Months mendukung batas usia media sosial dengan alasan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan telah "mengubah ulang otak kaum muda" dan menyebabkan "epidemi gangguan kesehatan mental".[28]

Pada 21 November, pemerintah Albanese mengajukan Online Safety Amendment, undang-undang yang akan melarang kaum muda di bawah usia 16 tahun mengakses media sosial serta mengusulkan denda hingga A$49,5 juta (setara dengan Rp514,8 miliar) terhadap platform media sosial atas pelanggaran sistemik. Undang-undang yang diusulkan tersebut akan berdampak pada Facebook, Instagram, TikTok, X (sebelumnya Twitter), dan Snapchat. Namun, Albanese mengonfirmasi bahwa anak-anak tetap akan memiliki akses ke layanan pesan, permainan daring, serta layanan terkait kesehatan dan pendidikan, termasuk platform kesehatan mental remaja Headspace, Google Classroom, dan YouTube. Oposisi Partai Liberal berniat mendukung undang-undang tersebut, sementara Partai Hijau Australia meminta rincian lebih lanjut mengenai rancangan undang-undang yang diusulkan.[29]

Rancangan undang-undang Bill S-210, yang disahkan oleh Senat pada tahun 2023 dan mulai ditinjau oleh komite di House of Commons pada akhir Mei 2024l akan melarang organisasi menyediakan materi "eksplisit secara seksual" di internet untuk tujuan komersial kepada pengguna di bawah usia 18 tahun, kecuali jika sistem verifikasi usia diterapkan, atau konten tersebut memiliki tujuan artistik, edukatif, atau ilmiah yang sah.[30][31][32] Rancangan undang-undang ini telah dikritik karena implikasi terhadap privasi, karena tidak secara spesifik menetapkan bentuk verifikasi usia yang diwajibkan, serta kekhawatiran terkait kebebasan berekspresi sehubungan dengan cakupannya, yang dapat mencakup layanan jejaring sosial dan layanan video daring, serta memungkinkan pemblokiran seluruh situs web bagi pengguna di Kanada jika tidak mematuhi perintah yang dikeluarkan berdasarkan rancangan undang-undang tersebut, meskipun sisa kontennya bersifat nonpornografi.[32][31]

Pada 30 Agustus 2021, Biro Pers dan Publikasi Negara mengeluarkan Pemberitahuan Biro Pers dan Publikasi Negara tentang Pengelolaan yang Lebih Ketat untuk Secara Efektif Mencegah Anak di Bawah Umur Kecanduan Permainan Daring, yang menetapkan bahwa semua perusahaan permainan daring hanya boleh menyediakan layanan permainan daring kepada anak di bawah umur selama satu jam dari pukul 20.00 hingga 21.00 setiap hari pada hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, serta tidak boleh menyediakan layanan permainan daring kepada anak di bawah umur dalam bentuk apa pun pada waktu lainnya.[33]

Di Jerman, sistem verifikasi usia diwajibkan oleh "Jugendmedienschutz-Staatsvertrag" yang diperkenalkan pada September 2002.[34] Lembaga yang bertanggung jawab, Kommission für Jugendmedienschutz (KJM), hanya menganggap sistem yang setara dengan verifikasi tatap muka sebagai memadai untuk verifikasi usia.[35]

Britania Raya

[sunting | sunting sumber]

Dengan disahkannya Digital Economy Act 2017, Britania Raya mengesahkan undang-undang yang memuat mandat hukum mengenai penyediaan verifikasi usia. Berdasarkan undang-undang tersebut, situs web yang menerbitkan pornografi secara komersial diwajibkan untuk menerapkan sistem verifikasi usia yang "andal".[36][37] British Board of Film Classification (BBFC) ditugaskan untuk menegakkan undang-undang ini.[15][16][38] Setelah serangkaian kemunduran dan reaksi publik yang keras, skema yang direncanakan tersebut akhirnya dibatalkan pada tahun 2019.[39]

Meskipun pemerintah Britania Raya meninggalkan undang-undang ini, verifikasi usia tetap dipantau dan ditegakkan oleh badan pengatur termasuk Ofcom[40] dan ICO.[41] Standar lain juga mulai bermunculan untuk sistem jaminan usia, seperti PAS1296:2018.[42] Standar ISO untuk sistem jaminan usia (PWI 7732) juga sedang dikembangkan oleh Age Check Certificate Scheme, Age Verification Providers' Association, dan badan penilaian kesesuaian lainnya.[43]

Pada tahun 2023, Parlemen mengesahkan Online Safety Act 2023; sebagai bagian dari kewajiban kehati-hatian yang bersifat wajib untuk melindungi anak-anak, semua penyedia layanan harus menggunakan verifikasi atau estimasi usia untuk mencegah anak-anak mengakses "konten prioritas utama yang berbahaya bagi anak-anak", yang mencakup gambar pornografi. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada 25 Juli 2025 dan diterapkan pada semua layanan yang menampung konten semacam itu, termasuk jejaring sosial.[44][45][46][47][48]

Amerika Serikat

[sunting | sunting sumber]

Beberapa situs web perusahaan minuman beralkohol berupaya memverifikasi usia pengunjung agar dapat memastikan bahwa mereka setidaknya telah mencapai usia legal untuk mengonsumsi alkohol di Amerika Serikat, yaitu 21 tahun.[49]

Pada tahun 2000, Children's Online Privacy Protection Act (COPPA) mulai berlaku di tingkat federal, yang mengakibatkan beberapa situs web menambahkan verifikasi usia bagi pengunjung di bawah usia 13 tahun, serta beberapa situs web melarang pembuatan akun bagi pengguna di bawah usia 13 tahun. Perusahaan seperti YouTube dan ByteDance telah menerima denda besar dari Komisi Perdagangan Federal (FTC) karena tidak mematuhi COPPA.

Pada tahun 2022, Louisiana menjadi negara bagian pertama yang mewajibkan verifikasi usia untuk mengakses situs web dewasa. Penggunaan LA Wallet, aplikasi identitas digital dan surat izin mengemudi seluler milik negara bagian tersebut, kemudian meningkat tajam, karena LA Wallet memungkinkan identifikasi jarak jauh melalui MindGeek, pemilik banyak situs pornografi besar.

Pada tahun 2023, beberapa negara bagian, termasuk Arkansas[50] dan Utah,[51] mengesahkan undang-undang kecanduan media sosial yang mewajibkan pengguna platform media sosial berusia di atas 18 tahun atau memiliki persetujuan orang tua, dengan undang-undang tersebut menetapkan bahwa verifikasi usia digunakan untuk menegakkan persyaratan ini.[51][50] Salah satu undang-undang tersebut adalah Utah Social Media Regulation Act, yang dijadwalkan mulai berlaku pada tahun 2024, dan berupaya mencegah anak di bawah umur menggunakan media sosial dari pukul 22.30 hingga 06.30.

Pada Mei 2023, sebuah undang-undang disahkan di Utah yang mewajibkan situs web pornografi memverifikasi usia pengunjungnya, meskipun terdapat klausul yang mencegahnya berlaku hingga lima negara bagian lain juga menerapkan langkah serupa.[52] Beberapa hari sebelum undang-undang tersebut disahkan, sebagai bentuk protes terhadap rancangan undang-undang tersebut, Pornhub memblokir situs webnya agar tidak dapat diakses di Utah.[52] Kelompok perdagangan Free Speech Coalition mengajukan gugatan terhadap negara bagian Utah dengan klaim bahwa undang-undang tersebut melanggar Amandemen Pertama. Gugatan tersebut ditolak oleh Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Ted Stewart pada 1 Agustus 2023; namun, Free Speech Coalition menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.[53][54]

Sebaliknya, pada 31 Agustus 2023, Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat David Ezra membatalkan undang-undang Texas yang disahkan pada bulan Juni yang mewajibkan verifikasi usia dan peringatan kesehatan sebelum mengakses situs web pornografi, menyusul gugatan dari Free Speech Coalition, serta melarang kantor jaksa agung negara bagian untuk menegakkan undang-undang tersebut dengan alasan bahwa undang-undang itu melanggar hak atas kebebasan berbicara dan bersifat terlalu luas serta samar. Kantor Jaksa Agung Texas menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.[55][56] Pengadilan Banding Sirkuit ke-5 membatalkan perintah penangguhan tersebut sambil menunggu sidang penuh.[57] Perkara tersebut akhirnya berlanjut ke Mahkamah Agung,[58] yang memutuskan dengan suara 6–3 untuk mendukung undang-undang verifikasi usia tersebut, dengan menyatakan bahwa undang-undang "itu hanya secara insidental membebani ujaran orang dewasa yang dilindungi."[59]

Serikat dagang

[sunting | sunting sumber]

Sektor ini diwakili oleh Age Verification Providers Association[60] yang didirikan pada tahun 2018 dan telah berkembang menjadi 27 anggota pada tahun 2023.[61]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "Letting Your Kids Play in the Social Media Sandbox". The New York Times (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). 18 Februari 2015. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 27 April 2018. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ Goldman, Eric (2025). "The "Segregate-and-Suppress" Approach to Regulating Child Safety Online". SSRN Electronic Journal. doi:10.2139/ssrn.5208739. ISSN 1556-5068.
  3. ^ "France Senate passes legislation requiring age verification for minors on social media". 30 Juni 2023.
  4. ^ "Age Verification Bills – Action Center".
  5. ^ "Porn sites would have to verify users are over 18 under federal online safety plans". The Globe and Mail. 3 April 2023.
  6. ^ "Denmark to curb children's data collection by tech giants". 13 Juni 2023.
  7. ^ "Online age verification is coming, and privacy is on the chopping block". 15 Mei 2023.
  8. ^ G'sell, Florence (2025), De Gregorio, Giovanni; Pollicino, Oreste; Valcke, Peggy (ed.), "Digital Authoritarianism: From State Control to Algorithmic Despotism", The Oxford Handbook of Digital Constitutionalism (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1), Oxford University Press, doi:10.1093/oxfordhb/9780198877820.013.20, ISBN 978-0-19-887782-0, diakses tanggal 18 Oktober 2025
  9. ^ Debruge, Peter (2 Mei 2013). "Trailers Jump on the Age-Restricted Red-Band Wagon". Variety (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 27 April 2018. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. ^ a b "Why Online Age Checks Don't Work". Wired.com (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 27 April 2018. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)(perlu berlangganan)
  11. ^ "Inappropriate content: protecting your child | Internet Matters". Internet Matters (dalam bahasa Inggris Britania Raua). Diakses tanggal 3 September 2017. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  12. ^ "Oz Proposes Tough New Filter Law". Wired. 22 November 2001. Diakses tanggal 6 Juni 2008.
  13. ^ "Witness: Credit cards not age verifying tools". CNET (dalam bahasa Inggris). 1999-01-21. Diakses tanggal 2018-04-27.
  14. ^ Milmo, Dan (16 Februari 2005). "US gang admits $650m internet porn fraud". the Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 April 2018.
  15. ^ a b "Pornhub owner may become the UK's gatekeeper of online porn". Engadget (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 27 April 2018. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  16. ^ a b "Pornhub's owner reveals its age verification tool for the UK". Engadget (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 27 April 2018. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  17. ^ Reilly, Claire. "Government now identifying Australians with biometric face-matching". CNET (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 Oktober 2019.
  18. ^ Kesim, Özgür; Grothoff, Christian; Dold, Florian; Schanzenbach, Martin (2022). "Zero-Knowledge Age Restriction for GNU Taler". Computer Security – ESORICS 2022. Lecture Notes in Computer Science. Vol. 13554. hlm. 110–129. doi:10.1007/978-3-031-17140-6_6. ISBN 978-3-031-17139-0. S2CID 251034808.
  19. ^ Hogge, Beckey. "How to Catch a Humbert – Could a "yoof" questionnaire help identify internet paedophiles?". NewStatesman.com. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Juni 2011. Diakses tanggal 23 Februari 2009.
  20. ^ Taylor, Josh (30 Agustus 2023). "Australia will not force adult websites to bring in age verification due to privacy and security concerns". The Guardian (dalam bahasa Inggris Britania Raya). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 31 Agustus 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  21. ^ Taylor, Josh (3 Mei 2024). "The Australian government wants to stop minors accessing online pornography. But how will the trial work?". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal 11 September 2024. Diakses tanggal 12 September 2024.
  22. ^ Hendry, Justin (1 Mei 2024). "Online age verification pilot gets green light". InnovationAus.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Agustus 2024. Diakses tanggal 12 September 2024.
  23. ^ Albanese, Anthony; Rowland, Michelle (10 September 2024). "Albanese Government set to introduce minimum age for social media access". Prime Minister of Australia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 September 2024. Diakses tanggal 12 September 2024.
  24. ^ Taylor, Josh (10 September 2024). "Australia plans to ban children from social media. Is checking and enforcing an age block possible?". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal 11 September 2024. Diakses tanggal 12 September 2024.
  25. ^ a b "Debate rages as Australia set to ban children from social media". 1News. Australian Associated Press. 10 September 2024. Diarsipkan dari asli tanggal 10 September 2024. Diakses tanggal 12 September 2024.
  26. ^ Kaye, Byron; Jose, Renju (10 September 2024). "Australia plans social media minimum age limit, angering youth digital advocates". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 11 September 2024. Diakses tanggal 12 September 2024.
  27. ^ Truu, Maani; Lavoipierre, Ange (7 November 2024). "Labor backs 16 as the minimum age to use social media ahead of national cabinet meeting". ABC News. Australian Broadcasting Corporation. Diarsipkan dari asli tanggal 7 November 2024. Diakses tanggal 9 November 2024.
  28. ^ Ritchie, Hannah (9 November 2024). "Australia plans social media ban for under-16s". BBC News. Diarsipkan dari asli tanggal 8 November 2024. Diakses tanggal 9 November 2024.
  29. ^ Jose, Renju (21 November 2024). "Australia launches 'landmark' bill to ban social media for children under 16". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 21 November 2024. Diakses tanggal 22 November 2024.
  30. ^ Taylor, Stephanie (28 Mei 2024). "Could a Senate bill cause age verification laws to apply to Netflix? Experts say yes" (dalam bahasa Inggris). Canadian Press. Diakses tanggal 28 Mei 2024 – via CP24.
  31. ^ a b Geist, Michael (24 Mei 2024). "Filibuster of Bill S-210 Confirmed: Conservative MPs Put Privacy and Free Speech Online At Risk Over Release of Report - Michael Geist" (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 27 Mei 2024. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  32. ^ a b Geist, Michael (14 Desember 2023). "The Most Dangerous Canadian Internet Bill You've Never Heard Of Is a Step Closer to Becoming Law" (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 27 Mei 2024. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  33. ^ "存档副本". Diarsipkan dari asli tanggal 24 Mei 2022. Diakses tanggal 27 September 2021.
  34. ^ "Landesrecht BW JMStV | Landesnorm Baden-Württemberg | Gesamtausgabe | Gesetz zum Staatsvertrag über den Schutz der Menschenwürde und den Jugendschutz in Rundfunk und Telemedien (Jugendmedienschutz-Staatsvertrag - JMStV) vom 4. Februar 2003 | gültig ab: 08.02.2003". www.landesrecht-bw.de. Diakses tanggal 1 September 2022.
  35. ^ "Altersverifikationssysteme - KJM". www.kjm-online.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 1 September 2022.
  36. ^ Hern, Alex (17 April 2019). "Online pornography age checks to be mandatory in UK from 15 July". The Guardian (dalam bahasa Inggris Britania Raya). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 17 April 2019. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  37. ^ Manthorpe, Rowland (6 Maret 2019). "Why the UK's porn block is one of the worst ideas ever". Wired UK. ISSN 1357-0978. Diakses tanggal 8 Maret 2019.
  38. ^ Kleinman, Zoe (6 Maret 2018). "Porn check critics fear data breach". BBC News (dalam bahasa Inggris Britania Raya). Diakses tanggal 27 April 2018. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  39. ^ Waterson, Jim (16 Oktober 2019). "UK drops plans for online pornography age verification system". The Guardian (dalam bahasa Inggris Britania Raya). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 16 Oktober 2019. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  40. ^ "Statement: 'Specially restricted material' and Age Verification Guidance for Providers of On-Demand Programme Services". Ofcom (dalam bahasa Inggris). 10 Februari 2020. Diakses tanggal 10 Januari 2022.
  41. ^ "Information Commissioner's opinion: Age Assurance for the Children's Code" (PDF). ICO. 14 Oktober 2021. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-10-14. Diakses tanggal 10 Januari 2022.
  42. ^ "PAS 1296 - Age Check Certification Scheme". www.accscheme.com. Diakses tanggal 10 Januari 2022.
  43. ^ "Standards for Age Verification | AVPA" (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 10 Januari 2022. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  44. ^ "Online Safety Act 2023". www.legislation.gov.uk.
  45. ^ "The UK is launching 'porn age checks'. This is what will happen". The Independent (dalam bahasa Inggris). 24 Juli 2025. Diakses tanggal 35 Juli 2025.
  46. ^ Roth, Emma (10 Juli 2025). "Bluesky is rolling out age verification in the UK". The Verge (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 11 Juli 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  47. ^ "Major pornography sites to introduce 'robust' age verification for UK users". Sky News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Juli 2025.
  48. ^ "Age checks for online safety – what you need to know as a user". Ofcom (dalam bahasa Inggris). 26 Juni 2025. Diakses tanggal 11 Juli 2025.
  49. ^ Raol, Jay (1 Oktober 2021). "Age Verification Solutions in alcohol industry - Verifying your customers". IDMerit (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 13 Oktober 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  50. ^ a b Millar, Lindsey (5 April 2023). "Arkansas House wants you to show ID to use social media". Arkansas Times (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 7 April 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  51. ^ a b "Utah governor signs parental consent laws for minor social media use". NBC News (dalam bahasa Inggris). 23 Maret 2023. Diakses tanggal 7 April 2023.
  52. ^ a b "Utah law requiring porn sites verify user ages takes effect". AP NEWS (dalam bahasa Inggris). 3 Mei 2023. Diakses tanggal 4 Mei 2023.
  53. ^ Tavss, Jeff (1 Agustus 2023). "Judge dismisses lawsuit challenging Utah porn site age-verification law". The Salt Lake Tribune. Diakses tanggal 10 Agustus 2023.
  54. ^ Metz, Sam (2 Agustus 2023). "Utah law requiring age verification for porn sites remains in effect after judge tosses lawsuit". AP. Diakses tanggal 10 Agustus 2023.
  55. ^ Miller, Ken (1 September 2023). "A federal judge strikes down a Texas law requiring age verification to view pornographic websites". AP News. Diakses tanggal 16 September 2023.
  56. ^ Bowman, Emma (1 September 2023). "A Texas law requiring age verification on porn sites is unconstitutional, judge rules". NPR. Diakses tanggal 16 September 2023.
  57. ^ Thompson, Kelsey (19 November 2023). "U.S. circuit court upholds Texas pornography age verification law". KXAN (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). Diakses tanggal 22 November 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  58. ^ Quinn, Melissa (2 Juli 2024). "Supreme Court agrees to review Texas age verification law for porn sites". CBS News. Diakses tanggal 2 Juli 2024.
  59. ^ Totenberg, Nina (27 Juni 2025). "Supreme Court sides with Texas' age verification law for porn sites". NPR (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 Juni 2025.
  60. ^ Milmo, Dan; Waterson, Jim (8 Februari 2022). "Porn sites in UK will have to check ages in planned update to online safety bill". The Guardian (dalam bahasa Inggris Britania Raya). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 18 Oktober 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  61. ^ "Members - AVPA" (dalam bahasa Inggris Amerika Serikat). 14 Oktober 2022. Diakses tanggal 18 Oktober 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)