Stasiun Lebakjero

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Stasiun Lebakjero

Stasiun Lebakjero pada Februari 2025
Lokasi
Koordinat7°3′13.198″S 107°53′37.997″E / 7.05366611°S 107.89388806°E / -7.05366611; 107.89388806
Ketinggian+818 m
Operator
Letak
km 196+560 lintas BogorBandungBanjarKutoarjoYogyakarta[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Jumlah jalur2 (jalur 2: sepur lurus)
LayananHanya melayani persilangan atau penyusulan antarkereta api.
Konstruksi
Jenis strukturEmbarang
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka1889
Fasilitas dan teknis
FasilitasToilet Wastafel Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket 
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Lebakjero (LBJ) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil di daerah perbatasan Ciherang, Nagreg, Bandung dengan Karangtengah, Kadungora, Garut dan merupakan stasiun paling timur di Kabupaten Bandung. Stasiun berketinggian +818 m ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini terletak di tengah-tengah pegunungan dengan jalur yang melengkung seperti kurva berbentuk huruf S.

Sebagai stasiun kecil, stasiun ini sebelumnya hanya disinggahi oleh kereta api Lokal Cibatu jurusan CibatuPurwakarta pp, sedangkan lainnya melintas langsung. Namun, per tanggal 1 November 2015, kereta api lokal Cibatu sudah tidak berhenti lagi di stasiun ini. Stasiun ini hanya melayani persilangan dengan kereta api yang panjang rangkaiannya tidak melebihi lima kereta/gerbong.[3]

Stasiun Lebakjero tidak dibuka bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Cicalengka—Garut. Stasiun ini baru dibuka sebagai perhentian kecil (stopplaats) antara tahun 1901 hingga 1906, dibuktikan dengan tidak adanya nama stasiun ini dalam tabel jadwal kereta api tahun 1901.[4] Pada 1 Desember 1906, Stopplaats Lebakjero, sebelumnya telah melayani penumpang, ditingkatkan statusnya menjadi halte, kala itu menjadi sebutan bagi stasiun kecil, sehingga dapat melayani kereta barang.[5]

Bangunan dan tata letak

[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.[6] Jalur 1 sebagai sepur belok di stasiun ini adalah yang terpendek di Jawa Barat karena hanya dapat menampung rangkaian kereta api maksimal hingga lima kereta/gerbong. Jika rangkaiannya lebih panjang dari itu, maka harus diarahkan ke jalur terminus, di mana masinis harus menggerakkan rangkaian kereta untuk menempatkan bagian belakangnya menuju sepur badug yang berlawanan.

Stasiun ini hanya terdiri dari bangunan utama yang sederhana, berukuran sekitar 4 × 3 meter. Di sampingnya ada bangunan tambahan berdinding kayu, sebagai ruang tunggu. Namun, tak ada kursi tunggu di sini.

Stasiun ini sudah tidak asing lagi bagi kalangan railfans dan masyarakat umum yang suka memotret dan berburu kereta api karena pemandangannya sangat indah.[7] Stasiun ini diapit dua gunung, yaitu Gunung Kaledong dan Gunung Mandalawangi.[6]

Pada 13 April 1919 pukul 20.15 malam, sebuah kereta api ekspres dari Surabaya menabrak longsoran di petak jalan antara Lebakjero dan Nagreg, tepatnya di kilometer 196+400 atau sekitar dua kilometer dari Lebakjero, selatan Jembatan Citiis. Saat kecelakaan, kereta api ekspres ditarik oleh dua lokomotif dengan empat orang awak kereta api di lokomotifnya. Dari keempat orang tersebut, tiga orang meninggal dunia (termasuk masinis), sementara satu lainnya mengalami patah tulang di lengan kiri. Sebanyak tiga petugas di kereta pengangkut surat mengalami luka berat, sementara satu lainnya mengalami luka ringan. Sebagian besar kereta anjlok dan rusak karena efek teleskopik, dengan lokomotif paling depan hancur. Meskipun demikian, seluruh penumpang selamat. Akibat kecelakaan ini, jalur kereta api Bandung—Yogyakarta terputus selama tujuh hari.[8][9]

Dua bulan kemudian, pada 18 Juni 1919 sekitar pukul 19.00 malam, kereta api ekspres dari Surabaya melanggar sinyal Stasiun Lebakjero, kemudian menabrak kereta api kelas campuran yang sedang dilangsir di emplasemen Lebakjero.[10] Masinis kereta api ekspres baru mengerem setelah melihat kereta api yang akan ditabraknya. Akibat dari kecelakaan ini, dua lokomotif yang menarik kereta api ekspres rusak dan enam kereta anjlok.[11] Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.[12]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ Informasi kereta api Diarsipkan 2016-04-05 di Wayback Machine. (Indonesia) diakses pada tanggal 23 Maret 2016
  4. ^ Spoor- en tramgids van Nederlandsch-Indië voor 1901 (dalam bahasa Nederlands). [[s.n.]. 1901. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ^ "Advertentie". De Preanger-bode. 1906-11-23. Diakses tanggal 2025-05-15.
  6. ^ a b Raap, O.J. (2017). Sepoer Oeap di Djawa Tempo Doeloe. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 97. ISBN 9786024243692. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ "Eksotisme Stasiun Lebak Jero Bandung, Stasiun Tertinggi Kedua di Indonesia yang Terletak di Tengah Pegunungan". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-02-10.
  8. ^ "Telegammen". Deli courant. 1919-04-14. Diakses tanggal 2025-05-15.
  9. ^ "De locomotief". De locomotief. 1919-04-14. Diakses tanggal 2025-05-15.
  10. ^ "ANETA-DIENST. Bandoeng, 19 Juni 1999. Het spoorweg-ongeluk". Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. 1919-06-20. Diakses tanggal 2025-05-15.
  11. ^ "Java-dienat". De Sumatra post. 1919-06-19. Diakses tanggal 2025-05-15.
  12. ^ "De locomotief". De locomotief. 1919-06-19. Diakses tanggal 2025-05-15.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Nagreg
menuju Bogor
Bogor–Padalarang–Kasugihan Leles
menuju Kasugihan