Sumberejo, Pabelan, Semarang

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Sumberejo
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenSemarang
KecamatanPabelan
Kode pos
50771
Kode Kemendagri33.22.05.2001 Suntingan nilai di Wikidata
Luas-
Jumlah penduduk-
Kepadatan-
Peta
PetaKoordinat: 7°19′41″S 110°33′9″E / 7.32806°S 110.55250°E / -7.32806; 110.55250

Desa Sumberejo, yang terletak di Kecamatan Pabelan, Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa yang berkembang pesat. Lokasinya sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 6 kilometer atau sekitar 15 menit berkendara dari Pusat Kota Salatiga atau 10 menit dari Exit Tol Tingkir, dapat ditempuh melalui Jalan Nanggulan dan Jalan Salatiga–Dadapayam. Akses jalan ke desa ini cukup baik dengan lebar sekitar 5,5 meter.

Sebagian besar warga desa menggantungkan hidup pada sektor pertanian, dengan hamparan sawah yang luas menghiasi pemandangan desa yang asri dan hijau.

Sumberejo juga telah dilengkapi berbagai fasilitas umum seperti SPBU, pasar tradisional dengan beragam kuliner khas lokal, bank lengkap dengan layanan ATM, lapangan sepak bola, dan sarana lain yang setara dengan pusat kecamatan.

Selain itu, desa ini menjadi salah satu wilayah yang mengalami pertumbuhan pemukiman cukup pesat. Di bidang pendidikan, fasilitas telah tersedia mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMK Negeri 1 Pabelan.

Pemerintah Kabupaten Semarang telah menetapkan desa ini sebagai bagian dari pengembangan kota satelit, dengan rencana pembangunan meliputi penambahan fasilitas seperti Rumah Sakit Daerah di Mulyorejo Barukan, serta pengembangan potensi agro wisata di kawasan tersebut.

Pembagian wilayah

[sunting | sunting sumber]
PETA SUMBEREJO

Desa ini terbagi atas 8 dusun yaitu:

  • Bubudan
  • Gading
  • Krajan Kidul
  • Krajan Lor
  • Ngasinan
  • Prampelan
  • Kubang
  • Gondangsari

Pada abad ke-18, di masa kekuasaan Kerajaan Mataram, terdapat seorang senopati wanita tangguh bernama Nyi Ageng Serang. Ia dikenal karena perjuangannya yang gigih dalam melawan penjajahan Belanda, bahkan hingga ke wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Dalam perjalanannya dari selatan menuju utara untuk mengangkut perbekalan dan persenjataan, pasukan Nyi Ageng Serang menggunakan gajah sebagai alat transportasi. Salah satu pengikut setianya adalah Ki Ageng Tuluh Watu.

Ketika dalam kondisi terdesak oleh serangan Belanda, Ki Ageng Tuluh Watu dan pasukannya sempat singgah (mesanggrah) di sebuah tempat yang kala itu dikenal sebagai wilayah yang angker dan wingit, karena dihuni oleh makhluk-makhluk halus. Di tempat tersebut terdapat sebuah sumber mata air yang dikeramatkan.

Karena ingin menetap dan membangun kehidupan baru di tempat itu, Ki Ageng Tuluh Watu melakukan ritual pemindahan sumber air beserta seluruh makhluk halus penghuninya menggunakan sebuah keranjang bermata yang diarahkan ke arah barat (ke wilayah yang kini disebut Sedawung). Di tempat sumber yang baru tersebut terbentuklah sebuah belik (sendang kecil).

Setelah sumber air dan gangguan mistis berpindah, wilayah tersebut menjadi ramai dan makmur. Rumah-rumah mulai dibangun, sebuah masjid didirikan, dan tempat itu kemudian dinamai Sumberejo, yang dalam bahasa Jawa berarti “sumber yang makmur” (rejone saka sumber). Lokasinya kini dikenal sebagai Krajan Kidul RT 02/RW 02 (TPA).

Ki Ageng Tuluh Watu pun dianggap sebagai pendiri dan cikal bakal Desa Sumberejo. Namun semangat senopatinya masih menyala; ia terus bergerak ke utara bersama gajahnya untuk melawan penjajah.

Perjalanan ini kemudian melahirkan nama-nama dusun yang memiliki makna historis dari jejak sang gajah:

  • Ngasinan: tempat di mana gajah menjilat atau mencium batu besar yang terasa asin.
  • Kubang: tempat gajah membuat kubangan.
  • Gading: wilayah di mana gading sang gajah patah.
  • Bubudan: area di mana gajah mengamuk dan merusak seluruh pepohonan.
  • Dan seterusnya, termasuk wilayah seperti Segiri, Terban, dan Sawur.
  • Akhir dari perjalanan ini adalah di Sengrong Terban, di mana sang gajah konon berubah menjadi batu besar yang dikenal sebagai Batu Gajah.

Harapan & Wacana Pemekaran Kecamatan Pabelan

[sunting | sunting sumber]

Latar Belakang

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Semarang merupakan salah satu wilayah administratif di Provinsi Jawa Tengah yang mengalami pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan secara signifikan. Beberapa kecamatan, seperti Pabelan, Suruh, dan Tengaran, memiliki cakupan wilayah yang luas dan jumlah desa yang banyak, sehingga menimbulkan kebutuhan akan pemerataan pelayanan publik dan efisiensi administrasi pemerintahan.

Wacana Pemekaran Kecamatan Pabelan

[sunting | sunting sumber]
Kec baru

Salah satu usulan pemekaran yang berkembang adalah pembentukan kecamatan baru dari sebagian wilayah Kecamatan Pabelan, Suruh, dan Tengaran. Kecamatan baru ini diusulkan bernama Kecamatan Sumberejo / Dadapayam , dengan pusat pemerintahan berlokasi di Desa Sumberejo.

Alasan Pemekaran

[sunting | sunting sumber]
  • Pemerataan pelayanan publik: Kecamatan Pabelan memiliki 17 desa dengan pusat administrasi di Desa Pabelan, yang cukup jauh dari desa-desa di sisi timur dan selatan.
  • Letak geografis: Desa Dadapayam dan Cukilan berada di ujung utara Kecamatan Suruh, sementara Nyamat dan Barukan merupakan desa paling utara Kecamatan Tengaran.
  • Perkembangan wilayah: Terdapat rencana pembangunan RSUD di Barukan dan penetapan kawasan industri di Nyamat dan Barukan.
  • Akses utama: Jalan kolektor primer Ujung-Ujung – Dadapayam, Jalan Lokal Primer Semowo - Sumberejo, Jalan Suruh - Krandon Lor menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal.
Jarak Balai Desa Ke Kantor Kecamatan
No Desa Sumberejo Pabelan Suruh Tengaran
1 Sumberejo 0 10
2 Terban 3 11
3 Ujung-ujung 4.4 9.7
4 Segiri 3.1 10.5
5 Tukang 4 10.2
6 Dadapayam 7.7 12
7 Cukilan 3.5 8.6
8 Krandon Lor 1.3 5
9 Nyamat 3.6 10.3
10 Barukan 5.1 9.5

Cakupan Wilayah Usulan

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Dadapayam akan terdiri dari 10 desa yang berasal dari 3 kecamatan:

  • Dari Kecamatan Pabelan: Ujung-Ujung, Sumberejo, Segiri, Terban, Tukang
  • Dari Kecamatan Suruh: Dadapayam, Cukilan, Krandon Lor
  • Dari Kecamatan Tengaran: Nyamat, Barukan
  • Pusat Pemerintahan Kecamatan: Sumberejo
  • Kawasan Kota Kecamatan: Ujung-ujung, Nyamat, Barukan & Sumberejo

Fasilitas Pendukung

[sunting | sunting sumber]
  • SMK Negeri 1 Pabelan di Sumberejo
  • SMP Negeri 2 Suruh di Cukilan
  • SMP Neger 3 Pabelan di Tukang
  • Kawasan pertanian Berkelanjutan di desa Segiri, Terban, Tukang, Cukilan, Krandon Lor dan Dadapayam.
  • Pusat Perdagangan: Ujung-ujung - Nyamat, Pasar Sumberejo, Pasar Wates, Pasar Dadapayam
  • Kawasan Industri Nyamat-Barukan

Meskipun pusat pemerintahan direncanakan di Desa Sumberejo, mungkin bisa dipertimbangkan juga penggunaan nama “Dadapayam” dipilih sebagai nama kecamatan karena lebih dikenal oleh masyarakat luar dan warga Kota Salatiga.

Daftar Referensi

[sunting | sunting sumber]

- “Green Hospital” Akan Dibangun di Tengaran

- Dari Pabelan Kabupaten Semarang, UMKM Rintis Produksi Enting-enting Gepuk yang Terkenal di Salatiga

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)