Temu hitam
| Temu hitam | |
|---|---|
| bunga temu hitam | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Klad: | Commelinidae |
| Ordo: | Zingiberales |
| Famili: | Zingiberaceae |
| Genus: | Curcuma |
| Spesies: | C. aeruginosa
|
| Nama binomial | |
| Curcuma aeruginosa | |
Temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) adalah sejenis tumbuhanan yang rimpangnya dimanfaatkan sebagai campuran obat/jamu. Temu hitam dikenal pula sebagai temu erang, temu ireng, atau temu lotong.
Manfaat
[sunting | sunting sumber]Temu hitam (Curcuma aeruginosa) adalah salah satu tanaman TOGA yang cukup populer karena khasiatnya untuk kesehatan.
Manfaat Temu Hitam :
- Menambah nafsu makan, Sering digunakan untuk anak-anak atau orang yang sedang kurang selera makan.
- Melancarkan pencernaan, Membantu mengatasi perut kembung, masuk angin, dan gangguan lambung ringan.
- Mengatasi cacingan, Bersifat alami sebagai obat cacing, terutama untuk anak-anak.
- Meningkatkan daya tahan tubuh, Kandungan antioksidannya membantu menjaga imunitas.
- Mengurangi nyeri dan peradangan, Memiliki sifat antiinflamasi untuk meredakan pegal atau nyeri ringan.
- Menjaga kesehatan kulit, Kadang digunakan untuk membantu mengatasi gatal atau iritasi ringan.
- Membantu mengatasi batuk dan pilek, Digunakan dalam ramuan tradisional untuk meredakan gejala flu.
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Temu hitam adalah terna yang tingginya dapat mencapai 2 m. Batangnya semu, dan tersusun atas kumpulan pelepah daun[2] yang basah dan berwarna hijau. Daunnya berwarna merah lembayung-kecoklatan yang berwarna lebih gelap pada sepanjang tulang daunnya.[3] Daunnya tunggal, panjang, dan terdiri atas 2-9 helai. Helaiannya berbentuk bundar memanjang sampai lanset, ujung dan pangkalnya runcing, berwarna hijau tua pada kiri-kanan tulang daun. Panjang daun 31–84 cm, dengan lebar 10–18 cm.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ IUCN Detail 117308014
- ^ a b Dalimartha 2007, hlm. 166.
- ^ Sastrapradja dkk. 1981, hlm. 81.
Bibliografi
- Sastrapradja, Setijati; Soetjipto, Niniek Woelijarni; Danimihardja, Sarkat; Soejono, Rukmini (1981). Proyek Penelitian Potensi Sumber Daya Ekonomi:Ubi-Ubian. Vol. 7. Jakarta: LIPI bekerja sama dengan Balai Pustaka. OCLC 66246398.
- Dalimartha, Setiawan (2007). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Vol. 3. Depok: Puspa Swara. ISBN 979-3235-73-X.