Tifa totobuang

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia

Tifa totobuang merupakan sebuah ansambel musik dari Kepulauan Maluku yang berkaitan dengan orkestra kulintang. Ansambel ini terdiri dari seperangkat gong kecil yang disusun dua baris, dikenal sebagai totobuang yang mirip dengan bonang, serta satu set gendang tifa. Dalam beberapa pertunjukan, ansambel ini juga dilengkapi dengan sebuah gong besar.[1]

Nama tifa totobuang berasal dari perpaduan alat musik yang dimainkan bersama. Ansambel ini biasa digunakan untuk mengiringi tarian Sawat Lenso dari Maluku.[2][3]

Tradisi ini setidaknya sudah ada sejak akhir abad ke-17 atau awal abad ke-18. Ansambel gong dan gendang yang disebut tifa totobuang pernah dicatat oleh François Valentijn, seorang pendeta militer Belanda yang bertugas di Ambon, Maluku, dalam dua periode, yakni tahun 1686 sampai 1694 dan 1703 sampai 1713.[4] Valentijn menulis pengalamannya mendengar “beberapa gadis Jawa bernyanyi dengan iringan gong dan tifa atau gendang, serta alat musik petik lokal, disertai banyak gong dan tifa.”[5]

Instrumen

[sunting | sunting sumber]

Gendang tifa yang digunakan dalam ansambel tifa totobuang diklasifikasikan ke dalam lima ukuran. Urut dari yang paling kecil hingga paling besar, yaitu:[6]

  • tifa jekir
  • tifa dasar atau tifa pokok
  • tifa potong
  • tifa jekir potong
  • tifa bas atau tifa bass

Setiap ukuran tifa menghasilkan karakter bunyi yang berbeda. Semua bunyi tersebut dipadukan dalam satu kesatuan orkestra.[6] Berbagai foto dan video menunjukkan cara memainkan tifa dengan tangan kosong, menggunakan stik, atau mengombinasikan keduanya.

Totobuang

[sunting | sunting sumber]

Totobuang merupakan seperangkat gong kecil. Foto-foto menunjukkan bahwa alat musik ini memiliki lebih dari satu bentuk susunan. Salah satunya ditata seperti bonang, dengan dua baris yang sejajar dan seimbang. Gambar lain memperlihatkan susunan berbentuk persegi yang terdiri dari 9 atau 16 gong kecil.[7]

Jaap Kunst, seorang musikolog yang menulis tentang musik Jawa, menyatakan bahwa totobuang kemungkinan merupakan sebutan lain untuk bonang. Istilah ini dapat digunakan untuk menyebut berbagai alat musik yang dimainkan dengan alat pemukul.[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "19 Alat Musik Tradisional Indonesia (Universal Update)". Proghita interMedia (dalam bahasa American English). 2012-08-07. Diakses tanggal 2026-02-03.
  2. ^ "Sawat Lenso, tarian Maluku yang menjadi simbol persahabatan Muslim dan Kristen". BBC News Indonesia. 2019-01-19. Diakses tanggal 2026-02-03.
  3. ^ IndonesiaKaya (2017-08-21), Tifa Totobuang, diakses tanggal 2026-02-03
  4. ^ Kartomi, Margaret J. (1995-09). ""Traditional Music Weeps" and Other Themes in the Discourse on Music, Dance and Theatre of Indonesia, Malaysia and Thailand". Journal of Southeast Asian Studies. 26 (2): 366–400. doi:10.1017/s0022463400007141. ISSN 0022-4634.
  5. ^ a b Hood, Mantle (1976). "Jaap Kunst. Music in Java; Its History, Its Theory and Its Technique. 3rd enlarged edition, edited by E.L. Heins. The Hague: Martinus Nijhoff, 1973. 2 vols. Mus. exs., illus., bibliog". Yearbook of the International Folk Music Council. 8: 133–136. doi:10.2307/767390. ISSN 0316-6082.
  6. ^ a b Astuti, Kun Setyaning; McPherson, Gary E.; Sugeng, Bambang; Kurniasari, Nila; Herawan, Tutut; Drake, Christopher; Ashadi; Retnowati, Endah; Pierewan, Adi Cilik, ed. (2019-11-27). "21st Century Innovation in Music Education". doi:10.1201/9780429024931.
  7. ^ uru walu (2019-02-11), Tifa totobuang “Soulutuhua” Naku, diakses tanggal 2026-02-03