Ulak Kerbau Lama, Tanjung Raja, Ogan Ilir
Ulak Kerbau Lama | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Selatan | ||||
| Kabupaten | Ogan Ilir | ||||
| Kecamatan | Tanjung Raja | ||||
| Kode pos | 30663 | ||||
| Kode Kemendagri | 16.10.03.2020 | ||||
| Luas | 2 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 2.323 jiwa | ||||
| Kepadatan | 1.168,00 jiwa/km² | ||||
| |||||
Ulak Kerbau Lama adalah salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia. Desa ini dikenal sebagai desa pengrajin pakaian terbesar di wilayah Sumatera Selatan yang produknya sudah di pasarkan ke seluruh wilayah indonesia melalui platform digital, Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah menjahit pakaian.
Desa Ulak kerbau lama salah satu desa tertua di kecamatan tanjung raja yang sudah berusia ratusan tahun yang wilayahnya dahulu meliputi desa ulak kerbau baru, sukapindah/dusun anyar, tanjung agas, dan rantau panjang, bukti sejarah yang masih bisa ditemui saat ini adalah masih banyak ditemui rumah rumah Limas yang merupakan rumah khas provinsi Sumatera Selatan yang sudah berusia ratusan tahun namun tetap berdiri Kokoh dan terawat dengan baik. Wilayah ulak kerbau lama dilintasi sungai besar yaitu sungai ogan yang dahulu menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat desa ulak kerbau lama, sungai ini mengalami pendangkalan dan penyempitan karena pengaruh dari peralihan arus sungai menuju ke kedukan bujang.[1]
Penamaan Ulak kerbau dahulu sungai ogan yang melintas di wilayah ulak kerbau lama terdapat pusaran air yang biasanya masyarakat setempat menyebutnya ulak (pusaran air) akibat pertemuan arus dari risan jimang ulak kerbau baru dan risan yang ada di desa ulak kerbau lama dari pusaran air itu sesekali mengeluarkan suara seperti kerbau karena ada hembusan angin yang masuk ke pusaran air sehingga masyarakat menamakan desa ini menjadi desa ulak kerbau.
Desa ulak kerbau lama juga dikenal sebagai desa yang agamis banyak tokoh tokoh agama yang lahir dari desa ini salah satu tokoh yang terkenal yaitu kiai Thohir yang dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan di zaman kolonial Belanda kiai Thohir adalah murid dari Masagus (Mgs) Haji Abdul Hamid bin Masagus Haji atau kiai Merogan.[1] yang mana Kiai merogan pernah mendirikan sebuah langgar di tepian sungai ogan yang berada di wilayah desa ulak kerbau lama yang menjadi cikal bakal dari Masjid Albaro'ah Desa Ulak kerbau lama.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b Jalaludin, Nurain; Maulud, Ismail (2021-04-02). "Sikap Bahasa Penutur Bahasa Bajo di Kota Ternate: Tinjauan Sosiolinguistik". TEKSTUAL. 19 (1): 12. doi:10.33387/tekstual.v19i1.3087. ISSN 2686-0392.
