Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Lahir10 Oktober 1993 (umur 32)
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Nama penaGinger Elyse Shelley, Zee
PekerjaanPenulis
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Padjadjaran
Genre
Karya terkenalDi Tanah Lada,
Semua Ikan di Langit
Jakarta Sebelum Pagi
Penghargaan terkenalSayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (2015, 2016)

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (lahir 10 Oktober 1993) adalah seorang penulis Indonesia yang telah menerbitkan lebih dari 30 judul buku.

Kehidupan pribadi

[sunting | sunting sumber]

Ziggy dan keempat saudaranya lahir dengan nama depan yang sama. Ia berspekulasi bahwa orang tuanya terinspirasi dari album The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars karya David Bowie. Namun, nama belakang yang ayahnya berikan untuk masing-masing anaknya berbeda.[1]

Pada bulan Maret 2017, Ziggy diberitakan sedang menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat.[1] Ia masuk ke fakultas dengan mengikuti jejak ayahnya yang merupakan seorang pengacara.[1]

Sejak tahun 2010, Ziggy terhitung telah menerbitkan 27 buku.[1] Buku pertama yang ia tulis berjudul Indigo Girl dan terbit pada tahun 2010.[2] Cita-cita awal Ziggy adalah menjadi penulis buku anak, tetapi setelah melihat bahwa pasar untuk buku anak tergolong sulit, ia pun menjadi penulis novel. Ziggy mengaku bahwa mungkin obsesinya untuk menjadi penulis buku anak memengaruhi gaya penulisannya saat ini.[1]

Penerimaan

[sunting | sunting sumber]

Zen Hae, seorang sastrawan Indonesia, menilai novel-novel Ziggy sebagai novel kompleks yang merupakan gabungan antara cerita anak, fantasi, fiksi ilmiah, dongeng, hingga mitos penciptaan dunia.[3]

Novelnya yang berjudul Di Tanah Lada menjadi juara kedua dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2015.[2] Tahun berikutnya, Semua Ikan di Langit menjadi juara sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2016.[4]

Pandangan terkait kepenulisan

[sunting | sunting sumber]

Terlepas dari kiprahnya di dunia sastra, Ziggy diketahui tidak ingin masuk ke jurusan Sastra di kampus. Ia takut akan merasa "terbatas" dengan "menulis jadi terstruktur" dan terkekang karena memikirkan tata bahasa.[1]

  • Pink Berry Club: Doughnut Boy (Dar! Mizan, 2011)
  • Bloody Memory (DAR! Mizan, 2014)
  • Yang Terlupakan dan Dilupakan: Membaca Kembali Sepuluh Penulis Perempuan Indonesia (Marjin Kiri, 2021)
  • Cerita-Cerita Jakarta (POST Press, 2021)
  • In The Back of My Throat (Anamot Press, 2024)

Buku anak

[sunting | sunting sumber]

Cerita pendek

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c d e f Yuniar, Nanien (21 Maret 2017). Monalisa (ed.). "Bincang-bincang bersama Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (2)". ANTARA News. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-30. Diakses tanggal 4 Mei 2018.
  2. ^ a b Nugroho, Andi (21 Maret 2017). "Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Cerita Soal Proses Kreatifnya". harnas.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-05-04. Diakses tanggal 4 Mei 2018.
  3. ^ Yuniar, Nanien. Monalisa (ed.). "Bincang-bincang bersama Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (1)". ANTARA News. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-30. Diakses tanggal 30 Juni 2018.
  4. ^ Budiman, Budisantoso (16 Desember 2016). "Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie juara sayembara novel DKJ 2016". Antara. Diakses tanggal 6 September 2025.