Akar serabut

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Akar serabut sebuah palem Roystonea regia dewasa, Kolkata, India

Akar serabut adalah jenis akar yang terdiri atas banyak akar yang berukuran relatif kecil, tumbuh dari pangkal batang, dan tidak memiliki akar pokok yang dominan. Akar ini menyebar ke berbagai arah dan biasanya ditemukan pada tumbuhan monokotil seperti rumput, padi, jagung, kelapa, dan pisang.

Ciri-ciri

[sunting | sunting sumber]

Beberapa ciri utama akar serabut adalah:

  • Tidak memiliki akar tunggang atau akar utama.
  • Ukuran akar relatif sama besar.
  • Menyebar ke segala arah seperti jaring.
  • Berfungsi utama untuk memperluas daerah penyerapan air dan zat hara.

Akar serabut memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:

  • Menyerap air dan mineral dari tanah.
  • Menopang tumbuhan agar tetap tegak berdiri, terutama di tanah yang gembur.
  • Mencegah erosi tanah karena sistemnya yang menyebar luas dan rapat di permukaan.

Perbedaan akar serabut dengan akar tunggang[1]

[sunting | sunting sumber]
Perbedaan akar serabut dan akar tunggang
Akar serabut Akar tunggang
Tidak berakar besar dan panjang Memiliki satu akar besar dan panjang
Akarnya dangkal sehingga tidak bisa menembus terlalu dalam ke tanah Menembus jauh ke dalam tanah
Akar serabut bukanlah akar primer tumbuhan yang berdiferensiasi Akar tunggang merupakan akar primer tumbuhan yang berdiferensiasi
Tidak memiliki akar primer Memiliki akar primer
Berkembang dari batang tumbuhan Tidak berkembang dari batang tumbuhan
Tidak memiliki akar lateral (akar samping) Punya akar lateral (akar samping)
Ditemukan pada tanaman monokotil Ditemukan pada tanaman dikotil
Tidak ditemukan pada gimnospermae Ada pada tumbuhan gimnospermae
Dijumpai di sebagian besar rumput Tidak dijumpai pada sebagian besar rumput
Tidak bisa berperan sebagai organ penyimpan makanan Bisa berperan sebagai organ penyimpan makanan dalam situasi tertentu
Membentuk jaringan untuk menahan banyak partikel tanah di permukaan Tidak ada jaringan untuk menahan partikel tanah di permukaan
Tidak bisa mencapai kedalaman air yang sangat dalam Bisa mencapai kedalaman air yang dalam
Contoh: padi, jagung, pisang Contoh: mangga, jambu, kacang-kacangan

Contoh tumbuhan berakar serabut

[sunting | sunting sumber]

Signifikansi ekologis

[sunting | sunting sumber]

Akar serabut sangat bermanfaat untuk menjaga kestabilan tanah, terutama di daerah yang rawan erosi. Tanaman penutup tanah yang memiliki akar serabut sering digunakan dalam konservasi tanah dan air.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  • Fahn, A. (1990). *Plant Anatomy*. Pergamon Press. ISBN 978-0080374917.
  • Esau, K. (1977). *Anatomy of Seed Plants*. Wiley. ISBN 978-0471245209.
  • Sutrisno, L. (2010). *Botani Umum*. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Campbell, N. A., Reece, J. B. (2008). *Biology*, 8th ed. San Francisco: Pearson Benjamin Cummings.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ https://www.kompas.com/skola/read/2022/07/27/090000469/12-perbedaan-akar-tunggang-dan-akar-serabut
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)