Amparan tatak

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia
Amparan tatak
Sepotong amparan tatak
Nama lainHamparan tatak pisang, Nangka susun, Rangkasusun
Tempat asalIndonesia Indonesia
DaerahKalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah sampai ke Tambilahan, Riau
Hidangan nasional terkaitIndonesia
Dibuat olehSuku Banjar
Suhu penyajianHangat dan dingin
Bahan utamaTepung beras, santan, gula, dan pisang
Bahan yang umum digunakanAir kapur dan garam
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Amparan tatak adalah kue tradisional khas suku Banjar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah,[1] Kalimantan Timur[2] hingga Tembilahan, Riau.[3] Kue ini termasuk ke dalam kategori kue basah dengan bahan utama berupa tepung beras, santan, gula dan pisang. Kue ini didominasi oleh rasa gurih dan manis sehingga menjadi salah satu jajanan yang dicari di pasar wadai selama bulan Ramadan.[2]

Pada 10 Oktober 2025 Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan amparan tatak dari Samarinda-Kalimantan Timur sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.[4]

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Penamaan amparan tatak berasal dari bentuk kue ini saat disajikan. Saat proses pembuatan kue, adonan diletakkan ke dalam wadah berupa loyang besar berbentuk bulat. Ketika sudah matang, kue ini disajikan dalam bentuk hamparan beralaskan daun pisang[5] dan 'ditatak' atau dipotong untuk disajikan kepada orang-orang.[6]

Pada zaman dahulu, kue amparan tatak disajikan untuk kaum bangsawan dari Kerajaan Banjar dan Daha. Namun, saat ini kue ini bisa dinikmati oleh siapa saja[7] dan biasanya hadir saat ada acara-acara besar oleh suku Banjar.[5] Dalam penghidangannya, amparan tatak disajikan pada acara-acara kolosal atau yang melibatkan partisipasi orang banyak, seperti resepsi pernikahan, perayaan hari besar agama, buka puasa bersama.[8]

Pada tahun 1970-an amparan tatak buatan orang Banjar di Samarinda Seberang dijajakan di Samarinda Kota. Tiap pagi penjajanya menumpang tambangan menyeberang ke Samarinda Kota, lalu berjualan amparan tatak dan kue basah lainnya keliling berjalan kaki.[9]

Amparan tatak diusulkan untuk didaftarkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Presentasi usulan disampaikan dalam Diskusi Terpumpun yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda pada 13 November 2024. Dinyatakan bahwa amparan tatak dari aspek nama sangat khas dari komunitas Banjar. Namun, dengan cita rasanya yang gurih dan lezat, amparan tatak dapat dinikmati oleh publik secara luas tanpa batasan etnis, agama, kelompok, dan golongan, sehingga menjadi kuliner ikonis dan legendaris di Kota Samarinda.[10]

Sidang penetapan WBTb Indonesia yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan di Jakarta pada 10 Oktober 2025 menetapkan amparan tatak dari Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.[4][11]

Amparan tatak tidak hanya sekadar kudapan manis khas Kalimantan, tetapi juga memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual yang melekat erat dalam kehidupan masyarakat. Dari segi nilai budaya, proses produksinya sarat dengan kearifan lokal karena menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari alam pulau Kalimantan, seperti beras ketan, gula merah, dan santan kelapa. Penggunaan bahan lokal ini menegaskan keterikatan masyarakat dengan lingkungannya serta memperlihatkan kemampuan mereka dalam mengolah potensi alam menjadi produk kuliner yang bernilai tinggi. Dari sisi nilai sosial, meskipun amparan tatak berasal dari tradisi kuliner etnis Banjar, perkembangannya di Samarinda menjadikan kudapan ini diterima secara luas oleh berbagai kelompok masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya inklusivitas budaya di mana makanan berfungsi sebagai medium perekat sosial yang melampaui batas etnis, agama, maupun status sosial. Nilai spiritual amparan tatak tecermin dari penggunaannya dalam berbagai momentum sakral dan perayaan besar. Kudapan ini sering disajikan dalam acara adat maupun keagamaan, seperti resepsi pernikahan, tradisi berbuka puasa di bulan Ramadan, hingga perayaan hari-hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Kehadirannya dalam peristiwa-peristiwa penting ini memperlihatkan bahwa amparan tatak tidak hanya dipandang sebagai makanan, melainkan juga simbol keberkahan, kebersamaan, dan rasa syukur dalam kehidupan masyarakat Banjar dan Samarinda pada umumnya.[12]

Proses pembuatan

[sunting | sunting sumber]
  • tepung beras 1 liter
  • gula pasir ¼ kilogram
  • santan dari ½ kelapa
  • pisang talas matang 10 buah
  • air kapur
  • garam

Cara memasak

[sunting | sunting sumber]

Tepung dimasukkan ke dalam tempat yang besar. Tuangkan sedikit air, lalu aduk. Setelah itu adonan dicairkan dengan air panas mendidih. Kemudian dimasukkan gula pasir dan pisang talas yang sudah dipotong kecil. Berikutnya, adonan dimasukkan ke loyang untuk dikukus. Ketika bahan di loyang sudah masak, santan plus garam dituang di atas adonan. Kukus hingga santan menjadi padat. Amparan tatak siap dihidangkan dengan dipotong-potong. Dari sisi samping potongan tampak dua lapisan. Bagian bawah tepung bercampur pisang. Bagian atas santan masak yang membeku.[13]

Proses pembuatan kue ini terbilang sederhana, namun tetap tidak boleh sembarangan. Beberapa orang percaya bahwa pembuatan kue ini tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid. Jika pantangan ini dilanggar, maka kue yang dihasilkan akan menjadi tidak enak, serta warna dan bentuk juga tidak menarik.[14]

Kue ini mirip dengan nagasari, namun yang membedakan adalah penyajiannya. Nagasari disajikan dalam bungkusan daun pisang, sedangkan amparan tatak disajikan dalam loyang besar dan umumnya dipotong berbentuk segitiga.[15]

Nilai gizi

[sunting | sunting sumber]

Dalam setiap 100 g kue amparan tatak mengandung gizi 191 kkal, 1,3 gram protein, 5,5 gram lemak dan 34 gram karbohidrat.[16]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Sugianto, Ghorby (2022-04-09). "Kue Basah Amparan Tatak Menjadi Khas dan Wajib Ada saat Bulan Ramadhan di Palangkaraya". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-06-06.
  2. ^ a b Febriyana, Wahyu. "Amparan Tatak : Kue Loyang Favorit Di Bulan Ramadhan". mmckalteng. Diakses tanggal 2022-06-06.
  3. ^ "Warung Papada'an Sediakan Kue Khas Banjar, Amparan Tatak Jadi Primadona". lensariau.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-06-06.
  4. ^ a b Rahaya, Nasya (12 Oktober 2025). "Amparan Tatak Samarinda Resmi Jadi Warisan Budaya Nasional". Kaltim Post. Diakses tanggal 2025-11-22.
  5. ^ a b "Amparan Tatak, Kue Basah Manis dan Gurih Khas Banjarmasin | Daerah Kita - Sajian Artikel Ringan dan Informatif Nusantara". www.daerahkita.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-06-06.
  6. ^ Basoni, Sonia. "Maya Canteen : Legitnya Sarimuka dan Amparan Tatak Khas Banjarmasin". detikcom. Diakses tanggal 2022-06-06.
  7. ^ "Resep Amparan Tatak Pisang Khas Banjarmasin, Manis dan Lumer". OKEMOM. 2021-07-07. Diakses tanggal 2022-06-06.
  8. ^ "Perahu Tambangan dan Amparan Tatak Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia". IKN Pos. 14 November 2024. Diakses tanggal 2 Januari 2025.
  9. ^ Fairus (2 Mei 2020). "Berjualan Sejak 1980, Maskota Konsisten Pertahankan Resep Kue Talam Puluhan Tahun, Diburu Warga Kala Ramadan". Koran Kaltim. Diakses tanggal 2 Januari 2025.
  10. ^ Fairoussaniy, Mohammad (13 November 2024). "Tambangan dan Amparan Tatak Samarinda Diusulkan jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia". Tribun Kaltim. Diakses tanggal 2 Januari 2025.
  11. ^ Multianatha, Ridzki (18 November 2025). "Amparan Tatak Sebagai Branding Baru Kuliner Kota Samarinda". RRI. Diakses tanggal 2025-11-22.
  12. ^ Al Fatih, Muhammad (25 Maret 2025). "Amparan Tatak Diusulkan jadi Warisan Budaya Samarinda". Kaltim Kece. Diakses tanggal 25 Maret 2025.
  13. ^ Sarip, Muhammad (2024). "Kajian Historis dan Kultural Amparan Tatak sebagai Kuliner Tradisional Khas Samarinda". Jurnal Riset Inossa. 6 (2): 51–64. doi:10.54902/jri.v6i02.165.
  14. ^ "Amparan Tatak". Tribunnewswiki.com. Diakses tanggal 2022-06-06.
  15. ^ "Amparan Tatak, Kue Tradisional Kalimantan yang Laris Manis". Cendana News. 2015-09-20. Diakses tanggal 2022-06-06.
  16. ^ Risqi, Arie &. "Nilai kandungan gizi Amparan, tatak". nilaigizi.com. Diakses tanggal 2022-06-06.