Buddhisme dan bunuh diri

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia

Bunuh diri merupakan tindakan mengakhiri hidup yang dilakukan oleh individu itu sendiri secara sengaja. Faktor-faktor yang menyebabkan bunuh diri biasanya karena depresi, trauma, perundungan, konflik, dan lain-lain. Sang Buddha mengajarkan ahimsa (non-kekerasan) yang berarti tidak melakukan tindakan yang berhubungan dengan pembunuhan dan kekerasan baik secara perkataan, perbuatan, dan pikiran.

Bunuh diri sering dianggap oleh masyarakat sebagai tindakan mengakhiri penderitaan. Namun kenyataannya tidak, menurut hukum karma yang dbabarkan oleh Sang Buddha segala bentuk perbuatan, perkataan dan pikiran memiliki kosekuensi yang tersendiri. Bunuh diri yang dianggap dapat mengakhiri penderitaan justru membuat seorang yang melakukan bunuh diri semakin menderita dan jauh dari kedamaian.

Sang Buddha menekankan kepada tindakan yang didasari pikiran yang bijaksana. Pikiran, perbuatan, dan perkataan yang didasari kebijaksanaan akan membuat seseorang mendapat kedamaian.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • "Bunuh Diri Menurut Perspektif Agama Buddha". Setangkai Dupa. 2023-06-02. Diakses tanggal 2025-08-04.


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)