Film penjara
Film penjara merupakan genre film yang berkaitan dengan kehidupan di dalam penjara dan, sering kali, menceritakan kisah pelarian dari penjara. Genre film ini beragam, mulai dari drama terkenal yang mengkaji sifat penjara, seperti A Man Escaped, Cool Hand Luke, Midnight Express, Brubaker, Escape from Alcatraz, The Shawshank Redemption, dan Kiss of the Spider Woman; film aksi seperti Lock Up dan Undisputed; dan bahkan komedi yang menyindir genre tersebut seperti Stir Crazy, Life, dan Let's Go to Prison. Film penjara sering kali disalahkan atas persepsi masyarakat yang "terlalu menyederhanakan isu-isu kompleks, yang mengakibatkan munculnya stereotip tahanan dalam pemahaman masyarakat".[1] Misalnya, film-film ini dikatakan melanggengkan "kesalahpahaman umum bahwa sebagian besar petugas pemasyarakatan bersifat kasar", dan bahwa para narapidana merupakan orang yang "keras dan tidak dapat ditebus".[1]
Tema
[sunting | sunting sumber]Tema-tema yang berulang kali diangkat dalam film-film penjara meliputi upaya pelarian, aktivitas geng di dalam penjara, upaya orang-orang yang salah dihukum untuk membuktikan ketidakbersalahannya, dan kekejaman penjaga dan sistem yang diterapkan dalam penjara. Terdapat subgenre film tersendiri, di mana para tahanan terkuat diizinkan (atau dipaksa) untuk terlibat dalam pertandingan tinju atau pertarungan bela diri, lengkap dengan taruhan tinggi pada hasilnya. Film-film penjara yang berlatar belakang perang telah menjadi subgenre populer yang dikenal sebagai film tawanan perang. Berbagai elemen tema ini dapat digabungkan, misalnya, seorang tahanan yang dipaksa untuk bertarung menggunakan kesempatan tersebut untuk merencanakan pelarian.[butuh rujukan]
Persepsi media dan masyarakat
[sunting | sunting sumber]Jurnalis Paul Manson berpendapat bahwa secara umum, representasi fiksi tentang penjara tidak berkontribusi pada pemahaman publik tentang kehidupan penjara dan tidak berkontribusi positif dalam upaya memperbaikinya. Hal ini, menurutnya, dikarenakan industri televisi hiburan telah mengubah kejahatan dan penjara menjadi objek hiburan, sehingga mengikis keraguan dan kekhawatiran masyarakat tentang penjara sebagai solusi untuk pengurangan kejahatan.[2]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b Cecil, Dawn K. (Mar 2017). "Prisons in Popular Culture". Oxford Research Encyclopedia of Criminology and Criminal Justice. Oxford Research Encyclopedias. doi:10.1093/acrefore/9780190264079.013.194. ISBN 9780190264079.
- ^ Manson, Paul (December 1, 2006). "Lies, distortion and what doesn't work: Monitoring prison stories in the British media". Crime, Media, Culture. 2 (3): 251–267. doi:10.1177/1741659006069558.