Filsafat ruang dan waktu
Filsafat ruang dan waktu adalah cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat, struktur, dan makna dari ruang (space) dan waktu (time) sebagai dasar pengalaman, realitas, dan pengetahuan manusia, yang menjadi perhatian dan pemikiran sejak awal perkembangannya. Kajian semacam ini berada di persimpangan antara bidang metafisika, epistemologi, dan filsafat ilmu. Filsafat ruang dan waktu ini merupakan fokus utama dan sekaligus aspek sentral dari filsafat analitik yang membahas tentang sejumlah isu mendasar, seperti apakah waktu dan ruang ada secara independen dalam realitas kehidupan manusia, apakah keduanya dapat muncul secara independen satu sama lain, penjelasan apa mengenai perjalanan dan aliran waktu yang tampaknya searah ke masa depan, apakah terdapat masa waktu selain saat ini, dan pertanyaan - pertanyaan tentang sifat waktu lainnya di sepanjang perjalanan waktu. Plato misalnya, memandang ruang sebagai khora, wadah dan tempat bagi segala benda yang ada, sedangkan waktu adalah "interval bergerak dari keabadian". Sementara, Aristoteles melihat ruang sebagai tempat (topos) suatu benda berada, dan waktu sebagai ukuran perubahan mengikuti istilah sebelum–sesudahnya.[1]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Thompson, Richard L. (2007). The Cosmology of the Bhagavata Purana: Mysteries of the Sacred Universe. Motilal Banarsidass. hlm. 225. ISBN 978-81-208-1919-1. Extract of page 225
Lihat juga
[sunting | sunting sumber]- Filsafat kecerdasan buatan
- Filsafat ilmu
- Filsafat kimia
- Filsafat fisika
- Filsafat geografi
- Filsafat ilmu komputer
- Filsafat informasi
- Filsafat statistika
- Filsafat teknologi
- Filsafat matematika