Khirokitia

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia

Khirokitia adalah situs arkeologi Neolitikum yang terletak di Pulau Siprus. Situs ini juga dikenal sebagai Choirokoitia, berada di lembah Sungai Saint Minas, di kaki bukit Toodos, sekitar enam kilometer dari pantai, dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1998.[1][2]

Choirokoitia
Situs Warisan Dunia UNESCO
Neolitik Desa Chypre Khirokitia
Nama resmiChoirokoitia
LokasiChoirokoitia, Larnaca, Siprus
Kriteriaii, iii, iv
Pengukuhan1998 (Sesi ke-22)

Pada periode prasejarah, Siprus memainkan peran penting dalam penyebaran budaya dari Timur Dekat ke belahan Eropa. Khirokitia, adalah situs arkeologi yang terpelihara dengan baik dan memberikan bukti ilmiah penting terkait penyebaran peradaban dari Asia ke Mediterania. Baik sisa yang telah digali maupun bagian yang belum disentuh menunjukkan asal-usul pemukiman proto-urban di kawasan Mediterania.

Pemukiman Neolitikum Khirokitia merupakan salah satu situs prasejarah terpenting di Mediterania timur. Lamanya pemukiman desa ini beserta pencatatan fase budayanya mempermudah penelitian terkait perkembangan masyarakatnya. Adat pemakaman dan penggunaan patung-patung memberikan bukti praktik ritual dan kepercayaan keagamaan yang tercermin dalam aspek budaya material. Pemukiman manusia secara permanen dimulai pada periode Proto-Neolitikum Aceramik (pra-gerabah) sekitar 7000 SM, ketika situs ini didirikan kemungkinan oleh orang-orang dari Anatolia atau Levant, seperti petani yang menetap dan mengolah serealia dan memelihara domba, kambing, serta babi.

Choirokhoitia ditinggalkan secara tiba-tiba pada pertengahan milenium ke-6 SM dan tidak dihuni kembali hingga 1.000 tahun kemudian pada periode Neolitikum Gerabah. Bukti bekas bagunan pemukimannya dari periode ini lebih sedikit, tetapi ditemukan bentuk-bentuk baru tumbuhan, hewan, dan keramik, menunjukkan kedatangan kelompok imigran baru. Situs ini akhirnya ditinggalkan pada awal milenium ke-4 SM.

Pemukiman awal terdiri dari rumah-rumah melingkar dari bata lumpur dan batu dengan atap datar, terletak di sisi timur bukit. Situs ini dilindungi oleh tembok besar dari barat, sedangkan sisi lain dilindungi secara alami oleh sungai dan lereng curam. Tembok pertahanan kedua dibangun untuk melindungi perluasan desa ke barat, dan kedua tembok memiliki gerbang. Tangga tiga anak tangga dibangun di dalam bastion batu luar setinggi 2,50 meter. Sekitar 20 rumah telah digali dan dibangun langsung di atas tanah tanpa fondasi, menggunakan batu kapur kasar, bata lumpur, dan tanah padat. Permukaan luar sering berupa batu, bagian dalam tanah liat atau bata tak dibakar. Atapnya datar, terbuat dari ranting dan alang-alang yang dilapisi tanah liat. Beberapa dinding dalam menunjukkan bukti pengecatan. Di sekitar rumah ditemukan tungku, penggiling biji-bijian, dan peralatan domestik maupun pertanian. Beberapa rumah memiliki kuburan manusia di bawah lantai tanah padatnya, menunjukkan praktik ritual pemakaman. Terdapat beberapa temuan meliputi benda dari batu dan tulang, keramik, bahan dari biji-bijian seperti gandum, jelai, lentil, serta tulang hewan. Alat-alatnya juga beragam, mulai dari jarum tulang hingga sabit. Temuan paling terlihat adalah patung antropomorfik, ada yang terbuat dari batu dan tanah liat, yang menunjukkan adanya kepercayaan spiritual kompleks pada periode awal ini.[3]

Perlindungan dan pengelolaan

[sunting | sunting sumber]

Pengelolaan situs Khirokitia berada di bawah pengawasan Kurator Monumen Kuno dan Direktur Departemen Purbakala. Warisan budaya dan arkeologi di Siprus dilindungi sesuai undang-undang nasional, termasuk Undang-Undang Purbakala, serta perjanjian internasional yang diratifikasi Republik Siprus. Menurut undang-undang ini, Monumen Kuno diklasifikasikan menjadi milik pemerintah pada Lampiran Pertama dan Lampiran Kedua milik swasta, sementara situs Choirokoitia termasuk dalam kepemilikan pemerintah. Wilayah di sebelah barat situs telah ditetapkan sebagai Monumen Kuno Lampiran Kedua untuk mengontrol pembangunan. Penetapan ini dilakukan bertahap sesuai Pasal 8 Undang-Undang Purbakala, yang memberi wewenang kepada Direktur Departemen Purbakala untuk menolak atau menyesuaikan proyek pembangunan di lahan yang termasuk Lampiran Kedua. Pasal 11 menetapkan "Kawasan Terkendali" di sekitar situs, di mana ketinggian dan desain bangunan baru diatur untuk melindungi nilai sejarah, arkeologis, dan lingkungan sekitar Monumen Kuno. Kawasan Terkendali Choirokoitia direncanakan diperluas ke utara, timur, dan selatan untuk memperkuat pengendalian terhadap pembangunan, sekaligus menjaga permukiman Neolitikum dan lanskap alam yang menjadi bagian penting dari situs.[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "[[:Templat:Vm.pageTitle]]". tripbucket.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
  2. ^ "Khirokitia, an Aceramic Neolithic site in Cyprus (7th-6th millennium BC) | The Shelby White and Leon Levy". whitelevy.fas.harvard.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
  3. ^ "Khirokitia, Choirokoitia, Cyprus - SpottingHistory". www.spottinghistory.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
  4. ^ Centre, UNESCO World Heritage. "Choirokoitia". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.