Metilfenobarbital
| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Mebaral, Mephyltaletten, Phemiton, dan Prominal |
| AHFS/Drugs.com | International Drug Names |
| MedlinePlus | a605022 |
| Rute pemberian | Oral (tablet) |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Pengikatan protein | 70–76% |
| Metabolisme | Hati |
| Waktu paruh eliminasi | 34 jam |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank | |
| ChemSpider | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.003.714 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C13H14N2O3 |
| Massa molar | 246,27 g·mol−1 |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| (verify) | |
Metilfenobarbital, juga dikenal sebagai mefobarbital dan mefobarbiton, adalah obat yang merupakan turunan barbiturat dan digunakan terutama sebagai antikonvulsan,[2] tetapi juga sebagai obat penenang dan anksiolitik. Obat ini adalah analog N-metilasi dari fenobarbital dan memiliki indikasi, nilai terapeutik, dan tolerabilitas yang serupa.
Sejarah persetujuan
[sunting | sunting sumber]- 1935 – Mebaral diperkenalkan oleh Winthrop Pharmaceuticals.
- 2001 – Metilfenobarbital dihentikan produksinya di Britania Raya.
- 2003 – Mebaral diakuisisi oleh Ovation Pharmaceuticals (perusahaan farmasi khusus yang mengakuisisi produk farmasi bermerek yang kurang dipromosikan).
- 2009 – Ovation diakuisisi oleh Lundbeck, yang kini memasarkan Mebaral.
- 2012 – Lundbeck mengumumkan bahwa mereka menghentikan produk tersebut di AS per 6 Januari 2012. Alasan yang disebutkan adalah karena "perusahaan telah mengevaluasi secara menyeluruh semua cara untuk menjaga ketersediaan Mebaral bagi pasien, tetapi pada akhirnya menyimpulkan bahwa apa pun langkah yang mereka (Lundbeck) ambil, pasien akan dipaksa untuk beralih ke terapi baru."
- Perusahaan tersebut selanjutnya menyatakan dalam sebuah surat di situs webnya bahwa berdasarkan Inisiatif Obat yang Tidak Disetujui FDA, FDA tidak lagi bersedia mengizinkan obat tersebut menjadi obat yang dikecualikan.[3]
Efek samping
[sunting | sunting sumber]Penggunaan obat antiepilepsi termasuk metilfenobarbital selama kehamilan dapat dikaitkan dengan cacat lahir.[4]
Overdosis
[sunting | sunting sumber]Gejala overdosis mefobarbital meliputi kebingungan, penurunan atau hilangnya refleks, mengantuk, demam, iritabilitas, hipotermia, pengambilan keputusan buruk, sesak napas atau napas lambat/terganggu, detak jantung lambat, bicara pelo, sempoyongan, kesulitan tidur, gerakan mata yang tidak biasa, lemas.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Anvisa (2023-03-31). "RDC Nº 784 - Listas de Substâncias Entorpecentes, Psicotrópicas, Precursoras e Outras sob Controle Especial" [Collegiate Board Resolution No. 784 - Lists of Narcotic, Psychotropic, Precursor, and Other Substances under Special Control] (dalam bahasa Brazilian Portuguese). Diário Oficial da União (dipublikasikan 2023-04-04). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-03. Diakses tanggal 2023-08-16.
- ^ Shorvon SD, Fish DR, Perucca E, Dodson WE, ed. (2004). The Treatment of Epilepsy (Edisi 2nd). Blackwell. ISBN 0-632-06046-8.
- ^ "Mebaral® (mephobarbital tablets, USP): Additional Product Discontinuation Information" (PDF). Lundbeck Inc. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 10 August 2014.
- ^ Aksamija A, Habek D, Stanojević M, Ujević B (2009). "Fetal malformations associated with the use of methylphenobarbital and carbamazepine during pregnancy. Two case reports and review of the literature". Fetal Diagnosis and Therapy. 25 (1): 79–82. doi:10.1159/000201945. PMID 19218807.