Sepur kantong
Sepur kantong atau Jalur kantong (Pocket track) adalah struktur jalan rel yang memungkinkan lokomotif atau kereta api untuk parkir sementara di luar jalur utama untuk dapat berbalik arah tanpa melakukan pemutaran rangkaian seperti halnya meja putar. Sepur kantong berfungsi sebagai perpindahan posisi lokomotif atau kereta kemudi dari satu ujung ke ujung lain rangkaian, atau dalam kasus KRL (EMU) kereta kemudi yang sudah berada di kedua ujungnya hanya perlu berganti arah laju di salah satu kabin.[1]
Penggunaan
[sunting | sunting sumber]Tata letak rel ini sering ditemukan pada angkutan perkeretaapian yang hanya memiliki lokomotif pada salah satu ujungnya. Keberadaan sepur kantong sangat krusial karena memungkinkan kereta atau trem untuk berbalik arah pada jalur parkir, sementara kereta lain tetap dapat melewati jalur utama stasiun yang umumnya digunakan untuk naik turun penumpang.[2]
Penggunaan sepur kantong juga memungkinkan operator kereta api untuk melakukan pemendekan perjalanan (short-turning). Strategi ini sangat efektif untuk mengendalikan frekuensi perjalanan kereta, terutama di stasiun terminus yang merupakan ujung dari lintas rel.[3] Lokomotif yang berhenti pada ujung stasiun terakhir harus dipindahkan ke jalur lain untuk berbalik ke arah sebaliknya agar dapat melanjutkan perjalanan.[4] Dalam penggunaannya, sepur kantong juga dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan atau stabling kereta saat tidak beroperasi. Di stasiun yang memiliki percabangan rel ke lintas tertentu, sepur kantong bisa saja memfasilitasi pembangunan perpanjangan jalur pada masa depan, di mana operator hanya perlu untuk melepas jalur badug dan melakukan perpanjangan jalur.
Secara umum, tata letak jalur ini digabunkan dari dua jalur yang berbeda, masing-masing untuk satu jalur. Sepur kantong akan ditempatkan di antara kedua jalur tersebut dan dihubungkan oleh wesel atau switches di kedua sisinya. Meskipun sebagian besar kereta akan melewati stasiun dan melanjutkan perjalanan ke arah yang sama, kereta tertentu dapat diarahkan oleh pusat kendali untuk masuk ke sepur kantong. Setelah itu, kereta dapat keluar dari sepur kantong dan kembali ke arah yang berlawanan untuk kembali menuju peron.[5]
Pemakaian
[sunting | sunting sumber]Amerika Serikat
[sunting | sunting sumber]
BART dan Washington Metro memiliki sepur kantong untuk memungkinkan trem berbalik arah. BART menempatkan sepur kantong pada Stasiun Pittsburg Center, yang menghubungkan peron satu dan peron dua, masing-masing peron secara reguler hanya dapat dilalui dari satu arah yang berbeda, sehingga apabila terdapat kereta yang mengakhiri perjalanan di stasiun ini maka kereta tersebut dilangsir ke sepur kantong terlebih dahulu sebelum akhirnya berjalan ke peron yang berlawanan dari arah datangnya kereta tersebut saat memasuki stasiun ini.[6] Pada Washington Metro, Stasiun Silver Spring memiliki sepur kantong yang sama untuk menyimpan dan memindahkan arah laju lokomotif bila mengakhiri perjalanan di stasiun tersebut. Pada 19 Agustus 2004, sebuah kereta mengalami anjlok pada bogie depan rangkaian saat hendak melewati wesel ke jalur utama.[7]
Indonesia
[sunting | sunting sumber]Sepur kantong tidak umum digunakan dalam pedoman perkeretaapian di Indonesia. Namun konsep dan fungsinya sudah diterapkan sejak lama, khususnya pada sistem kereta komuter atau KRL (Kereta Rel Listrik). Secara fungsional, jalur ini bisa disebut sebagai jalur pembalik, meskipun dalam istilah perkeretaapian Indonesia yang digunakan oleh operator Kereta Api Indonesia lebih relevan disebut sebagai sepur simpang. Dalam kamus perkeretaapian dunia, sepur simpang dan sepur kantong memiliki fungsi yang berbeda. Salah satu contoh paling jelas bisa dilihat pada stasiun-stasiun yang berfungsi sebagai titik balik perjalanan KRL, misalnya di Stasiun Tanah Abang, yang memiliki dua sepur simpang pada ujung stasiun menuju Stasiun Duri. Jalur ini digunakan untuk mengubah arah perjalanan KRL dari jalur terminus Stasiun Tanah Abang menjadi terminus Stasiun Rangkasbitung. Secara operasional, KRL akan bergerak dari jalur tiga ke jalur kantong, kemudian berbalik arah dan masuk ke jalur lima atau enam untuk mengangkut penumpang Lin Rangkasbitung.[8]
Pada sisi selatan Stasiun Tanah Abang, dahulu terdapat sepur kantong untuk mengubah arah kereta dari jalur tiga menuju jalur dua, tetapi karena panjang rel yang pendek, sepur kantong ini hanya digunakan untuk memindahkan arah laju lokomotif yang akan melakukan gerak langsir.
Pada sisi utara Stasiun Pasar Senen, terdapat sepur kantong yang terhubung dengan jalur dua Stasiun Pasar Senen yang memungkinkan membalik arah dan memindahkan kereta ke berbagai jalur yang tersedia di stasiun tersebut, digunakan untuk lokomotif dan rangkaian kereta yang baru saja keluar dari jalur stabling.
Stasiun Manggarai dan Stasiun Bekasi sebelum dilakukannya revitalisasi dan penataan ulang peron juga pernah memiliki sepur kantong, meskipun tidak digunakan pada operasional harian seperti halnya Stasiun Tanah Abang saat ini.
Galeri
[sunting | sunting sumber]-
Tampak sepur kantong di Stasiun Taichung di Taiwan
-
Tampak sepur kantong di Stasiun Hollywood di Amerika Serikat
-
Tampak sepur kantong di Stasiun Zweisimmen di Belanda
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Railway Technical Web Pages, UK. "Glossary: Centre Siding." Diarsipkan 2014-10-07 di Wayback Machine. Updated 2011-08-29.
- ^ TriMet MAX (Metropolitan Area Express), Portland, Oregon."Types of track layouts." Max FAQs. 2010-12-17.
- ^ "Pocket Tracks" (PDF). Metro 2025: Strategic Plan, 2013-2025 (Report). Washington Metropolitan Area Transit Authority. hlm. 67. Diakses tanggal August 8, 2016.
- ^ "Northgate Station" (PDF). Sound Transit. July 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal October 2, 2015. Diakses tanggal August 8, 2016.
- ^ Railway Technical Web Pages, UK. "US-UK Railway Terminology." Diarsipkan 2010-11-28 di Wayback Machine. Updated 2011-08-29.
- ^ TRB’s Transit Cooperative Research Program (2012). Track Design Handbook for Light Rail Transit (dalam bahasa Inggris). Transportation Research Board. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "WMATA | Metro News Release". WMATA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
- ^ Liputan6.com (2025-06-29). "KAI Ubah Pola Operasi KRL Rangkasbitung di Stasiun Tanah Abang, Ini yang Perlu Diperhatikan". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-09-03. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)