10 Insinerator Beroperasi di Samarinda, Wali Kota: Mampu Kurangi 160 Ton Sampah per Hari

Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun Hadir Dalam Memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan meresmikan pengoperasian insinerator pengolah sampah

Sekretariat DaerahKamis, 2 Juli 2026 WANDAN DEWI MURIA SARI, A.Md
10 Insinerator Beroperasi di Samarinda, Wali Kota: Mampu Kurangi 160 Ton Sampah per Hari
SAMARINDA.KOMINFONEWS- Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan meresmikan pengoperasian insinerator pengolah sampah, sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian di kota tersebut. Peresmian berlangsung di lokasi insinerator Kampung Baqa, Jalan Hasanuddin, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (30/6/2026). Lokasi tersebut mewakili sembilan unit insinerator lain yang tersebar di sejumlah wilayah Samarinda. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda ini dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TWAP, kepala perangkat daerah, camat se-Kota Samarinda, lurah se-Kecamatan Samarinda Seberang, serta perwakilan PT PLN, PDAM Tirta Kencana, Hotel Mesra, PT Pegadaian, dan RS Hermina. Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun mengatakan, kegiatan penanaman pohon yang turut digelar dalam peringatan tersebut dimaksudkan sebagai ajakan kepada masyarakat untuk berkontribusi nyata terhadap ketahanan iklim, alih-alih sekadar menyelenggarakan seremoni di dalam gedung. “Sebagai ajakan kepada masyarakat agar salah satu cara kita berpihak secara konkret, berafirmasi terhadap ketahanan iklim kita itu yang secara konkret ya menanam pohon, daripada sekadar kegiatan acara seremonial di dalam hotel, di gedung,” ujarnya. Pemilihan lokasi peresmian di insinerator Kampung Baqa, menurut Wali Kota, dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa rencana pengoperasian insinerator yang telah lama disiapkan kini telah berjalan dan menunjukkan hasil di lapangan. Ia memaparkan, satu unit insinerator mampu mengurangi volume sampah minimal 8 ton per hari dalam satu shift operasional. Apabila dioperasikan dalam dua shift, jumlah tersebut dapat mencapai 16 ton, dan berpotensi bertambah jika dijalankan hingga tiga shift. “Jadi kalau misalnya kita bisa dua shift, maka bisa 16 ton, bisa tiga shift ya pokoknya perkaliannya 8. Dan ada 10 insinerator kita di Kota Samarinda. Jadi kalau rata-rata misalnya 16 ton dalam satu hari dikali 10, berarti kan ada 160 ton terjadi pengurangan terhadap 600 ton per hari dari jumlah total kita,” jelasnya. Andi Harun menambahkan, penambahan jumlah shift juga mempertimbangkan aspek kesejahteraan pekerja, mengingat semakin banyak shift yang dijalankan akan berdampak pada peningkatan pendapatan pengelola. Meski demikian, faktor kelelahan dan ketahanan fisik pekerja tetap menjadi pertimbangan utama sebelum penambahan shift diterapkan secara penuh. Mengenai kesiapan seluruh insinerator di sepuluh kecamatan Samarinda, Wali Kota memastikan proses pengoperasiannya dilakukan secara bertahap. Ia menyebut kendala yang masih dihadapi lebih banyak terkait faktor lingkungan, seperti akses jalan, sementara dari sisi kesiapan mesin secara umum telah rampung. “Secara bertahap, kalau mesinnya sudah siap semua cuma ada yang faktor lingkungannya misalnya ini jalan aksesnya, kalau mesinnya sudah pada siap semua,” pungkasnya.(FER/KMF.SMR/FOTO.TOM.DOKPIM) Tampilkan lebih sedikit
Sumber Informasi
setda.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli

Apakah halaman ini bermanfaat?

Masukan Anda membantu kami memperbaiki konten.