Wawali Saefuddin Zuhri Resmikan Masjid Al Hikam Lil Ta'ib, Ajak Masyarakat Menjadikan Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat

Wawali Saefuddin Zuhri Resmikan Masjid Al Hikam Lil Ta'ib, Ajak Masyarakat Menjadikan Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat

Kegiatan MasyarakatMinggu, 28 Juni 2026Administrator PPID
Wawali Saefuddin Zuhri Resmikan Masjid Al Hikam Lil Ta'ib, Ajak Masyarakat Menjadikan Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M. meresmikan Masjid Al Hikam Lil Ta'ib yang dirangkaikan dengan Milad ke-10 Majelis Al Hikam Pencerah Hati, Sabtu (27/6/2026), di Masjid Al Hikam Lil Ta'ib, Jalan Saliki 10, Kelurahan Sempaja Utara.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Wali Kota sebagai simbol dimulainya pemanfaatan masjid yang dibangun secara swadaya oleh jamaah dan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Asisten I Setda Kota Samarinda, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), unsur Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Perwakilan Kecamatan dan Kelurahan setempat, para ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah.

Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian masjid sekaligus peringatan satu dekade berdirinya Majelis Al Hikam. Ia menjelaskan bahwa perjalanan majelis dimulai sejak tahun 2016 dengan sistem pengajian berpindah-pindah dari rumah ke rumah hingga masjid ke masjid sebelum akhirnya memiliki tempat tetap.

Menurutnya, keberadaan Masjid Al Hikam Lil Ta'ib merupakan jawaban atas cita-cita jamaah yang selama bertahun-tahun menginginkan pusat kegiatan dakwah dan pembelajaran Islam yang permanen.

"Selama ini kami mengaji secara berpindah-pindah. Alhamdulillah, dengan wakaf tanah dari Ibu Hajah Nur Rosidah seluas sekitar 950 meter persegi, cita-cita memiliki masjid sendiri akhirnya dapat terwujud," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan masjid dimulai setelah penyebaran proposal pada Juni 2023 dan seluruh proses pembangunan dilakukan melalui gotong royong jamaah serta dukungan para donatur tanpa bantuan anggaran pemerintah.

"Semua ini murni swadaya. Jamaah menyumbang sesuai kemampuan, baik tenaga, pikiran maupun materi. Setiap hari Minggu kami bergotong royong membangun masjid hingga akhirnya dapat digunakan untuk kegiatan pengajian rutin," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa Majelis Al Hikam kini telah berkembang menjadi enam kelompok pengajian yang tersebar di berbagai wilayah Samarinda, di antaranya Al Hikam Pusat, Majelis Taklim Al Ikhsan, Jamaah Ngaji Roso, Jamaah Noto Ati, Jamaah Al Barokah, dan Maiyatul Hikam yang menjadi wadah kreativitas generasi muda melalui pendekatan seni.

Konsep pengajian Al Hikam, lanjutnya, tidak hanya menekankan aspek keilmuan, tetapi juga pembinaan hati dan akhlak melalui pendekatan "Ngaji Roso" atau menata hati agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, pihaknya juga berencana melanjutkan pembangunan ruang belajar Al-Qur'an dan fasilitas pendidikan lainnya sehingga masjid dapat menjadi pusat pembinaan umat secara lebih luas.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong jamaah dalam membangun rumah ibadah. Menurutnya, berdirinya Masjid Al Hikam Lil Ta'ib merupakan bukti bahwa kebersamaan masyarakat mampu melahirkan karya besar yang memberi manfaat bagi umat.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus mensyukuri nikmat Allah SWT dengan memperbanyak ibadah dan memperkuat pembinaan spiritual.

"Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga tempat memperbaiki diri, menata hati, memperkuat ukhuwah, dan membangun masyarakat yang lebih baik," ujarnya.

Dalam sambutannya, Saefuddin juga mengaku harus membagi waktu menghadiri beberapa kegiatan pada malam yang sama. Namun, ia memilih hadir memenuhi undangan Majelis Al Hikam sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan jamaah dalam membangun masjid.

Suasana sambutan berlangsung hangat ketika ia menceritakan pengalamannya menuju lokasi masjid yang harus melewati jalan lingkungan yang berliku. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang dirasakan masyarakat.

"Saya kira jalannya lurus, ternyata setelah masuk cukup berliku. Ini menjadi masukan bagi kami bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diperhatikan pemerintah. Mudah-mudahan ke depan kondisi jalan di kawasan ini dapat semakin baik," katanya disambut senyum para jamaah.

Ia mengakui kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini masih menghadapi tantangan akibat penurunan kapasitas fiskal. Namun demikian, Pemerintah Kota Samarinda tetap berkomitmen memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Selain itu, Saefuddin berharap keberadaan Masjid Al Hikam Lil Ta'ib tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi mampu menjadi pusat lahirnya generasi yang memiliki akhlak mulia, kecintaan terhadap ilmu agama, serta semangat menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Usai menyampaikan sambutan, Wakil Wali Kota secara resmi meresmikan Masjid Al Hikam Lil Ta'ib dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan para ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh jamaah yang hadir.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi Majelis Al Hikam yang genap berusia sepuluh tahun dalam memperkuat kiprah dakwah, pendidikan, serta pembinaan spiritual masyarakat Kota Samarinda. Acara kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Maqolah Kitab Al Hikam tentang Waktu oleh KH. Khoirul Anam, dan TaTaushiah oleh pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah, K.H. Muhammad Andi Faishol, sebagai penceramah utama. (ASYA/KMF-SMR/FOTO-DOKPIM)

Sumber Informasi
ppid.samarindakota.go.id
Buka Sumber Asli

Apakah halaman ini bermanfaat?

Masukan Anda membantu kami memperbaiki konten.