Andi Harun Perkuat Sinergi Forkopimda, Inflasi Terkendali dan Stabilitas Daerah Terjaga
Andi Harun Perkuat Sinergi Forkopimda, Inflasi Terkendali dan Stabilitas Daerah Terjaga

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat sinergi dan konsolidasi lintas sektor guna menjaga stabilitas keamanan, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Samarinda yang dipimpin Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, di Anjungan Balai Kota Samarinda, Rabu (24/6/2026). Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdulah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Kepala Kejari Samarinda Dr Haedar SH MH, Dandim 0901 Samarinda Letkol Inf Arif Hermad, Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Samarinda Radityo Baskoro, Dandempom VI/SMD Letkol CPM Nur Makhmud, Danlanud Dhomber Mayor Pom Antonius, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda Riza Arian Noor, Sekda Samarinda Neneng Chamelia Shanti, ketua TWAP sekaligus ketua FKUB kota Samarinda Syaparuddin dan jajaran pejabat terkait di lingkungan Pemkot Samarinda.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, konsolidasi bersama Forkopimda dilakukan secara rutin setiap bulan untuk memastikan kondisi kota tetap kondusif sekaligus merespons berbagai perkembangan yang terjadi di tingkat lokal, nasional, maupun global.
“Konsolidasi dengan Forkopimda menjadi agenda rutin yang terus kita lakukan setiap bulan untuk menjaga kondusivitas kota. Berbagai perkembangan dan kondisi yang terjadi kita bahas bersama, termasuk langkah-langkah penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Menurut Andi Harun, penguatan sinergi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi sebagaimana mandat pemerintah pusat.
Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang stabil.
“Pengendalian inflasi dan menjaga perkembangan ekonomi merupakan tugas bersama. Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu diperlukan sinergi seluruh unsur Forkopimda dan aparat penegak hukum agar kondisi keamanan tetap kuat dan solid,” katanya.
Andi Harun menambahkan, kolaborasi yang selama ini terbangun telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan Kota Samarinda.
“Dampaknya dapat kita lihat bersama. Pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda terus menunjukkan tren positif dan kondisi kamtibmas alhamdulillah tetap terkendali. Walaupun ada satu atau dua kejadian, namun tidak menonjol dan dapat ditangani dengan baik,” tuturnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, memaparkan potensi dampak perubahan iklim yang diperkirakan terjadi pada semester II tahun 2026. Berdasarkan analisis BMKG, fenomena El Niño yang diprediksi menguat disertai kecenderungan IOD Positif berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih kering dibanding kondisi normal.
Kondisi tersebut berisiko meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan, mengurangi ketersediaan air bersih, menurunkan produktivitas pertanian dan perikanan, serta berpotensi memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, melaporkan bahwa secara umum ketersediaan barang kebutuhan pokok di Kota Samarinda masih dalam kondisi aman dan pasokan tetap terjaga.
Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami gejolak harga, di antaranya bawang merah, cabai rawit merah, dan tepung kanji. Untuk bawang merah dan cabai rawit merah, tren harga menunjukkan penurunan dalam beberapa pekan terakhir, sedangkan tepung kanji mengalami kenaikan akibat faktor pasokan dan meningkatnya permintaan di pasar global.
Menurut Nurrahmani, dinamika harga dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca, ketergantungan pasokan dari luar daerah, hingga perkembangan geopolitik dan perdagangan global yang berdampak pada rantai distribusi dan biaya logistik.
Meskipun terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas, Pemerintah Kota Samarinda memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan inflasi daerah masih berada dalam kondisi terkendali.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda, Yosua Laden, menjelaskan bahwa rapat koordinasi Forkopimda bertujuan membahas berbagai isu aktual yang berpotensi memberikan dampak terhadap Kota Samarinda, baik yang berasal dari tingkat internasional maupun nasional.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Samarinda berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat koordinasi dan respons cepat terhadap berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan, ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.(DON/KMF-SMR || FOTO: ARY DOKPIM)
