Hubungan Denmark dengan Kosovo
Denmark |
Kosovo |
|---|---|
Hubungan Denmark dengan Kosovo adalah hubungan luar negeri antara Denmark dan Kosovo. Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada tanggal 17 Februari 2008 dan Denmark mengakui kemerdekaannya pada tanggal 21 Februari 2008.[1] Denmark telah menjadi pendukung kuat upaya pembangunan negara Kosovo dan integrasi Eropa sejak kemerdekaannya. Duta Besar Denmark untuk Kosovo, yang berada di bawah kedutaan besar di Wina, Austria, telah ditempatkan di Kosovo sejak tanggal 6 Maret 2008.[2]
Denmark telah memberikan dukungan politik dan keuangan yang penting kepada Kosovo, terutama di bidang-bidang seperti tata kelola, supremasi hukum, dan hak asasi manusia.[3] Pengakuan Denmark terhadap Kosovo merupakan bagian dari komitmennya yang lebih luas terhadap stabilitas kawasan dan integrasi Eropa. Selain pengakuan diplomatik, Denmark telah menjadi peserta aktif dalam pembangunan Kosovo melalui berbagai program bantuan, termasuk dukungan untuk lembaga-lembaga demokrasi, masyarakat sipil, dan pembangunan ekonomi.[4]
Sewa penjara
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2021, Kosovo dan Denmark menandatangani perjanjian agar Kosovo menyewakan 300 sel penjara kepada Denmark, dengan imbalan sekitar 200 juta euro selama 10 tahun.[5] Perjanjian tersebut, yang diratifikasi oleh parlemen Kosovo pada tahun 2024, memungkinkan Denmark untuk menampung narapidana asing yang dihukum di Denmark, khususnya migran, di Kosovo untuk sisa masa hukuman mereka. Meskipun Kosovo akan mendapat manfaat finansial dari kesepakatan tersebut, beberapa pihak berpendapat bahwa hal itu menetapkan preseden yang berbahaya, dengan kekhawatiran tentang pelanggaran hak asasi manusia dan potensi kepadatan berlebihan di sistem penjara Kosovo. Kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan kekhawatiran tentang kondisi yang mungkin dihadapi narapidana, dengan mengutip tuduhan penyiksaan di penjara-penjara Kosovo. Meskipun demikian, para pendukung, termasuk partai Vetevendosje yang berkuasa di Kosovo, berpendapat bahwa kesepakatan tersebut dapat meningkatkan standar penjara lokal, karena fasilitas tersebut akan direnovasi sesuai spesifikasi Denmark, dan personel Denmark akan membantu dalam mengelola penjara tersebut.[6][7]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ "DENMARK RECOGNISES KOSOVO". ambprag.um.dk. 22 February 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-24. Diakses tanggal 2008-02-22.
- ^ "Denmark's relations with Kosovo" (dalam bahasa Dansk). ambwien.um.dk. 6 March 2008. Diarsipkan dari asli tanggal December 27, 2008. Diakses tanggal 2008-05-16.
- ^ Krasniqi, Edona (2024-05-15). "President Osmani was received by the Prime Minister of Denmark Mette Frederiksen: Throughout all the state building stages, Denmark's support for Kosovo has been unwavering". President of the Republic of Kosovo - DR. VJOSA OSMANI - SADRIU (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-11-30.
- ^ "21.10.2025 Statement by Denmark at the UNSC Briefing on Kosovo". DK4UNSC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Selmani, Jakob Weizman, Belkisa (2024-10-28). "Kosovo Counts Cost and Benefit of Prisoner Deal with Denmark". Balkan Insight (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-11-30. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ "Denmark to rent 300 prison cells in Kosovo to ease overcrowding". 20 December 2021.
- ^ "205th meeting of the Government". Zyra e Kryeministrit. Diakses tanggal 2024-11-30.