Konsonan gesek pasca rongga-gigi bersuara
| Konsonan gesek pasca rongga-gigi bersuara | |||
|---|---|---|---|
| dʒ | |||
| d̠ʒ | |||
| ʤ | |||
| Nomor IPA | 104 135 | ||
| Pengodean karakter | |||
| Entitas (desimal) | d͡ʒ | ||
| Unikode (heks) | U+0064 U+0361 U+0292 | ||
| X-SAMPA | dZ atau d_rZ | ||
| Kirshenbaum | dZ | ||
| |||
| Sampel suara | |||
Konsonan desis gesek pasca rongga-gigi bersuara, gesek pasca rongga-gigi bersuara atau gesekan desis pasca rongga-gigi dengan lidah berbentuk kubah merupakan tipe suara konsonantal yang digunakan dalam banyak bahasa lisan. Suara ini dilambangkan dalam Alfabet Fonetik Internasional sebagai ⟨d͡ʒ⟩ (sebelumnya juga menggunakan ligatur ⟨ʤ⟩), atau berupa ⟨ɟ⟩ dalam beberapa transkripsi luas. Simbol tersebut memiliki pengkodean karakter dalam X-SAMPA sebagai dZ. Alternatif lainnya untuk huruf ini dalam karya-karya bertopik linguistik, khususnya pada literatur Amerika, sebagai ⟨ǰ⟩, ⟨ǧ⟩, ⟨ǯ⟩, dan ⟨dž⟩. Fonem ini terdapat dalam kotak fonem bahasa Indonesia (seperti dalam "Ajakan")dan dilambangkan secara ortografik sebagai ⟨j⟩.
Karakteristik konsonan
[sunting | sunting sumber]Karakteristik konsonan dari konsonan gesek pasca rongga-gigi bersuara adalah:
- Cara artikulasinya adalah desis gesek (afrikatif) yang berarti dihasilkan dengan cara menghentikan aliran udara secara menyeluruh kemudian mengalirkan aliran udara pada ujung lancip dari gigi dengan lidah, artikulasi ini akan menghasilkan turbulensi frekuensi tinggi.
- Fonasinya yakni bersuara, yang berarti pita suara bergetar saat artikulasinya.
- Ini adalah konsonan lisan, yang berarti aliran udara hanya melalui mulut
- Ini adalah konsonan pusat, yang berarti dihasilkan dengan mengarahkan aliran udara di sepanjang bagian tengah lidah, bukan ke samping.
- Mekanisme aliran udaranya adalah tekanan paru-paru, yang berarti diartikulasikan dengan mendorong udara hanya dengan paru-paru dan diafragma, seperti pada kebanyakan bunyi.
Konsonan nirdesis gesek pasca rongga-gigi bersuara
[sunting | sunting sumber]| Konsonan nirdesis gesek pasca rongga-gigi bersuara | |
|---|---|
| d̠ɹ̠˔ | |
| dɹ̝˗ | |
| Sampel suara | |
Karakteristik konsonan
[sunting | sunting sumber]- Cara artikulasinya adalah gesek (afrikat), yang berarti dihasilkan dengan pertama tama menghentikan aliran udara secara keseluruhan, kemudian melepaskan aliran udara tersebut melalui saluran yang berkontraksi ataupun menyempit di tempat artikulasi, yang menghasilkan turbulensi.
- Konsonan gesek ini merupakan konsonan gesek nirdesis, sehingga tidak menghasilkan pelepasan aliran udara dalam frekuensi tinggi dalam penghasilan fonem secara keseluruhan
- Fonasinya yakni bersuara, yang berarti pita suara bergetar saat artikulasinya.
- Ini adalah konsonan lisan, yang berarti aliran udara hanya melalui mulut
- Ini adalah konsonan pusat, yang berarti dihasilkan dengan mengarahkan aliran udara di sepanjang bagian tengah lidah, bukan ke samping.
- Mekanisme aliran udaranya adalah tekanan paru-paru, yang berarti diartikulasikan dengan mendorong udara hanya dengan paru-paru dan diafragma, seperti pada kebanyakan bunyi.
Penggunaaan
[sunting | sunting sumber]| Bahasa | Kata | IPA | Arti | Catatan | |
|---|---|---|---|---|---|
| Inggris | Australia[1] | dream | [d̠͡ɹ̠˔ʷɪi̯m] | 'mimpi' | Pelepasan fonetik dari himpunan konsonan inisial tertekan /dr/.[1][2][3][4] Dalam pelafalan Amerika Umum dan Received Pronunciation, fonem ini biasanya juga dilepaskan sebagai [d͡ɹ̝].[2] Lihat Fonologi bahasa Inggris Australia dan Fonologi bahasa Inggris |
| Bahasa Amerika[2][3] | |||||
| Received Pronunciation[2][3] | |||||
| Port Talbot[4] | [d̠͡ɹ̠˔iːm] | ||||
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ a b Cox & Fletcher (2017), hlm. 144.
- ^ a b c d Gimson (2014), hlm. 177, 186–188, 192.
- ^ a b c Wells (2008).
- ^ a b Connolly (1990), hlm. 121.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Barbosa, Plínio A.; Albano, Eleonora C. (2004), "Brazilian Portuguese", Journal of the International Phonetic Association, 34 (2): 227–232, doi:10.1017/S0025100304001756
- Connolly, John H. (1990), "Port Talbot English", dalam Coupland, Nikolas; Thomas, Alan Richard (ed.), English in Wales: Diversity, Conflict, and Change, Multilingual Matters Ltd., hlm. 121–129, ISBN 1-85359-032-0
- Cox, Felicity; Fletcher, Janet (2017) [First published 2012], Australian English Pronunciation and Transcription (Edisi 2nd), Cambridge University Press, ISBN 978-1-316-63926-9
- Danyenko, Andrii; Vakulenko, Serhii (1995), Ukrainian, Lincom Europa, ISBN 9783929075083
- Dąbrowska, Anna (2004), Język polski, Wrocław: wydawnictwo Dolnośląskie, ISBN 83-7384-063-X
- Dubisz, Stanisław; Karaś, Halina; Kolis, Nijola (1995), Dialekty i gwary polskie, Warsaw: Wiedza Powszechna, ISBN 83-2140989-X
- Dum-Tragut, Jasmine (2009), Armenian: Modern Eastern Armenian, Amsterdam: John Benjamins Publishing Company
- Gimson, Alfred Charles (2014), Cruttenden, Alan (ed.), Gimson's Pronunciation of English (Edisi 8th), Routledge, ISBN 9781444183092
- Mangold, Max (2005) [First published 1962], Das Aussprachewörterbuch (Edisi 6th), Mannheim: Dudenverlag, ISBN 978-3-411-04066-7
- Merrill, Elizabeth (2008), "Tilquiapan Zapotec" (PDF), Journal of the International Phonetic Association, 38 (1): 107–114, doi:10.1017/S0025100308003344
- Peters, Jörg (2006), "The dialect of Hasselt", Journal of the International Phonetic Association, 36 (1): 117–124, doi:10.1017/S0025100306002428
- Rogers, Derek; d'Arcangeli, Luciana (2004), "Italian", Journal of the International Phonetic Association, 34 (1): 117–121, doi:10.1017/S0025100304001628
- Shosted, Ryan K.; Chikovani, Vakhtang (2006), "Standard Georgian" (PDF), Journal of the International Phonetic Association, 36 (2): 255–264, doi:10.1017/S0025100306002659
- Watson, Janet (2002), The Phonology and Morphology of Arabic, New York: Oxford University Press
- Wells, John C. (2008), Longman Pronunciation Dictionary (Edisi 3rd), Longman, ISBN 9781405881180
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Daftar bahasa dengan [d̠ʒ] di PHOIBLE
