Museum Pusaka

Basis Pengetahuan Terbuka Wikipedia Indonesia

Museum Pusaka adalah salah satu museum di Taman Mini Indonesia Indah[1] yang khusus mengoleksi dan memamerkan benda-benda pusaka.[2]

Peresmian

[sunting | sunting sumber]

Lokasinya berada di jalur selatan Taman Mini Indonesia Indah di antara Museum Keprajuritan Indonesia dan Museum Serangga dan Taman kupu-Kupu,[butuh rujukan] berupa bangunan khas karena di atas atapnya terdapat bentuk keris.[3] Tujuan didirikannya Museum Pusaka ialah untuk mengadakan pengumpulan benda-benda pusaka dan melakukan pelestarian, perawatan dan publikasi terhadapnya.[4] Museum Pusaka juga mengoleksi benda-benda budaya berupa senjata tradisional untuk dapat dipamerkan kepada generasi penerus agar merasa bangga terhadap bangsanya dan dapat dimanfaatkan bagi yang ingin melakukan studi dan penelitian mengenai senjata.[5] Museum Pusaka diresmikan pada tanggal 20 April 1993 oleh Presiden Soeharto.[6]

Fasilitas

[sunting | sunting sumber]

Gedung Museum Pusaka terdiri dari dua lantai.[2] Luas bangunan Museum Pusaka ialah 1.535 m2.[7] Bangunannya menempati lahan seluas 3.800 m2.[2] Museum Pusaka memiliki fasilitas berupa ruang pameran, ruang informasi, ruang konservasi, auditorium, ruang administrasi dan ruang bimbingan edukasi.[8] Di dalam Museum Pusaka juga terdapat ruang bursa dan ruang cendera mata.[3]

Koleksi dan kegiatan

[sunting | sunting sumber]

Koleksi-koleksi terawal pada Museum Pusaka merupakan koleksi pribadi Mas Agung yang telah dijadikan hibah oleh Sri Lestari kepada ketua Yayasan Harapan Kita yaitu Siti Hartinah. Jumlah koleksi Museum Pusaka bertambah banyak setelah dilakukan pembelian senjata tradisional yang berasal dari 26 provinsi di Indonesia.[9]

Selain memeragakan benda-benda koleksi senjata seluruh nusantara, ruang pameran juga menginformasikan berbagai hal mengenai pusaka, misalnya rincian pusaka, ragam bentuk pusaka, zaman pembuatan pusaka, ragam hias bilah pusaka, berbagai pusaka khas daerah, pusaka dari zaman ke zaman, dan pusaka hasil temuan. Jenis-jenis kayu untuk membuat pusaka serta ruang besalen (tempat kerja empu pembuat keris) dan peralatannya melengkapi pameran.[8]

Keris Nagasasra Sabuk Inten zaman Mataram, kujang zaman Pajajaran, keris Singa Barong tinatah mas, karih dari Sumatra, belati zaman Kerajaan Mataram, kudi zaman kerajaan Tuban, pedang zaman Hamengku Bowono IX, dan keris Naga Tapa dari Yogyakarta dipajang sebagai benda-benda pusaka unggulan karena langka dan melegenda.[10]

Selain pameran tetap, museum juga melaksanakan pameran berkala baik di dalam maupun bekerjasama dengan pihak luar. Kegiatan lain yang ditawarkan kepada umum adalah penjamasan pusaka, konsultasi pusaka, dan bursa pusaka bagi yang berminat mengoleksi benda-benda pusaka.[2]

Kunjungan

[sunting | sunting sumber]

Buka hari Senin-Minggu pukul 09:00 - 16:00 WIB.[11]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. CIPAYUNG". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 29 Mei 2025. ;
  2. ^ a b c d Salim, Polniwati; Ruki, Ulli Aulia; Wulandari, Anak Agung Ayu (2020-04-02). "STUDI TATA PAJANG KERIS PADA MUSEUM PUSAKA, TAMAN MINI INDONESIA INDAH". Narada : Jurnal Desain dan Seni. 7 (1): 1–14. doi:10.22441/narada.2020.v7.i1.001. ISSN 2621-5233.
  3. ^ a b "MUSEUM PUSAKA - tmii". 2023-09-07. Diakses tanggal 2025-06-02.
  4. ^ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 278. ISBN 978-979-8250-66-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ "Museum Pusaka Taman Mini Indonesia". pdfcoffee.com. Diakses tanggal 2025-06-02.
  6. ^ Dimyati, Edi (2010). 47 Museum Jakarta. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 45–47. ISBN 978-979-22-5501-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Dimyati, Edi (2013). 47 Museum Jakarta. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 45. ISBN 9786020343587. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ^ a b Husni, M., dkk. (1994). Direktori Museum-Museum di Indonesia (PDF). Jakarta: Proyek Pengembangan Permuseuman Jakarta. hlm. 22. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ^ Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan (2012). Album Budaya: Direktori Museum Indonesia (PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 206–207. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ^ "Budayaku Bersatu dan Tumbuh Lestari di Taman Mini Indonesia Indah". KOMPASIANA. 2015-03-31. Diakses tanggal 2025-06-02.
  11. ^ "Instagram". Instagram Museum Pusaka (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-02.