Serangan Amerika Serikat di Venezuela 2026
| Operasi Resolusi Mutlak | |
|---|---|
| Bagian dari Krisis di Venezuela, perang melawan teror dan perang melawan narkoba. Terkait dengan serangan AS sebelumnya terhadap terduga pengedar narkoba, peningkatan kekuatan militer di Karibia, dan Operasi Tombak Selatan | |
| |
| Lokasi | Venezuela bagian utara, termasuk Caracas Raya |
| Perencana | Departemen Pertahanan Amerika Serikat |
| Pemimpin | Donald Trump |
| Sasaran | |
| Tanggal | 3 Januari 2026 02.01 – 04.29[1] (VET, UTC−04:00) |
| Dieksekusi oleh | |
| Hasil |
|
| Korban | Tewas:
Cedera: |
Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro serta istrinya, Cilia Flores.[17][18] Serangan tersebut, yang diberi sandi Operasi Resolusi Mutlak (Absolute Resolve),[19][20] dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat, saat suara ledakan mulai terdengar.[21] Angkatan Bersenjata Amerika Serikat membom infrastruktur di seluruh wilayah utara Venezuela guna menekan sistem pertahanan udara Venezuela dan sebuah pasukan penangkap menyerang kediaman Maduro di Ibu Kota Caracas.[22][23] Maduro dan Flores diterbangkan ke Kota New York oleh pasukan AS untuk menghadapi persidangan di sana.[24][25]
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bahwa Maduro dan Flores telah didakwa atas beberapa tuntutan terkait terorisme narkoba.[26][27] Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas tuntutan yang ditujukan kepada mereka pada persidangan di pengadilan federal Manhattan pada 5 Januari 2026.[28][29] Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya melakukan pembenaran atas operasi serangan ini, menyatakannya sebagai sebuah tindakan penegakan hukum, dengan dukungan militer, yang dilakukan presiden "dengan wewenang konstitusional yang melekat pada dirinya".[30]
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyatakan bahwa penangkapan Maduro dan istrinya merupakan sebuah penculikan.[31] Pemerintah Venezuela menyatakan setidaknya 23[a] petugas keamanan Venezuela terbunuh selama penyerangan.[10] Pemerintah Kuba mengatakan bahwa 32 anggota militer dan badan intelijen Kuba terbunuh dalam serangan ini.[32][14] Para petinggi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), AS, dan negara-negara lainnya,[b][33] serta para pakar hukum internasional mengatakan bahwa serangan ini melanggar Piagam PBB dan kedaulatan Venezuela.[34][35][36] Reaksi-reaksi lain di seluruh dunia mencakup perayaan oleh diaspora Venezuela dan berbagai protes atas serangan ini.[37][38]
Pemerintahan petahana Venezuela tetap menjabat, dan Rodríguez disumpah sebagai penjabat presiden pada 5 Januari 2026.[39] Beberapa tahanan politik (termasuk warga asing) yang ditahan di Venezuela dibebaskan,[40] sebuah langkah yang, menurut Trump, berkontribusi terhadap pencegahan terjadinya gelombang kedua serangan.[41] Pada 30 Januari, Rodríguez mengumumkan pemberian amnesti untuk para tahanan politik sejak tahun 1999 sampai sekarang.[42] Sampai 5 Februari, jumlah tahanan politik yang dilepaskan yang dikonfirmasi sejak 8 Januari adalah sebanyak 383 dari sekitar lebih dari 800 orang yang diperkirakan ditahan menurut organisasi hak asasi manusia.[43][44]
Trump dan pemerintahannya menyatakan secara jelas bahwa akses ke minyak Venezuela adalah alasan utama aksi serangan ini.[c] Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan atas pasokan minyak sebesar 50 juta barel dengan pihak pemerintah yang tersisa di Venezuela, dan $300 juta pertama telah diterima pihak Venezuela pada 20 Januari.[45] Pada 29 Januari, Rodríguez mengesahkan sebuah undang-undang baru yang memberikan kendali kepada perusahaan-perusahaan swasta atas produksi dan penjualan minyak Venezuela.[46] Dalam waktu bersamaan, Amerika Serikat mencabut sanksi yang dikenakan terhadap perdagangan minyak Venezuela.[47]
Latar belakang
[sunting | sunting sumber]Politik, ekonomi, dan internasional
[sunting | sunting sumber]Nicolás Maduro telah dikritik atas pemerintahan otoriternya sejak ditunjuk oleh Hugo Chávez sebagai Presiden Venezuela selanjutnya pada tahun 2013.[48] Menurut Reuters, "Maduro memimpin Venezuela dengan tangan besi... bertanggung jawab atas terjadinya krisis ekonomi dan sosial yang mendalam serta menolak tekanan dari pihak lawan di dalam negeri dan pemerintah asing untuk adanya perubahan politik", dan "sejak lama dituduh oleh para kritikus baik di dalam maupun luar negeri sebagai seorang diktator yang memenjarakan atau menganiaya lawan politik dan berulang kali menggelar pemilihan palsu".[48] Venezuela juga telah menghadapi krisis ekonomi sejak kelebihan pasokan minyak pada tahun 2010-an, karena ekonomi negara ini bergantung pada ekspor minyak.[49]
Selama bertahun-tahun pemerintah AS menekan Maduro, menyatakan Maduro sebagai "pemimpin ilegal".[50] Kemenangan Maduro dalam pemilihan umum presiden 2018 diragukan dan 45 negara tidak mengakui hasil pemilihan tersebut, menyebabkan terjadinya krisis kepresidenan yang membelah komunitas internasional sejak tahun 2019 sampai 2023.[51] Tanpa adanya penghitungan hasil pemungutan suara, Maduro dinyatakan sebagai pemenang pemilihan umum presiden 2024 oleh Dewan Pemilihan Nasional yang dikuasai oleh pemerintah; hasil pemilu ini "dikecam secara luas sebagai sebuah kecurangan oleh para pengamat internasional dan pihak oposisi"[48] yang menemukan kejanggalan statistik dalam hasil pemilu.[48][52][53][54] Pihak oposisi menunjukkan bukti dan hasil penghitungan suara bahwa kandidat mereka, Edmundo González, telah memenangkan mayoritas suara, sesuai dengan jajak pendapat yang diambil sebelum pemilu,[55][56] yang menurut The New York Times "diyakini secara luas telah memenangkan pemilihan dengan telak".[57] Pemerintah Venezuela mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap González, yang kemudian meninggalkan negara tersebut dan memperoleh suaka di Spanyol.[58] Pada Januari 2025, pemerintahan Biden mengakui González sebagai presiden terpilih Venezuela yang sah.[57] Setidaknya sejak tahun 2020, pemerintahan Trump telah berusaha untuk menuntut Maduro dengan tuntutan terorisme narkoba.[59] Dalam sebuah konferensi pers pada tahun 2023, Trump mengatakan, "Venezuela hampir runtuh. Kami akan mengambil alih negara tersebut ...[dan] menyimpan seluruh minyaknya."[60]
Cilia Flores adalah seorang pengacara dan politisi Venezuela yang naik ke tampuk kekuasaan setelah mewakili Chávez,[61] yang dipenjara setelah percobaan kudeta tahun 1992; Flores membantu pembebasan dirinya di tahun 1994.[62] Ia adalah sosok berpengaruh dalam gerakan ideologi Chavez, Chavismo, meskipun ia dikenal sebagai orang yang menjaga penampilan dirinya di depan publik tetap minimal.[63] Pada tahun 2000, satu tahun setelah Chavez menjadi presiden Venezuela, Flores meraih suara untuk duduk di Majelis Nasional.[64] Setelah menjadi presiden Majelis Nasional di tahun 2006, ia melarang para jurnalis dari ruang legislatif, dan dikritik. Ia juga dikritik karena menunjuk banyak anggota keluarganya untuk menjabat di berbagai posisi pejabat publik Venezuela.[65] Ia adalah Jaksa Agung Venezuela dari tahun 2012 sampai 2013.[66] Flores dan Maduro, yang telah saling mengenal satu sama lain sejak tahun 1990-an, menikah pada tahun 2013 setelah Maduro menggantikan Chávez sebagai presiden.[67] Maduro menggunakan istilah "primera combatiente" atau "Kombatan Utama" revolusi, bukan dengan istilah Ibu Negara.[68] Petugas Badan Narkotika Amerika Serikat (DEA) menangkap dua keponakan laki-lakinya dalam sebuah operasi jebakan di Haiti pada tahun 2015, dan mereka divonis atas tuduhan konspirasi terkait narkoba, namun mereka dibebaskan pada tahun 2022 dalam sebuah pertukaran tahanan dengan pemerintahan Biden.[69] Flores telah dijatuhi sanksi atau dijadikan subjek larangan berpergian oleh Amerika Serikat, Kanada, Panama, dan Kolombia atas tuduhan korupsi dan melemahkan demokrasi.[70]
Sumber daya minyak dan mineral
[sunting | sunting sumber]
Venezuela memegang cadangan minyak terbesar di dunia, diperkirakan sebanyak 17% dari total cadangan minyak dunia, atau 300 milyar barel.[73] Pada Desember 2025, AS mulai melakukan blokade jalur laut, mencegat tanker-tanker resmi maupun ilegal yang membawa minyak mentah Venezuela.[74]
Operasi tahun 2025–2026 dipandang oleh pemerintah Trump sebagai upaya untuk mencapai tiga tujuan: melumpuhkan Maduro, mengganggu jalur perdagangan narkoba, dan memperoleh akses ke minyak Venezuela. Trump menyatakan bahwa seluruh hasil penjualan minyak yang didapat akan diberikan kepada masyarakat Venezuela, perusahaan-perusahaan minyak AS, dan "kepada Amerika Serikat dalam bentuk penggantian biaya atas kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan kepada negara kita oleh negara tersebut".[75] Setelah serangan, Trump dalam konferensi persnya menyatakan secara jelas bahwa minyak merupakan motivasi utama operasi terhadap Venezuela.[c] Dengan merujuk pada restrukturisasi minyak Venezuela pada tahun 1976 dan 2007, Trump, Stephen Miller, dan lainnya mengeklaim bahwa Venezuela telah mencuri minyak dari perusahaan-perusahaan AS.[79][80][81][82] Pada 5 Januari, Trump menyatakan bahwa minyak yang disita akan diperlakukan sebagai aset AS, dan ia menegaskan kesediaannya untuk menjual atau menambahkan minyak itu ke Cadangan Minyak Strategis AS.[83] Pada 9 Januari, setelah penahanan kapal-kapal lainnya, dan pengembalian sebuah tanker ke Venezuela sebagai bagian dari operasi gabungan antara otoritas sementara di Venezuela dan AS, Trump berkata: "Tanker ini sekarang sedang dalam perjalanan kembali ke Venezuela, dan minyak di dalamnya akan dijual melalui Kesepakatan Energi HEBAT, yang telah kita buat untuk penjualan-penjualan seperti itu."[84][85]
Pemerintahan Trump juga menunjukkan ketertarikan atas simpanan emas dan mineral bumi langka yang dimiliki Venezuela dalam jumlah besar. Beberapa ahli mencatat bahwa pemerintah Maduro sebelumnya telah mencoba menawarkan akses terhadap mineral-mineral ini kepada pihak AS dalam upaya yang gagal untuk mencegah aksi militer, dan operasi ini menandai kembalinya "imperialisme sumber daya".[78]
Trump menyatakan pada hari yang sama dengan operasi militer bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS akan berinvestasi sebanyak milyaran dolar untuk meningkatkan produksi minyak negara tersebut; ExxonMobil, ConocoPhillips, dan Chevron Corporation (perusahaan-perusahaan minyak utama AS) dilaporkan tidak mengetahui adanya rencana operasi pelengseran Maduro dan berbagai sumber yang tidak disebutkan namanya berkata bahwa mereka tidak pernah berdiskusi dengan pemerintahan Trump sebelum operasi militer soal rencana berinvestasi di Venezuela jika Maduro berhasil dilengserkan.[86][87] Lebih jauh lagi, Trump berkata bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS akan berinvestasi sebesar $100 milyar dalam produksi minyak Venezuela;[88][89] dalam sebuah pertemuan antara Trump dan eksekutif dari dua lusin perusahaan minyak pada 9 Januari, CEO ExxonMobil Darren Woods menyatakan bahwa Venezuela "tidak dapat menjadi target investasi" akibat kerangka hukum di negara tersebut sementara mayoritas eksekutif yang hadir dalam pertemuan tersebut tidak membuat komitmen investasi yang pasti.[90][91] Dahulu, ExxonMobil dan ConocoPhillips meninggalkan Venezuela setelah aset-aset mereka disita pada tahun 2007, sedangkan Chevron melanjutkan operasi mereka.[91] Dua hari setelah pertemuan tersebut, Trump menyampaikan kepada para reporter bahwa ia "cenderung" untuk tetap tidak membawa ExxonMobil ke Venezuela karena ia "tidak menyukai respons dari Exxon" terhadap usulan investasi dari dirinya untuk Venezuela dan ia berpikir bahwa "Mereka bermain dengan terlalu imut."[92]
Berlawanan dengan pernyataan dari Kongres, Trump mengeklaim telah berbincang dengan berbagai perusahaan minyak baik "sebelum dan setelah" serangan,[93][94][95] dan mengatakan akan mengambil alih penjualan minyak Venezuela tanpa batas dan mengontak para pedagang untuk menangani penjualan awal. Bloomberg melaporkan bahwa setelah penangkapan Maduro, untuk pertama kalinya minyak Venezuela dikirim ke Israel melalui kapal tanker milik Bazan Group, pengolah minyak mentah utama di Israel.[96]
Tuntutan terhadap Maduro
[sunting | sunting sumber]Amerika Serikat menuduh Maduro melakukan kecurangan pemilihan umum dan memimpin sebuah "negara narkoba".[97] Pada Maret 2020, saat periode kepemimpinan Trump yang pertama, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuntut Maduro atas tuduhan konspirasi perdagangan kokain, yang Maduro sangkal.[98] Pada bulan Januari dan Juli 2025, Trump secara berturut-turut menetapkan dua geng narkoba Venezuela, Tren de Aragua dan Kartel Matahari sebagai organisasi teroris asing dan menuduh bahwa Kartel Matahari dipimpin oleh Maduro. Maduro membantah terlibat di dalam kepemimpinan kartel dan menyatakan penetapan tersebut sebagai usaha untuk menggunakan perang atas narkoba untuk mengubah rezim.[55][56][98][99] Beberapa pakar kriminal Amerika Latin mendeskripsikan Kartel Matahari sebagai sebuah jaringan korupsi pemerintah dan militer Venezuela yang sifatnya lebih umum daripada sebagai sebuah kelompok yang terorganisir. Pada bulan Juli 2025 juga, terdapat sebuah perintah rahasia yang menginstruksikan militer AS untuk menggunakan kekuatan melawan kartel yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris.[100][98] Pada bulan Agustus 2025, hadiah untuk penangkapan Maduro naik menjadi $50 juta dan Jaksa Agung AS Pam Bondi menyebut Maduro sebagai "salah satu penjual narkoba terbesar di dunia dan sebuah bahaya bagi keamanan negara kita."[101]
Namun, Associated Press pada bulan Januari 2026 melaporkan bahwa meskipun pemerintah AS tidak pernah menuduh Delcy Rodríguez secara terbuka atas tindak pidana yang berkaitan dengan perdagangan narkoba, Badan Narkotika Amerika Serikat tetap mengumpulkan data intelijen yang mendalam soal Rodríguez sejak tahun 2018 dan menetapkan dirinya sebagai "target prioritas" pada tahun 2022—sebuah hal yang agensi ini lakukan terhadap para individu yang dicurigai memiliki "dampak signifikan" terhadap perdagangan narkoba.[102][103]
Penyusunan kekuatan militer Amerika Serikat
[sunting | sunting sumber]Pada Agustus 2025, Amerika Serikat mulai menyusun kekuatan militernya di Karibia Selatan dengan mengerahkan kapal-kapal perang dan personel militernya.[104][105] Badan Intelijen Pusat (CIA) mengirim sebuah tim ke Venezuela yang mulai melacak pergerakan Maduro,[106] menggunakan sumber yang dekat dengan sang presiden. Rancangan penangkapan Maduro telah dibuat selama beberapa bulan sebelumnya. Tim Delta Force dan peserta lainnya dalam operasi ini mendirikan sebuah model peraga dalam bentuk rumah aman yang dipercaya sebagai tempat Maduro bersembunyi, yang dideskripsikan oleh Trump sebagai sebuah "benteng ... yang dijaga dengan sangat ketat".[6] Pada bulan September, Komando Selatan Amerika Serikat memulai serangan militer mereka terhadap kapal-kapal di Laut Karibia, menuduh beberapa kapal tersebut mengangkut narkoba milik Venezuela.[107][108][109]
Pada November 2025, pemimpin pihak oposisi Venezuela María Corina Machado berjanji untuk membuka cadangan minyak dan gas mereka ke pihak Amerika Serikat dalam sebuah pertemuan bisnis di Miami yang dihadiri oleh Trump, dan pemerintahan Trump terlibat dalam pembicaraan rahasia dengan pemerintahan Maduro terkait simpanan minyak Venezuela.[110] Pada bulan Desember 2025, hal ini mengalami eskalasi jadi meliputi penahanan tanker minyak yang membawa minyak mentah Venezuela.[110][111][112] Penahanan kapal-kapal ini membentuk satu bagian dari proses blokade yang lebih besar yang mendahului operasi serangan Januari 2026.[112][113] AS juga meluncurkan operasi rahasia di Venezuela di bawah arahan CIA pada akhir bulan Desember.[114] Pada 2 Januari 2026, Trump mengumumkan bahwa militer AS akan melakukan serangan di dalam Venezuela.[115]
Pada beberapa minggu sebelum operasi, Trinidad dan Tobago menandatangani perjanjian dengan AS untuk mengizinkan pasukan militer AS mengakses bandara-bandara mereka.[116] Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan dalam konferensi pers 3 Januari bahwa militer AS telah menghabiskan beberapa bulan dalam menyusun rencana dan melakukan latihan untuk operasi ini, dan pasukan telah ditempatkan dan siap pada awal Desember.[23] Pada akhir Desember, AS meningkatkan usaha militernya terhadap Venezuela ke daratan mereka, termasuk menyerang sebuah pelabuhan terpencil di utara Venezuela yang dilaporkan digunakan oleh Tren de Aragua untuk menyelundupkan narkoba. Pada saat itu, Maduro menolak tawaran dari AS untuk mengasingkan diri ke Turki. Menurut The New York Times, penampilan Maduro di muka publik yang tampaknya menganggap remeh betapa seriusnya bahaya dari pihak Amerika pada beberapa minggu sebelum operasi militer, seperti melalui tarian di depan publik di sebuah panggung sampai membuat sampel musik elektronik berisi salah satu petikan pidatonya saat ia mengatakan "Tidak ada perang gila", menjadi faktor bagi Trump untuk memutuskan memulai operasi militer.[117] Presiden Trump menyatakan bahwa operasi ini telah direncanakan untuk dieksekusi beberapa hari sebelumnya, namun tertunda karena kondisi cuaca yang buruk.[118]
Diskusi dengan anggota lain pemerintahan Maduro
[sunting | sunting sumber]Reuters melaporkan, menurut berbagai sumber anonim, pejabat-pejabat Amerika Serikat membuka jalur komunikasi dengan Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, beberapa bulan sebelum serangan, untuk mencegah penggunaan pasukan keamanan atau pendukung partai penguasa yang militan untuk menyerang pihak oposisi Venezuela jika terjadi sebuah serangan.[119][120]
Menurut Miami Herald, sebuah lingkaran pejabat Venezuela yang berpusat pada Delcy Rodríguez dan saudara prianya, Jorge, secara pribadi merancang peta untuk Venezuela pasca-Maduro, yang memutuskan Delcy akan bertindak sebagai figur simbolis dan jenderal yang diasingkan, Miguel Rodríguez Torres (tidak ada hubungan dengan Rodríguez bersaudara), akan memimpin sebuah "pemerintahan transisi", yang dijuluki "Madurismo tanpa Maduro"; sebagai gantinya, Venezuela akan menyambut investor-investor AS dan melonggarkan hubungan secara bertahap dengan rival-rival AS seperti Iran dan Rusia. Proposal Venezuela ini disampaikan ke seorang utusan AS, Richard Grenell, melalui saluran Qatar; pemerintahan Trump dilaporkan menolak tawaran tersebut.[121] Sumber-sumber anonim yang berbicara kepada The Guardian mengatakan bahwa Delcy dan Jorge Rodríguez berkomunikasi dengan pejabat Amerika dan Qatar.[120] Menurut beberapa pejabat Amerika, Delcy mengatakan kepada mereka di bulan Desember bahwa "Maduro harus pergi" dan menyampaikan "Saya akan bekerja dengan apapun konsekuensi yang terjadi.’”[120]
Serangan
[sunting | sunting sumber]
- Presiden Donald Trump (kanan) selama Operasi Resolusi Absolut, bersama Direktur CIA John Ratcliffe (kiri)
- Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine (kiri), bersama Sekretaris Pertahanan Pete Hegseth (kanan)
- Trump (kiri), bersama Sekretaris Luar Negeri Marco Rubio (tengah) dan Wakil Kepala Staf Stephen Miller (kanan)
Menurut Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Trump memberikan perintah untuk melaksanakan serangan pada 23.46 VET (10.46 WIB pada 2 Januari.[23][122][123][124] Pihak pemerintah tidak memberi tahu Kongres Amerika Serikat sebelum serangan dilangsungkan, dengan alasan mereka khawatir hal ini dapat membahayakan jalannya misi.[125][126] Menurut Semafor, The New York Times dan The Washington Post mengetahui tentang serangan ini sebelum serangan dilaksanakan.[127] Setidaknya ada tujuh ledakan yang dilaporkan pada sekitar pukul 02.00 VET (13.00 WIB) pada 3 Januari, dan terlihat pesawat-pesawat terbang dengan ketinggian rendah[128] utamanya di La Guaira, Higuerote, Meseta de Mamo, Baruta, El Hatillo, Charallave, dan Carmen de Uria; kebanyakan terletak di dekat ibu kota Caracas.[21]
Operasi ini melibatkan 150 pesawat terbang dari Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Marinir.[35][2] Pesawat-pesawat terbang ini meliputi pesawat udara (Lockheed Martin F-22A Raptor,[129] Lockheed Martin F-35A/C Lightning II,[129] Boeing F/A-18E/F Super Hornet,[129] Boeing EA-18G Growler,[129] Grumman E-2D Hawkeye,[130] Rockwell B-1B Lancer[130]) dan helikopter (Boeing CH-47F dan MH-47G Chinooks,[131] Sikorsky CH-53E Super Stallion, Sikorsky CH-53K King Stallion, Bell UH-1Y Venom, Bell AH-1Z Viper, Boeing AH-64E Apache, Boeing MH-6M Little Bird, Sikorsky UH-60M Black Hawk dan MH-60M DAP[131]), tanker pengisian bahan bakar di udara, pesawat-pesawat peperangan elektronik,[6] pesawat pendukung lainnya, dan sejumlah pesawat nirawak (termasuk Lockheed Martin RQ-170 Sentinel).[132][129] Trump mengatakan Amerika Serikat "memiliki jet tempur untuk setiap situasi yang mungkin terjadi".[6]
Operasi ini dilaporkan menggunakan pesawat nirawak serangan satu arah, yang dipercaya sebagai penggunaan operasional pertama pesawat oleh militer AS.[133] Kebanyakan ledakan menarget antena dan markas militer aktif.[134] Laporan-laporan awal menyebutkan bahwa ledakan-ledakan berlangsung di dua instalasi militer di Caracas, Markas Angkatan Udara Generalissimo Francisco de Miranda (La Carlota) dan Benteng Tiuna.[135] Ledakan-ledakan besar juga dilaporkan di Bandara Higuerote yang terletak di pesisir Venezuela.[134][136] Helikopter-helikopter dari Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 membawa pasukan Delta Force ke dalam Caracas dengan perlindungan udara yang diberikan oleh para pasukan udara dan pasukan pengebom. Satu helikopter dirusak oleh pertahanan darat Venezuela namun helikopter ini tetap melanjutkan misinya.[2] Personel Biro Investigasi Federal (FBI), termasuk Tim Penyelamat Sandera, mendampingi militer untuk menangkap Maduro secara formal di kediamannya.[8][7]
Serangan berlangsung selama setengah jam. Asap terlihat berasal dari satu hangar militer di markas Caracas, sementara markas lainnya dibiarkan begitu saja.[128] Serangan berlangsung di bawah suasana gelap sebagai akibat dari waktu dilaksanakannya operasi dan gangguan listrik kota Caracas oleh pasukan militer AS.[137] Beberapa kapal kontainer dihancurkan dan dirusak dalam serangan di Pelabuhan La Guaira.[138] Gambar satelit dari Vantor menunjukkan setidaknya lima gudang penyimpanan hancur, kendaraan-kendaraan yang terbakar, dan pos keamanan yang diledakkan.[139][140] Sebuah pesawat udara, dipercaya sebagai Beechcraft Baron, dan sebuah sistem peluru kendali darat ke udara Buk-M2E dihancurkan di Bandara Higuerote.[141] Menteri Sains dan Teknologi Venezuela Gabriela Jiménez Ramírez membagikan cuplikan gambar gedung-gedung Institut Riset Sains Venezuela (IVIC) di La Guaira yang hancur di media sosial yang ia kaitkan dengan serangan peledak luncur AGM-154 oleh Amerika Serikat.[142] Pemerintah Venezuela mengatakan bahwa Maduro mendeklarasikan keadaan darurat nasional setelah dimulainya ledakan.[143] Pemerintah Venezuela berjanji akan bertahan melawan aksi militer AS yang mereka tuduh bertujuan untuk mengubah rezim. Mereka mendeskripsikan serangan ini sebagai "agresi imperialis" dan meminta Dewan Keamanan PBB (UNSC) untuk berkumpul.[144]
Penangkapan Maduro
[sunting | sunting sumber]Pada 05.21 VET atau 16.21 (WIB),[145][146] Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.[d] Penangkapan dilaksanakan oleh pasukan Delta Force Angkatan Darat,[2] dengan intelijen darat diberikan oleh CIA.[6] Trump mengirimkan sebuah foto dari Maduro di atas missing name di akun media sosial dirinya, Truth Social.[149] Maduro tampak dalam posisi mata ditutup kain, mengenakan penyuara jemala kedap suara dan pakaian olahraga Nike berwarna abu-abu, sambil memegang sebuah botol air plastik.[150] Menurut Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio, Maduro akan menghadapi tuntutan kriminal di AS.[138]
Nahum Fernández, pemimpin Partai Sosialis Bersatu Venezuela yang saat ini sedang berkuasa, mengatakan Maduro dan Flores ditangkap di Benteng Tiuna;[151] mereka dilaporkan tidur di berbagai lokasi[8] dan memiliki kediaman yang "menyerupai benteng" di Benteng Tiuna.[130] Delcy Rodríguez mengonfirmasi bahwa Maduro dan Flores hilang dan meminta kepastian bahwa mereka masih hidup via pesan suara di siaran kanal televisi negara.[152][153] Menurut sumber-sumber Reuters, Rodríguez berada di Rusia pada 3 Januari 2026.[154] Laporan-laporan lain mengindikasikan bahwa Rodríguez ada di Caracas.[155]
Segera sebelum 18.00 VET (05.00 WIB keesokan harinya), pesawat yang membawa Maduro dan Flores tiba di Markas Angkatan Udara Nasional Stewart di New York.[156] Ia terlihat berjalan keluar dari jet, dikelilingi agen federal, sebelum masuk ke hangar. Ia kemudian diterbangkan dengan helikopter ke Pangkalan Helikopter Westside di Manhattan, Kota New York dan kemudian dibawa oleh rombongan bersenjata ke kantor lapangan Badan Narkotika Amerika Serikat (DEA) lokal di mana ia diproses sebelum kemudian ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan, Brooklyn.[140][157]
Proses hukum
[sunting | sunting sumber]Beberapa jam setelah penangkapan, Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi mengumumkan bahwa Maduro dan Flores telah didakwa di Kejaksaan Distrik New York Selatan atas beberapa tuntutan terkait "terorisme narkoba".[158] Dakwaan yang dilayangkan meliputi konspirasi terkait terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat-perangkat penghancur, dan konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat-perangkat penghancur.[158][159] Dakwaan terbaru yang telah diubah tidak menyebut Kartel Matahari sebagai sebuah kelompok terorganisir seperti yang dituduhkan pihak AS sebelumnya, namun sebagai sebuah sistem perlindungan korup, yang sesuai dengan deskripsi para pakar terkait aktivitas organisasi ini.[160]
Maduro dan istrinya dihadapkan ke pengadilan federal Manhattan pada 5 Januari 2026.[161][162] Sebelum membela dirinya, Maduro berkata: "Saya adalah presiden Venezuela, saya mengganggap diri saya adalah seorang tawanan perang. Saya ditangkap di rumah saya di Caracas."[163] Maduro dan istrinya mengaku tidak bersalah atas berbagai tuduhan terkait perdagangan obat terlarang. Alvin Hellerstein, hakim distrik AS, memerintahkan Maduro untuk ditahan sampai setidaknya sidang 17 Maret.[161]
Korban jiwa
[sunting | sunting sumber]Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino López, mengatakan helikopter perang AS menembakkan roket dan rudal di area padat penduduk dan para pejabat sedang berusaha mendapatkan jumlah korban tewas dan terluka akibat serangan.[164] Pada 3 Januari 2026, The New York Times melaporkan ada seorang pejabat anonim Venezuela yang mengatakan bahwa setidaknya 40 orang, termasuk warga sipil dan personel militer, terbunuh dalam serangan ini,[165] dan pada tanggal 4 Januari, angka ini diperbarui menjadi 80 orang, "menurut seorang pejabat senior Venezuela".[32] Laporan dari jurnalis independen Venezuela mengonfirmasi bahwa mayoritas warga Venezuela yang tewas adalah anggota penjaga presiden, disertai dengan kematian dua warga sipil.[166][167]
Keberadaan pasukan militer Kuba di Venezuela terbuka untuk publik setelah serangan ini. Keberadaan mereka selama ini dibantah setidaknya sampai tahun 2008. Pada tahun 2019, dalam sebuah wawancara, Maduro mengeklaim bahwa tidak ada personel militer Kuba di Venezuela dan seluruh anggota pasukan pengamanan dirinya adalah orang Venezuela.[168] Trump mengindikasikan bahwa pasukan Kuba terlibat dalam operasi tersebut, dengan menyatakan: "Kamu tahu, banyak orang Kuba yang terbunuh kemarin."[169][170] Pemerintah Kuba melaporkan 32 warga Kuba terbunuh di Venezuela, seluruhnya adalah anggota pasukan bersenjata dan badan intelijen.[14][171] Salah satu anggota pasukan Kuba paling senior yang meninggal, Kolonel Humberto Roca, adalah orang yang bertanggung jawab atas keamanan Fidel Castro di masa lalu.[168]
Pada 6 Januari, terkonfirmasi sebanyak 55 anggota militer tewas: 32 orang Kuba dan 23 orang Venezuela. Pada hari yang sama, kedua negara merilis identitas para prajurit yang terbunuh.[172] Di hari yang sama juga, pihak militer mempublikasikan sebuah video di media sosial untuk menghormati 24 prajurit yang terbunuh dalam serangan.[10] Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, mengindikasikan bahwa terdapat puluhan personel militer dan warga terbunuh dalam serangan ini dan jumlah total korban jiwa masih dalam penyelidikan.[10] Satu hari kemudian, Diosdado Cabello, Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, dan Perdamaian Venezuela mengatakan 100 orang tewas akibat pengeboman.[173] Pengamat independen melaporkan, dari data yang didapat sampai 7 Januari, korban tewas dari sisi militer Venezuela sampai 6 Januari adalah 42[11] atau 43 prajurit (kebanyakan di Benteng Tiuna), selain 32 personel militer Kuba dan 2 warga sipil.[11][174][12] Pada 16 Januari, Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino López, mengatakan bahwa 47 pasukan militer, termasuk 9 wanita, terbunuh dalam serangan.[13] Penjabat presiden Delcy Rodríguez mengumumkan tujuh hari berkabung untuk para prajurit yang terbunuh dalam serangan.[175] Jenazah-jenazah korban serangan yang berasal dari Kuba dipulangkan ke Kuba pada 15 Januari. Saat tiba, mereka menerima misa pemakaman di Havana.[176]
Di Catia La Mar, serangan mengenai sebuah kompleks apartemen berlantai tiga yang dihuni warga sipil, membunuh satu orang, menimbulkan cedera serius pada satu orang lainnya, dan menghancurkan sisi luar tembok.[35][177][178][165] Yohana Rodríguez Sierra, seorang warga sipil Kolombia, dilaporkan menjadi salah satu korban tewas dalam serangan di El Hatillo. Menurut kerabat korban, pihak AS melakukan pengeboman antena-antena telekomunikasi di sekitar korban.[179][180]
Venezuela melaporkan bahwa lebih dari 112 warga terluka akibat serangan.[15]
Menurut Departemen Pertahanan AS, tujuh prajurit AS terluka dan diperkirakan akan pulih. Para prajurit mengalami luka akibat serpihan peluru dan tembakan senjata api.[16]
Dampak
[sunting | sunting sumber]Tapi kita tidak bisa mengambil risiko setelah melakukan hal luar biasa tadi malam dengan membiarkan orang lain mengambil alih di mana kita harus melakukannya lagi. Kita bisa melakukannya lagi. Tidak ada yang bisa menghentikan kita.
Donald Trump pada Fox & Friends pada 3 Januari 2026, via YouTube Archive.org
Pemerintahan yang sebelumnya dipimpin oleh Maduro tetap menjabat.[181][182] Wakil presiden Delcy Rodríguez menggambarkan Maduro sebagai "satu-satunya presiden" Venezuela dan menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan bersatu untuk menjaga negara di tengah-tengah peristiwa yang ia sebut sebagai "penculikan" terhadap Maduro. Ia menyatakan bahwa Venezuela "tidak akan pernah lagi menjadi negara koloni dari kekaisaran manapun".[183][184][185] Pada 3 Januari 2026, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Rodríguez untuk melanjutkan jabatan sebagai penjabat presiden dikarenakan absennya Maduro.[186] Militer Venezuela mengumumkan mereka akan mengakui Rodríguez sebagai presiden sementara dan menyerukan untuk kembalinya keadaan ke kondisi normal.[187] Rodríguez disumpah sebagai presiden sementara Venezuela pada 5 Januari 2026 oleh sang kakak laki-laki yang juga menjabat sebagai ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez.[39]
Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat mengeluarkan sebuah notice to airmen pada 3 Januari 2026 yang isinya melarang pesawat AS beroperasi di wilayah udara Venezuela, dengan alasan "adanya aktivitas militer yang sedang berlangsung".[188][189] Kedutaan Besar Amerika Serikat di Caracas, dari tempat beroperasinya yang sudah dipindah ke Kolombia, mengeluarkan perintah untuk berlindung.[190] Wilayah selatan Caracas dilaporkan mengalami mati listrik.[191] Senator Partai Republik Mike Lee[e] mengatakan bahwa Sekretaris Luar Negeri, Marco Rubio, "mengantisipasi tidak ada tindakan lebih lanjut di Venezuela untuk saat ini setelah Maduro berada dalam tahanan AS,"[192] dan bahwa Maduro direncanakan untuk menjalani persidangan di AS.[192][34]
Pada sebuah wawancara televisi dengan ABC News, Rubio berterima kasih kepada lembaga-lembaga berita yang telah menerima bocoran soal operasi ini sebelum serangan dilakukan namun tidak membocorkannya. Menurut Semafor, The New York Times dan The Washington Post telah menerima informasi tentang serangan ini, namun tidak menerbitkan laporan tentangnya dengan tujuan agar tidak menimbulkan bahaya bagi para personil AS yang terlibat dalam operasi. Pengakuan dari pemerintah kepada media atas kemampuan media menahan informasi terkait operasi ini datang setelah sekretaris pertahanan, Pete Hegseth, memberlakukan pembatasan ketat pada reporter-reporter Gedung Pentagon akibat adanya ketidakpercayaan terhadap kemampuan para jurnalis untuk merahasiakan informasi sensitif terkait militer dari publik.[193][127]
| Maduro di Kantor Pusat Badan Narkotika Amerika Serikat di Kota New York | |
Pada 5 Januari 2026, Pemerintah Venezuela mengeluarkan perintah darurat kepada polisi untuk menahan siapapun yang mendukung serangan pihak AS[194] dan memobilisasi colectivos (pasukan paramiliter pro-pemerintah) yang mendirikan penghalang jalan dan menggeledah mobil serta orang-orang. Empat belas jurnalis ditahan, tetapi 13 di antaranya kemudian dibebaskan.[195] Pada 6 Januari, baku tembak pecah di Caracas saat Kementerian Komunikasi mengumumkan bahwa polisi menembak salah satu pesawat militer nirawak mereka sendiri yang "terbang tanpa izin", tetapi pesawat nirawak tersebut tidak mengalami kerusakan.[196]
Pengumuman rencana dari pihak Amerika Serikat
[sunting | sunting sumber]Pada 3 Januari 2026, Trump menyatakan: "Kita akan mengendalikan negara ini sampai waktunya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana".[197][198] Ia mengindikasikan bahwa AS mungkin akan mengirim pasukan ke Venezuela sebagai bagian dari rencana ini.[199] Trump juga mengatakan bahwa Rubio telah berkomunikasi dengan Rodríguez dan bahwa Rodríguez diduga memberi tahu Rubio, "Kami akan melakukan apapun yang kalian butuhkan", dan bahwa Rodríguez berbesar hati namun "benar-benar tidak punya pilihan".[200] Lebih lanjut lagi, Trump berpendapat bahwa Rodríguez "pada dasarnya rela melakukan hal yang menurut kami diperlukan" untuk membangun kembali Venezuela,[201] menandakan perubahan sikap pihak pemerintah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, ketika AS mengeksklusi perjanjian apapun dengan Rodríguez.[121] Berbagai media mencatat bahwa pernyataan-pernyataan Rodríguez bertentangan dengan pernyataan-pernyataan Trump.[182][199]
"Venezuela secara sepihak merebut dan mencuri minyak Amerika, aset-aset Amerika, dan platform-platform Amerika, yang merugikan kita miliaran dolar. Mereka melakukan ini beberapa waktu yang lalu, tetapi kita tidak pernah memiliki presiden yang melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Mereka mengambil semua properti kita—itu adalah properti kita. Kita yang membangunnya. Dan kita tidak pernah memiliki presiden yang memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Sebaliknya, mereka berperang di tempat yang berjarak 10.000 mil jauhnya. Kita membangun industri minyak Venezuela dengan bakat, dorongan, dan keterampilan orang Amerika. Dan rezim sosialis mencurinya dari kita selama pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, dan mereka mencurinya dengan kekerasan. Ini merupakan salah satu pencurian properti Amerika terbesar dalam sejarah negara kita."
Presiden Trump, Transkrip CNN[202]
Trump menggambarkan aksi ini sebagai penerapan Doktrin Monroe, yang ia sebut dengan nama "Donroe Doctrine",[203] dan ia menambahkan bahwa "Dominasi Amerika di hemisfer Bbarat tidak akan pernah dipertanyakan lagi."[204][205] Lebih lanjut lagi, Trump mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS akan "masuk ke dalam (Venezuela), mengeluarkan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan pendapatan untuk negara tersebut", dan AS siap untuk meluncurkan serangan kedua yang jauh lebih besar. Ia juga menyatakan keterbukaannya terhadap pendudukan Venezuela oleh AS,[199] menyatakan bahwa hal ini tidak akan merugikan AS sama sekali karena akan terganti melalui pendapatan dari cadangan minyak Venezuela.[206] Pada 7 Januari, Trump menyatakan bahwa usaha AS untuk merevitalisasi Venezuela dapat memakan waktu "yang lebih lama" dari satu tahun, sambil menambahkan bahwa otoritas Venezuela melakukan "semua hal yang kami kira diperlukan".[207] Mengenai hadiah yang ditawarkan pemerintah AS untuk informasi yang mengarah kepada penangkapan Maduro, Rubio menyatakan bahwa tidak ada pihak yang akan menerimanya. Rubio mengatakan, "Saya kira kita menghemat $50 juta", yang dijawab Trump, "Jangan biarkan siapa pun mengklaimnya. Tidak ada yang berhak atas itu selain kita."[161]
Pada 4 Januari 2026, Marco Rubio menarik kembali komentar Trump sehari sebelumnya, dengan mengatakan bahwa AS tidak akan memerintah Venezuela, namun akan terus memberlakukan karantina minyak yang sudah berlangsung guna menekan Venezuela agar melakukan perubahan kebijakan.[208] Rubio juga menegaskan bahwa AS tidak secara resmi mengakui kepresidenan Rodríguez, meskipun Trump menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Rodríguez.[209] Menurut The New York Times, rekam jejak ekonomi Wakil Presiden Rodríguez dalam meningkatkan produksi minyak dan menstabilkan kondisi ekonomi negaranya di tengah-tengah sanksi AS yang semakin keras dalam beberapa tahun terakhir serta reputasinya sebagai seorang teknokrat di kalangan para pemimpin bisnis Venezuela dan asing telah menuai rasa hormat dari para pejabat Amerika.[117] Sementara itu, Rodríguez menyampaikan tawaran untuk berkolaborasi dengan para pejabat AS "dalam kerangka hukum internasional". Mengenai Rodríguez, Trump mengatakan bahwa "dia (Rodríguez) bekerja sama", namun Trump juga mengancam Rodríguez jika dia tidak bekerja sama dengan pihak AS, dan menegaskan bahwa Trump akan menuntut "akses total" sesuai kepentingan minyak AS.[210]
Pada 7 Januari, Marco Rubio menyatakan bahwa pemerintah AS memiliki rencana tiga tahap untuk Venezuela: stabilitas, pemulihan, kemudian transisi. Menurut Rubio, fase pertama adalah tentang stabilisasi negara setelah serangan dan mencegahnya "terjerumus ke dalam kekacauan," termasuk memurnikan dan menjual hingga 50 juta barel minyak mentah Venezuela yang disita. Rubio menambahkan bahwa "uang itu akan dikelola sedemikian rupa sehingga kita dapat mengontrol bagaimana uang itu disalurkan dengan cara yang menguntungkan rakyat Venezuela, bukan korupsi, bukan rezim, sehingga kita memiliki banyak pengaruh untuk bergerak di bidang stabilisasi." Selama fase kedua pemulihan, tujuannya adalah untuk memastikan perusahaan-perusahaan asing memiliki akses ke perdagangan minyak Venezuela dan "juga, pada saat yang sama, mulai menciptakan proses rekonsiliasi secara nasional di Venezuela, sehingga pasukan oposisi dapat memeproleh amnesti dan dibebaskan dari penjara atau dibawa kembali ke negara tersebut, dan mulai membangun kembali masyarakat sipil." Rubio menambahkan bahwa fase ketiga dan terakhir terdiri dari pengawasan transisi, "ini akan menjadi proses transisi. Pada akhirnya, terserah kepada rakyat Venezuela untuk mengubah negara mereka."[211]
Trump menyatakan bahwa terdapat kesepakatan dengan pihak Venezuela untuk mengirimkan minyak dengan jumlah setara kebutuhan untuk beberapa bulan ke AS. Hal ini mengisyaratkan bahwa langkah-langkah lain, seperti pembebasan tahanan politik dan pemberian peran bagi pihak oposisi yang diasingkan ke luar negeri, mungkin akan menyusul. Namun, Presiden Rodríguez membantah adanya kesepakatan tersebut, dengan mengatakan bahwa "tidak ada pihak luar" yang mendikte keputusannya. [212]
Pada tanggal 8 Januari, Senat AS memberikan suara sebesar 52 banding 47 untuk melanjutkan pembuatan resolusi perang yang bertujuan untuk memblokir penggunaan militer AS oleh presiden untuk terlibat dalam aksi militer di dalam atau melawan Venezuela kecuali diizinkan oleh Kongres. Langkah tersebut disahkan dengan dukungan dari lima senator Partai Republik, tetapi tidak mencapai suara mayoritas yang kebal veto.[213]
Lihat juga
[sunting | sunting sumber]- Ekspansionisme Amerika di bawah Donald Trump
- Pembunuhan Qasem Soleimani, yang terjadi tepat enam tahun sebelumnya selama masa jabatan pertama Trump
- Penangkapan Manuel Noriega tahun 1990, peristiwa serupa yang terjadi tepat tiga puluh enam tahun sebelumnya
- Penangkapan Saddam Hussein tahun 2003, peristiwa serupa
- Intervensi asing oleh Amerika Serikat
- Usulan invasi Amerika Serikat ke Venezuela
- Hubungan Amerika Serikat–Venezuela
- Keterlibatan Amerika Serikat dalam perubahan rezim di Amerika Latin
- Serangan Amerika Serikat terhadap situs nuklir Iran, aksi militer besar pertama pada masa jabatan kedua Trump
- Reaksi Dunia Internasional terhadap serangan Amerika Serikat di Venezuela tahun 2026
Catatan
[sunting | sunting sumber]- ^ a b Data yang dipublikasikan oleh pihak militer menyebut 23 personel militer tewas,[9] sementara beberapa sumber lain melaporkan sebanyak 24 personel militer tewas.[10] Sumber-sumber independen Venezuela menyebutkan 42 [11] atau 43 personel militer Venezuela yang tewas.[12] Vladimir Padrino López mengatakan 47 personel tewas, tanpa daftar.[13] Lihat § Korban jiwa untuk laporan lebih lanjut.
- ^ Afrika Selatan, Brazil, Eritrea, Kolombia, Kuba, Meksiko, Rusia, Spanyol, dan Tiongkok
- ^ a b Dikaitkan ke beberapa sumber:[76][77][75][78]
- ^ Dikaitkan ke beberapa sumber:[147][148][145]
- ^ Lee awalnya menyuarakan rasa skeptisnya di akun X miliknya setelah pengumuman tersebut, yang kemudian mendorong Rubio untuk menghubunginya.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ "Trump Administration makes an example of Maduro, will 'run' Venezuela for now". World Tribune. 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
U.S. special forces team arrived at Maduro's compound at 2:01 local time in Caracas...were onboard U.S. aircraft over the water at 3:29 a.m. (ET) and transported to the USS Iwo Jima
- ^ a b c d e f g Schogol, Jeff; Slayton, Nicholas (3 Januari 2026). "Delta Force soldiers carried out raid to capture Maduro". Task & Purpose. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b Holliday, Shelby; Paris, Costas; Seligman, Lara (3 Januari 2026). "Special Operations Forces Led Maduro Extraction". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 January 2026. Diakses tanggal 4 January 2026.
- ^ a b Rogoway, Tyler; Altman, Howard (3 Januari 2026). "U.S. Has Captured Venezuelan President Nicolas Maduro (Updated)". The War Zone.
- ^ a b Miller, Maggie (7 January 2026). "Venezuela strike marks a turning point for US cyber warfare". Politico. Diakses tanggal 7 Januari 2026.
- ^ a b c d e f g Ali, Idrees; Banco, Erin; Holland, Steve; Stewart, Phil (4 Januari 2026). "Mock house, CIA source and Special Forces: The US operation to capture Maduro". Reuters. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b c "Live Updates: Removed Venezuelan leader Maduro makes first appearance in U.S. court after capture". PBS Newshour (dalam bahasa American English). 5 January 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 7 Januari 2026.
Patel said the FBI's hostage rescue team, a tactical unit, was embedded with the U.S. forces in the mission to capture Maduro.
- ^ a b c d Barnes, Julian E.; Pager, Tyler; Schmitt, Eric (3 Januari 2026). "Inside 'Operation Absolute Resolve,' the U.S. Effort to Capture Maduro". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026.
The military was accompanied by an F.B.I. hostage negotiator in case Mr. Maduro had locked himself in a safe room or refused to surrender.
- ^ a b Rascius, Brendan (6 Januari 2026). "Death toll from US mission to capture Nicolas Maduro rises". The Independent. Diakses tanggal 7 Januari 2026.
... at least 32 Cuban fighters, 23 Venezuelan soldiers and two civilians, according to the BBC, citing local media
- ^ a b c d Garcia Cano, Regina; Madhani, Aamer; Janetsky, Megan (6 Januari 2026). "At Least 24 Venezuelan Security Officers Killed in US Operation to Capture Maduro, Officials Say" (dalam bahasa Inggris). Military.com. Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ a b c Alonso, Juan Francisco (7 Januari 2026). "'No me dieron ninguna explicación de cómo murió': qué se sabe de los militares y los civiles venezolanos muertos durante los ataques de EE.UU" ['Mereka tidak memberi saya penjelasan tentang bagaimana dia meninggal": apa yang diketahui tentang tentara dan warga sipil Venezuela yang tewas selama serangan AS.]. BBC News Mundo (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 9 Januari 2026.
- ^ a b "77 muertos identificados en ataques de EE. UU.: 43 militares venezolanos, 2 mujeres civiles y 32 cubanos entre las víctimas" [77 orang tewas teridentifikasi dalam serangan AS: 43 tentara Venezuela, 2 wanita sipil, dan 32 warga Kuba termasuk di antara para korban.] (dalam bahasa Spanyol). El Pitazo. 6 Januari 2026. Diakses tanggal 9 Januari 2026.
- ^ a b "Forty-seven Venezuelan soldiers killed in US attack, minister says". Reuters. 16 Januari 2026.
- ^ a b c Rasheed, Zaheena (4 Januari 2026). "Cuba says 32 Cubans killed during US raids on Venezuela". Al Jazeera English. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b "Nearly 50 Venezuelan soldiers killed in US abduction of President Maduro". Al Jazeera English. 17 Januari 2026.
- ^ a b Garcia Cano, Regina; Madhani, Aamer; Janetsky, Megan. "Trump says US to get 30 million to 50 million barrels of oil from Venezuela at market price". Associated Press. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ Garcia Cano, Regina; Toropin, Konstantin; Tucker, Eric (3 Januari 2026). "US plans to 'run' Venezuela and tap its oil reserves, Trump says, after operation to oust Maduro". Associated Press (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Martinez, Luis (3 Januari 2026). "'What he ate': Inside the meticulously planned operation to capture Maduro". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Daniel Caine (5 Januari 2026). General Caine gives detailed breakdown of the U.S. attack on Venezuela: 0.00-0.03/4, 0.06-0.10, 0:50-1:09, 6:20-29. YouTube: The Independent – via Caitlin Doornbos and Samantha Olander: nypost.com/2026/01/03/world-news/how-us-forces-captured-venezuelas-maduro-in-extraordinary-raid/.
- ^ Sutherland, Callum (5 Januari 2026). "Who Is Cilia Flores? What to Know About Maduro's Wife Amid Fall of Venezuela's First Couple". Time.
Venezuelan President Nicolás Maduro - His wife, Cilia Flores
- ^ a b "Medios de Estados Unidos afirman que Donald Trump ordenó ataques "en sitios dentro de Venezuela"" [Media AS mengatakan Donald Trump memerintahkan serangan "pada titik-titik di dalam Venezuela"]. NTN24 (dalam bahasa Spanyol). 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "Venezuela Live Updates: Maduro Arrives in N.Y.; Trump Says U.S. Will 'Run' Venezuela". The New York Times. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b c Peniston, Bradley (3 Januari 2026). "How 'Absolute Resolve' harnessed 150 aircraft and more to launch a regime change in Venezuela". Defense One (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "How the US attack on Venezuela, abduction of Maduro unfolded". Al Jazeera English (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Hubbard, Kaia; Suarez Sang, Lucia I. (3 Januari 2026). "Maduro and his wife arrive in New York to face narco-terrorism charges". CBS News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Sugden, Joanna (3 Januari 2026). "U.S. Attorney General Says Maduro, Wife Indicted in New York". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Rosen, Jacob; Schecter, Anna; Quinn, Melissa (3 Januari 2026). "Maduro indicted on federal drug-trafficking and weapons charges". CBS News (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "Live updates: Maduro pleads not guilty in US court appearance". Associated Press. 5 Januari 2026. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Soriano, Ashley N. (4 Januari 2026). "Nicolás Maduro's first court date set". NewsNation. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Blake, Aaron (3 Januari 2026). "Analysis: Trump attacked Venezuela and arrested its president. Is that legal?". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "Venezuela's Supreme Court orders Delcy Rodriguez become interim president". Reuters. Caracas, Venezuela. 4 Januari 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ a b "Live Updates: Venezuela Projects Defiance as Rubio Says U.S. Will Exert 'Leverage' on Its Leaders". The New York Times.
- ^ "U.S. Assault on Venezuela Condemned by Allies and Adversaries Alike at U.N. Security Council". Democracy Now! (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ a b "U.S. launches military strikes on Venezuela, Trump says Maduro captured and flown out of the country". CBS News. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b c "Live Updates: U.S. Captures Venezuelan Leader, Trump Says". The New York Times. 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ McKelvie, Geraldine (3 Januari 2026). "Is there any legal justification for the US attack on Venezuela?". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Macaya, Melissa (4 Januari 2026). "Maduro, wife in US custody after Trump vows to 'run' Venezuela – live updates". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ McGinnis, Cory (3 Januari 2026). "Times Square erupts in protest over US strikes on Venezuela". WPIX-TV. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b "Delcy Rodriguez formally sworn in as Venezuela's interim president". Reuters. 5 Januari 2026. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ "Venezuela's most prominent prisoners linked to opposition movement". Reuters. 10 Januari 2026.
- ^ "Trump cancels second wave of attacks on Venezuela after cooperation". Reuters. 9 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026.
- ^ Cano, Regina Garcia (31 Januari 2026). "Venezuela announces amnesty bill that could lead to mass release of political prisoners". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 Januari 2026.
- ^ "Venezuela amnesty law for jailed protesters passes first vote". Reuters. 5 Februari 2026.
- ^ "Venezuela's acting president vows to continue releasing prisoners detained under Maduro". AP News (dalam bahasa Inggris). 14 Januari 2026. Diakses tanggal 14 Januari 2026.
- ^ "Venezuela has received $300 million in funds from oil sales, acting president says". Reuters. 20 Januari 2020.
- ^ Garcia Cano, Regina (29 Januari, 2026). "Venezuela's acting president signs oil industry overhaul, easing state control to lure investors". Associated Press. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
- ^ Gardner, Timothy (Januari 29, 2026). "US lifts some Venezuela sanctions to ease oil sales". Reuters.
- ^ a b c d Kerry, Frances, ed. (4 Januari 2026). "Nicolas Maduro's tight grip on Venezuela shaken loose by Trump blitz". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Weisbrot, Mark (1 Mei 2010). "Venezuela loses nerve". Le Monde diplomatique (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ Wolfe, Jonathan (3 Januari 2026). "How Tensions Escalated Between the U.S. and Venezuela".
- ^ Sharma, Yashraj (4 Januari 2026). "Who is Nicolas Maduro?". Al Jazeera English (dalam bahasa Inggris).
- ^ "El burdo cálculo matemático en la información oficial que aumenta las sospechas sobre la manipulación de la elección en Venezuela" [Kemungkinan akurasi hasil CNE adalah 1 dari 100 juta, ucap seorang pakar matematika]. infobae (dalam bahasa Spanyol (Eropa)). 30 Juli 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 July 2024. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "La probablidad de que resultados del CNE sean ciertos es de 1 entre 100 millones, dice matemático". Diario Las Americas (dalam bahasa Spanyol). 6 October 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2024. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "Suspicious data pattern in recent Venezuelan election". Statistical Modeling, Causal Inference, and Social Science. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Desember 2025. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b Rhoden-Paul, André; Moench, Mallory (3 Januari 2026). "What we know about US strikes on Venezuela". BBC News. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b Wells, Ione; Mackintosh, Thomas (3 Agustus 2024). "Blinken: Overwhelming evidence Venezuela opposition won election". BBC News.
- ^ a b Turkewitz, Julie; Glatsky, Genevieve (6 Januari 2026). "Recognized by U.S. as Venezuela's President-Elect, Edmundo González Meets With Biden". The New York Times. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ "Edmundo González abandonó Venezuela tras solicitar asilo político en España" [Edmundo González meninggalkan Venezuela setelah mengajukan suaka politik di Spanyol]. El Diario de Caracas (dalam bahasa Spanyol). 7 September 2024. Diakses tanggal 8 September 2024.
- ^ Pozzebon, Stefano; McCarthy, Simone; Cancryn, Adam (3 Januari 2026). "The US has captured Venezuelan leader Maduro. Here's what to know". CNN. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Robin, Josh (3 Januari 2026). "As tensions build between the U.S. and Venezuela, a look at the historical backdrop and what may come next". Spectrum News. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Clark, Emily (6 Januari 2026). "Who is Cilia Flores? The woman by Maduro's side when US troops arrived". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026.
- ^ Limehouse, Jonathan (3 Januari 2026). "Who is Cilia Flores? Nicolás Maduro's wife named in US indictment". USA Today. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Berbagai sumber:
- Glatsky, Genevieve (3 Januari 2026). "Who Is Cilia Flores, the Power Broker Captured Alongside Maduro?". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026.
- "Quién es Cilia Flores, la abogada que se convirtió en figura clave del poder chavista" [Siapakah Cilia Flores, seorang pengacara yang menjadi sosok kunci di kekuasaan Chavista?]. El Nacional (dalam bahasa Spanyol). 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
- ^ "Who is Cilia Flores, Venezuela's 'first combatant'?". Al Jazeera English (dalam bahasa Inggris). 5 Januari 2026.
- ^ Gonzalo, Zegarra (3 Januari 2026). "Who is Cilia Flores, Maduro's wife and 'first combatant' of Venezuelan socialism?". CNN (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
- ^ Berbagai sumber:
- Sutherland, Callum (5 Januari 2026). "Who Is Cilia Flores? What to Know About Maduro's Wife Amid Fall of Venezuela's First Couple". Time. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026.
- "¿Quién es Cilia Flores, la esposa de Nicolás Maduro también capturada por EE. UU.?" [Siapakah Cilia Flores, istri Nicolás Maduro, yang juga ditangkap pihak AS?]. Redacción Mundo. El Espectador (dalam bahasa Spanyol). 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Moleiro, Alonso (5 Januari 2026). "Cilia Flores, the power behind the Venezuelan throne". El País (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026.
- ^ Berbagai sumber:
- Rogero, Tiago (6 Januari 2026). "'She was the brains, Maduro was the brawn': Cilia Flores's role in Venezuela". The Guardian.
- "Cilia Flores, de "primera combatiente" de Maduro a acusada en EE.UU.: qué cargos enfrenta y por qué no comparten abogado" [Cilia Flores, dari "kombatan utama" Maduro menjadi terdakwa di AS: tuntutan apa saja yang ia hadapi dan mengapa mereka tidak diwakili pengacara yang sama?]. Redacción Clarín. Clarín (dalam bahasa Spanyol). 5 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
- ^ Bennett, Tom (4 Januari 2026). "Who is Cilia Flores, Venezuela's first lady captured by the US?". BBC News. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Gibbs, Stephen (6 Januari 2026). "Who is Cilia Flores? Maduro's wife and Venezuela's Lady Macbeth". The Times (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 6 Januari 2026.
- ^ Goldman, David (3 Januari 2026). "Trump says US is taking control of Venezuela's oil reserves. Here's what it means". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Barthels, Meghan (7 Januari 2026). "Why Does Venezuela Have So Much Oil? Geology". Scientific American. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Januari 2026.
- ^ Elliott, Rebecca F.; Gamio, Lazaro (5 Desember 2025). "Lots of Oil, Little Production: What to Know About Venezuelan Energy". The New York Times.
- ^ "Trump Targets Maduro With Seizure of Venezuelan Oil Tanker". The New York Times. 16 Desember 2025. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ a b Troianovski, Anton (3 Januari 2026). "Trump Long Wanted to 'Take the Oil.' He Says He'll Do It in Venezuela". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Bennhold, Katrin (4 Januari 2026). "Venezuela, Democracy and Oil". The New York Times.
- ^ Rogero, Tiago (5 Januari 2026). "Trump's focus on Venezuelan oil reinforces claim action was never about 'war on drugs'". The Guardian.
- ^ a b Hennigan, William J. (4 Januari 2026). "So It Was Always About the Oil". The New York Times.
- ^ Roy, Diana; Cheatham, Amelia (31 Juli 2024). "Venezuela: The Rise and Fall of a Petrostate". Council on Foreign Relations (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Golding, Marcus (26 Desember 2025). "The Theft That Never Was: Inside Venezuela's 1976 Oil Takeover". Caracas Chronicles. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Raji, Tobi; Sands, Leo (20 Desember 2025). "Trump says Venezuela stole U.S. oil, land and assets. Here's the history". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Romero, Simon (17 Desember 2025). "Trump's Claim That Venezuela 'Stole' U.S. Oil Fields Touches Nationalist Nerve". The New York Times. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "Trump's claims to Venezuelan oil are part of broader 'resource imperialism', experts say". The Guardian. 24 Desember 2025. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Desember 2025. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ "Pdvsa confirma el retorno de buque incautado a aguas venezolanas en operación conjunta con EE. UU" [PDVSA mengonfirmasi kembalinya kapal yang ditahan ke perairan Venezuela dalam sebuah operasi gabungan dengan AS] (dalam bahasa Spanyol). El Pitazo/EFE. 10 Januari 2026. Diakses tanggal 10 Januari 2026.
- ^ Triebert, Christiaan; Schmitt, Eric; Nehamas, Nicholas (9 Januari 2026). "U.S. Boards Another Tanker Carrying Venezuelan Oil". The New York Times. Diakses tanggal 10 Januari 2026.
- ^ "Trump administration has not consulted US oil majors about Venezuela, oil execs say". Yahoo! Finance. Yahoo! Inc. Reuters. 5 Januari 2026. Diakses tanggal 10 Januari 2026.
- ^ Renshaw, Jarrett; Dang, Sheila (6 Januari 2026). "Trump administration sets meetings with oil companies over Venezuela, source says". Reuters. Thomson Reuters. Diakses tanggal 10 Januari 2026.
- ^ Kimball, Spencer (9 Januari 2026). "Trump says oil companies will spend $100 billion in Venezuela with U.S. protection". CNBC. Diakses tanggal 10 Januari 2026.
- ^ Bikales, James (8 Januari 2026). "Trump says oil companies pledge to spend $100B in Venezuela". Politico. Axel Springer SE. Diakses tanggal 10 Januari 2026.
- ^ Bikales, James (9 Januari 2026). "'Uninvestable': Trump pitch to oil execs yields no promises". Politico. Axel Springer SE. Diakses tanggal 11 Januari 2026.
- ^ a b Renshaw, Jarrett; Erickson, Bo (9 Januari 2026). "Trump urges US oil giants to repair Venezuela's 'rotting' energy industry". Reuters. Thomson Reuters. Diakses tanggal 10 Januari 2026.
- ^ Kim, Seung Min; Nikhinson, Julia (11 Januari 2026). "Trump 'inclined' to keep ExxonMobil out of Venezuela after CEO response at White House meeting". Associated Press. Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ^ President Trump Gaggles with Press on Air Force One, Jan. 4, 2026. The White House. Terjadi di 3:18 – via YouTube.
Have you spoken with the oil comapnies about going into Venezuela? Yes, I have. (...) Did you speak with them before the operation took place or after? Yes, before and after
- ^ President Trump Holds a Press Conference, January 3, 2026 at 1:28:45 "We call members of Congress immediately after. This was not the kind of mission 1:28:56 that you can do congressional notification on."
- ^ Yassamin Ansari [@yassaminansari] (5 Januari 2026). "The oil companies were informed about an act of war before it happened, Congress was not. That, my friends, is what an authoritarian regime run by oligarchs looks like" (Tweet). Diarsipkan dari asli tanggal 6 Januari 2026 – via X.
- ^ Longley, Alex; Wittels, Jack (2026-02-10). "Venezuela Oil Gets Shipped to Israel for First Time in Years". Bloomberg. Diakses tanggal 2026-03-27.
- ^ Cawthorne, Andrew; Satter, Raphael; Reid, Tim (3 Januari 2026). "Trump says Venezuela's Maduro captured after strikes". Reuters. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b c Barros Leal, Isabela Espadas; Glatsky, Genevieve (3 Januari 2026). "A Timeline of Rising Tension Between the U.S. and Venezuela". The New York Times. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Lotz, Avery (22 Januari 2025). "Executive order list: What executive orders did President Trump sign and what to know". Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 Januari 2025.
- ^ Venezuela Investigative Unit (1 Agustus 2025). "US Sanctions Mischaracterize Venezuela's Cartel of the Suns". InSight Crime. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "US doubles reward for arrest of Venezuela's President Maduro to $50m". Al Jazeera English. 8 Agustus 2025. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ^ Mustian, Jim; Goodman, Joshua; Tucker, Eric (17 Januari 2026). "AP obtains documents showing Venezuelan leader Delcy Rodríguez has been on DEA's radar for years". Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Januari 2026. Diakses tanggal 17 Januari 2026.
- ^ "AP obtains documents showing Venezuelan leader Delcy Rodriguez has been on the DEA's radar for years". The Washington Post. 17 Januari 2026. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
- ^ Holland, Steve (18 Agustus 2025). "US deploys warships near Venezuela to combat drug threats, sources say". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Agustus 2025. Diakses tanggal 21 Agustus 2025.
- ^ "Multiple explosions heard in Venezuela capital Caracas amid tensions with US". Hindustan Times. 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Nicholas, Peter; Tsirkin, Julie; Dixon, Matt; Alba, Monica; Kube, Courtney (4 Januari 2026). "A CIA team, steel doors and a fateful phone call: How the U.S. captured Maduro in Venezuela". NBC News. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Garcia Cano, Regina (7 November 2025). "What a reporter found when she investigated US military strikes on Venezuelan drug boats". Associated Press. Diakses tanggal 8 November 2025.
- ^ Garcia Cano, Regina (7 November 2025). "Trump has accused boat crews of being narco-terrorists. The truth, AP found, is more nuanced". Associated Press. Diakses tanggal 8 November 2025.
- ^ Pozzebon, Stefano (1 September 2025). "Trump claims Venezuela's Maduro is a drug-trafficking threat to the US. Does the data back him up?". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 September 2025. Diakses tanggal 30 Desember 2025.
- ^ a b Wong, Edward; Barnes, Julian E. (16 Desember 2025). "Venezuela's Oil Is a Focus of Trump's Campaign Against Maduro". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "Exclusive: US Coast Guard lacks forces to seize Venezuela-linked tanker for now, sources say". Reuters. 24 Desember 2025. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b "Trump Administration Oil Tanker Seizures Are Meant to Force Maduro Out, Officials Say". The New York Times. 22 Dezember 2025. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Finley, Ben; Toropin, Konstantin; Garcia Cano, Regina (3 Januari 2026). "A timeline of U.S. military escalation against Venezuela leading to Maduro's capture". PBS News Hour. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Sérvulo González, Jesús (30 December 2025). "Trump escalates conflict with Venezuela with the start of covert operations". El País. Diakses tanggal 2 Januari 2026.
- ^ Cancryn, Adam (2 Januari 2026). "Trump says strikes on targets inside Venezuela to start "soon"". CNN. Diakses tanggal 2 Januari 2026.
- ^ Gibbs, Anselm (15 Desember 2025). "Trinidad and Tobago to open its airports to US military". Military Times. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b Kurmanaev, Anatoly; Pager, Tyler; Romero, Simon; Turkewitz, Julie (4 Januari 2026). "How Trump Fixed On a Maduro Loyalist as Venezuela's New Leader". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Brezar, Aleksandar (3 Januari 2026). "Trump says US 'will run' Venezuela until 'safe' transition". Euronews.
- ^ Banco, Erin (17 Januari 2026). "Exclusive: US talks with hardline Venezuelan minister Cabello began months before raid". Reuters.
- ^ a b c Roston, Aram (22 Januari 2026). "Venezuela's Delcy Rodríguez assured US of cooperation before Maduro's capture". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
- ^ a b Delgado, Antonio María (16 Oktober 2025). "Exclusive: Venezuelan leaders offered U.S. a path to stay in power without Maduro". Miami Herald. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Walsh, Joe (3 Januari 2026). "Explosions were heard in Caracas". CBS News. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "Explosions heard as smoke rises in Venezuelan capital Caracas". BBC News. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "US carrying out strikes in Venezuela, US official says". Reuters. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Scott, Rachel; Pecorin, Allison; Peller, Lauren; Parkinson, John; O'Brie, Jay (3 Januari 2026). "Republicans largely back Trump on Venezuela action, Democrats decry it as unjustified". ABC News. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Evans, Gareth (3 Januari 2026). "Spies, drones and blowtorches: How the US captured Maduro". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 8 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b Bauder, David (6 Januari 2026). "Trump administration thanks the media for keeping quiet before the strike that captured Maduro". PBS NewsHour (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 8 Januari 2026.
- ^ a b Garcia Cano, Regina; Toropin, Konstantin (3 Januari 2026). "US strikes Venezuela and says its leader, Maduro, has been captured and flown out of the country". Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b c d e Trevithick, Joseph (3 Januari 2026). "RQ-170 Sentinel Stealth Drone Supported Maduro Capture Mission". The War Zone (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ a b c Newdick, Thomas (3 Januari 2026). "Destruction Seen At Caracas Base That Was A Focus Of The U.S. Military Operation". The War Zone (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ a b Rogoway, Tyler; Newdick, Thomas (5 Januari 2026). "This Is What The Night Stalkers' MH-60M Direct Action Penetrator Brought To The Venezuelan Op". The War Zone (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 6 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ Greet, Kai (3 Januari 2026). "U.S. Launches Military Operations in Venezuela, Maduro 'Captured'". theaviationist.com. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Trevithick, Joseph (5 Januari 2026). "Did The U.S. Use Kamikaze Drones To Strike Venezuela?". The War Zone (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
Multiple video clips offer strong evidence that kamikaze drones were among the capabilities the U.S. military brought to bear during the operation to capture Venezuelan dictator Nicolas Maduro over the weekend. This may have been the first real-world use of a new slate of U.S. long-range one-way attack drones and loitering munitions.
- ^ a b "Explosiones, sobrevuelos y apagones eléctricos en varias zonas militares de Venezuela" [Ledakan, pesawat-pesawat berterbangan, dan padamnya listrik dilaporkan di beberapa zona militer Venezuela], NTN24 (dalam bahasa Spanyol), 3 Januari 2026, diakses tanggal 3 Januari 2026
- ^ Delgado, Antonio María (3 Januari 2026). "Multiple explosions reported overnight in Caracas; Maduro government remains silent". Miami Herald. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ BNO News Live [@BNODesk] (3 Januari 2026). "WATCH: Large explosions at Higuerote Airport, about 87 km (54 mi) east of Caracas" (Tweet). Diakses tanggal 3 Januari 2026 – via X.
- ^ Kinnard, Meg; Price, Michelle L. (3 Januari 2026). "How the US captured Venezuelan leader Nicolás Maduro". Associated Press (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b "Live updates: Multiple explosions rock Venezuelan capital Caracas". CNN. 3 January 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Demarest, Colin (3 January 2026). "U.S. leveled military facilities in Maduro attack, satellite imagery reveals". Axios. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b "Live coverage: Venezuela's Maduro captured, U.S. officials say". NBC News. 3 January 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "Incident Beechcraft Barron?, Saturday 3 January 2026". Aviation Safety Network. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "US strikes smashed math center, medical warehouse, Venezuela says". Yahoo News (dalam bahasa American English). Agence France-Presse. 7 January 2026. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ^ Hawke, Jack (3 January 2026). "Maduro declares national emergency". ABC News. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Diaz, José; Walsh, Joe (3 Januari 2026). "Venezuela accuses U.S. of "very serious military aggression"". CBS News. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b Trump, Donald J. (3 Januari 2026). "(Untitled)". Truth Social. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Petras, George; Beard, Stephen; Loehrke, Janet; Sullivan, Shawn (3 Januari 2026). "Mapping US attacks in Venezuela: Timeline of Nicolás Maduro's capture". USA Today (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Langford, Antonia; Mendelson, Allegra (3 Januari 2026). "Maduro and wife charged with narco-terrorism". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Stavrou, Athena (3 Januari 2026). "Venezuela latest: Trump says President Maduro has been captured after huge airstrikes on Caracas". The Independent. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Walker, Josephine; Floyd, Lauren (3 Januari 2026). "Trump shares photo of Maduro after capture". Axios (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Keller, Erin; Woodward, Alex (3 Januari 2026). "Trump posts photo of handcuffed Maduro after Venezuelan president's capture". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 January 2026.
- ^ Lawless, Jill; Santana, Rebecca (3 Januari 2026). "What we know about a US strike that captured Venezuela's Maduro and what comes next". Associated Press. Washington, D.C., United States. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "Venezuela latest: Trump says US has 'captured' President Maduro in strikes on country – latest". BBC News. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ BNO News Live [@BNODesk] (3 Januari 2026). "Breaking: Venezuelan Vice President Delcy Rodríguez confirms Maduro and his wife are missing. Trump said they were captured" (Tweet). Diakses tanggal 3 Januari 2026 – via X.
- ^ "Venezuela vice president Rodriguez in Russia, four sources say". Reuters. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Phifer, Donica (3 Januari 2026). "Venezuela's VP throws cold water on Trump's solution for running the country". Axios (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Tucker, Emma (3 Januari 2026). "Maduro has arrived at a New York military base". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ O'Connell, Oliver; Buschschlüter, Vanessa (3 Januari 2026). "Maduro to be taken to Brooklyn detention centre". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b Jansen, Bart (3 Januari 2026). "Here are the charges against Nicolás Maduro after US capture". USA Today. USA Today Co. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Bergengruen, Vera (3 Januari 2026). "Maduro Faces Federal Drug-Trafficking Charges in U.S." The Wall Street Journal. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Savage, Charlie (5 Januari 2026). "Justice Dept. Drops Claim That Venezuela's 'Cartel de los Soles' Is an Actual Group". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ a b c Palmer, Kathryn; Jansen, Bart; Bagchi, Aysha; Nguyen, Thao; Cann, Christopher; Loria, Michael; Waddick, Karissa. "'Not guilty' plea for deposed Venezuelan leader Maduro". USA TODAY. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
- ^ Periera, Ivan; Kekatos, Mary; Haworth, Jon; Shalvey, Kevin (4 Januari 2026). "Venezuela live updates: Maduro to appear in federal court Monday on alleged drug charges". ABC News. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Kelly, Kieran; Shanagher, Lily; Zagon, Chanel (6 Januari 2026). "Maduro: I am a prisoner of war". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 5 January 2026. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Rios, Michael (3 Januari 2026). "Venezuelan defense minister says US strikes hit urban areas and vows to resist "invasion"". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b "Venezuelan Official Says at Least 40 People Were Killed in U.S. Attack". The New York Times. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Flores, Jordan (6 Januari 2026) [4 Januari 2026]. "Fuentes independientes difunden cifra de fallecidos durante los bombardeos en Venezuela ante la falta de reportes oficiales" [Sumber-sumber independen menyebarluaskan angka korban tewas dalam pengeboman di Venezuela sebagai akibat dari kurangnya laporan resmi.]. El Diario de Caracas (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari asli tanggal 6 Januari 2026.
- ^ "Estos son los nombres de 17 víctimas que dejaron los bombardeos en Venezuela" [Ini adalah nama-nama dari 17 korban pengeboman di Venezuela]. Tal Cual (dalam bahasa Spanyol). 4 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b Praag, Oriana van (20 Januari 2026). "The Overlooked Deaths of the Attack on Venezuela". The New Yorker (dalam bahasa American English). ISSN 0028-792X. Diakses tanggal 26 Januari 2026.
- ^ Rodriguez, Andrea (5 Januari 2026). "Cuba says 32 Cuban officers were killed in US operation in Venezuela" (dalam bahasa American English). ABC-7 Chicago. Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Januari 2026. Diakses tanggal 7 Januari 2026.
- ^ "Maduro's elite bodyguard wiped out in US Delta Force's lightning strike". The Australian. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 7 Januari 2026.
- ^ Franck, Mark (5 Januari 2026). "Cuba says 32 of its citizens killed in Maduro extraction". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026.
- ^ "Venezuela y Cuba publican listas con 55 militares muertos en captura de Maduro por EEUU" [Venezuela dan Kuba mempublikasikan daftar 55 personel militer yang terbunuh dalam penangkapan Maduro oleh AS]. El Nuevo Herald (dalam bahasa Spanyol). 6 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Januari 2026.
- ^ "Venezuela's interior minister says 100 people died in U.S. attack". Reuters. 8 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Januari 2026.
- ^ "77 muertos identificados en ataques: 42 militares venezolanos, tres civiles y 32 cubanos" [77 orang meninggal diidentifikasi dari serangan: 42 prajurit Venezuela, tiga warga sipil, dan 32 warga Kuba] (dalam bahasa Spanyol). Tal Cual. 7 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 9 Januari 2026.
- ^ "Venezuela declares week of mourning for military killed in US attack". Reuters. 7 Januari 2026.
- ^ "Remains of 32 Cuban officers killed during strike on Venezuela repatriated as US threat lingers". AP News. 15 Januari 2026.
- ^ "Venezuela Live Updates". The New York Times. 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "Clearing bomb wreckage, Venezuelan mourns aunt killed in US raid". Radio France International. 5 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ "Ella era Yohana Rodríguez Sierra, la colombiana que murió en los bombardeos durante la captura de Nicolás Maduro por parte de EE. UU. en Venezuela" [Dia adalah Yohana Rodríguez Sierra, seorang wanita Kolombia yang tewas dalam pengeboman selama proses penangkapan Nicolás Maduro oleh pihak AS di Venezuela]. El Tiempo (Kolombia) (dalam bahasa Spanyol). 5 Januari 2026.
- ^ "Yohana Rodríguez Sierra, la cartagenera que perdió la vida en bombardeo a Venezuela" [Yohana Rodríguez Sierra, seorang wanita dari Cartagena yang kehilangan nyawanya dalam serangan pengeboman di Venezuela] (dalam bahasa Spanyol). El Universal (Cartagena). 4 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ Kinosian, Sarah. "Maduro is out but his top allies still hold power in Venezuela". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b Griffiths, Robbie (4 Januari 2026). "Venezuela opposition in limbo as the world wonders who is in charge". NPR (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Rodríguez, Delcy (3 Januari 2026), Yuleidys Hernández Toledo (ed.), ¡Urgente! El pueblo tiene claro que jamás volverá a ser esclavo ni colonia [Mendesak! Masyarakat secara jelas menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah lagi menjadi budak atau koloni.] (dalam bahasa Spanyol), terjadi di 9:20,
Y el pueblo venezolano consciente, el pueblo venezolano con su fuego sagrado de la patria encendido, está indignado por lo que es el secuestro ilegal e ilegítimo del presidente y de la primera dama, primera combatienta Cilia Flores.
- ^ Rogero, Tiago (3 Januari 2026). "Venezuelan leader Maduro lands in New York after capture by US troops – live". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026.
The vice-president said the "Venezuelan people ... are outraged by the illegal and illegitimate kidnapping of the president and the first lady".
- ^ Walsh, Joe (3 Januari 2026). "Venezuelan officials condemn Maduro's capture, calling it a "kidnapping"". CBS News. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026.
- ^ "Venezuela court orders Rodriguez as interim president". The Canberra Times (dalam bahasa Australian English). 4 Januari 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "Trump warns Venezuela's interim president of 'big price' if she resists US". France 24. 5 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Flightradar24 [@flightradar24] (3 Januari 2026). "Amid reports of explosions around Caracas, the US FAA issued a new NOTAM prohibiting US aircraft from operating at all altitudes within Venezuelan airspace as of 0600Z today, 3 Jan. Flightradar24 is not currently tracking any aircraft over Venezuela" (Tweet). Diakses tanggal 3 Januari 2026 – via X. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Vickers, Julian; Ryan, Fergus (3 Januari 2026). "Explosions hit Venezuelan capital Caracas". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "Security Alert: Venezuela: Explosions Reported; Shelter in Place". U.S. Embassy in Venezuela. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "Explosions heard in Venezuela capital, power outage in city – report". The Jerusalem Post. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ a b Guldogan, Diyar (3 Januari 2026). "Venezuela's Maduro arrested to stand trial on criminal charges in US: Sen. Mike Lee". Anadolu Agency. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Bauder, David (6 Januari 2026). "A rare 'thank you' to the media from the Trump administration". Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ "Venezuela orders police to find, arrest anyone involved in supporting U.S. attack-decree". Reuters. 5 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026.
- ^ de los Ángeles Graterol, María; Carroll, Rory (6 Januari 2026). "Armed militias deployed in Venezuela as regime attempts to impose authority". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026.
- ^ Regan, Helen. "Here's what happened overnight in Caracas". CNN. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ "Venezuela latest: Trump says US will 'run' Venezuela until 'safe transition can take place' - watch live". BBC News. 3 Januari 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ Cancryn, Adam (3 Januari 2026). "Trump says US will run Venezuela following Maduro's capture". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ a b c Smith, David; Rogero, Tiago (3 Januari 2026). "Trump says US will 'run' Venezuela after ousting Maduro in military attack". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Jaramillo, Alejandra (3 Januari 2026). "Trump says US is working with Venezuelan vice president". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Saltman, Max; Freitas, Alessandra (3 Januari 2026). "Venezuela's opposition rejoiced at Maduro's abduction, but Trump doesn't seem interested in working with them". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 4 Januari 2026.
- ^ "Trump to Speak on Venezuela Strikes and Capture of President Maduro. Aired 11a-12p ET". CNN. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026.
- ^ Ward, Alexander (3 Januari 2026). "Removing Maduro Was 'Donroe Doctrine' in Action, Trump Says". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "Donald Trump wants to run Venezuela, and dominate the western hemisphere". The Economist. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ "Venezuela could define Trump's legacy - and America's place in the world". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 3 Januari 2026. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Cawthorne, Andrew (3 January 2026). "Trump says US will 'run Venezuela' with revenue from oil reserves". The Independent. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2026. Diakses tanggal 3 Januari 2026.
- ^ Dakss, Brian (8 Januari 2026). "Trump: U.S. could oversee Venezuela for "much longer" than a year". CBS News. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
- ^ Garcia Cano, Regina; Lee, Matthew; Weissert, Will; Tucker, Eric (4 Januari 2026). "Rubio says US won't govern Venezuela but will press for changes through oil blockade". Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Goodwin, Grace Eliza (5 Januari 2026). "Trump warns new Venezuelan leader as Maduro set to appear in court". BBC News. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 5 Januari 2026.
- ^ Lebowitz, Megan; Smith, Alexander (5 Januari 2026). "Trump says U.S. is 'in charge' of Venezuela and warns interim leader to cooperate". NBC News. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2026. Diakses tanggal 6 Januari 2026.
- ^ Lewis, Simon (7 Januari 2026). "Rubio says US plan for Venezuela is stability, recovery, then transition". Reuters.
- ^ Nicas, Jack; Victor, Daniel (7 Januari 2026). "Live Updates: Trump Says Venezuela Will Start Handing Over Some Oil to U.S." The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Januari 2026. Diakses tanggal 7 Januari 2026.
- ^ Pecorin, Allison (8 Januari 2026). "Senate advances war powers resolution to rein in Trump on Venezuela". ABC News. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2026. Diakses tanggal 8 Januari 2026.