Surat-surat Yohanes
| Bagian dari serial artikel tentang |
| Yohanes dalam Alkitab |
|---|
| Kesusastraan Yohanes |
| Kepengarangan |
| Kesusastraan terkait |
| Lihat pula |
Surat-surat Yohanes adalah Surat Yohanes yang Pertama, Surat Yohanes yang Kedua, dan Surat Yohanes yang Ketiga, tiga dari surat-surat am dalam Perjanjian Baru. Dalam hal isi dan gaya penulisan, surat-surat ini menyerupai Injil Yohanes. Khususnya, dalam Surat Yohanes yang Pertama, Yesus diidentifikasi sebagai Kristus yang ilahi, dan kasih Allah terhadap umat manusia ditekankan lebih kuat dibandingkan dalam teks Perjanjian Baru lainnya.[1]
Surat-surat tersebut bersifat anonim, tetapi sejak akhir abad kedua, ketika Irenaeus merujuk pada kedua surat pertama, tulisan-tulisan tersebut telah dikaitkan dengan Yohanes, anak Zebedeus, yang menurut kitab-kitab Injil merupakan salah satu dari dua belas murid dan bagian dari lingkaran terdekat Yesus.[2] Surat ketiga mulai disebutkan sejak pertengahan abad ketiga, dan karena kemiripannya dengan Surat Yohanes yang Kedua (misalnya keduanya ditulis oleh seseorang yang disebut sebagai sang penatua), surat tersebut disertakan bersama kedua surat lainnya, membentuk kumpulan yang dikenal sebagai surat-surat Yohanes.[2] Surat paskah Athanasius tahun 367 adalah catatan tertua yang menunjukkan bahwa ketiga surat tersebut diakui sebagai surat am.[2][3] Meskipun surat kedua dan ketiga tampak seperti surat asli, surat pertama tidak memiliki bagian pendahuluan maupun penutup, sehingga lebih menyerupai tulisan nasihat atau sebuah khotbah.
Sebagian besar pakar berasumsi bahwa surat-surat tersebut ditulis secara bersamaan dan setelah Injil Yohanes, dengan penanggalan antara tahun 85 hingga 100 M.[4] Sebagian besarpakar setuju bahwa ketiga surat tersebut ditulis oleh penulis yang sama, meskipun masih terdapat perdebatan mengenai siapa sebenarnya penulis tersebut.[5][6][7] Gagasan mengenai adanya komunitas Yohanes kini semakin banyak dipertanyakan, dan tidak ada konsensus di antara para pakar saat ini.[8][9] Sebuah teori yang populer menyatakan bahwa surat-surat tersebut ditulis oleh seorang presbiter, yang disebut sebagai Yohanes sang Presbiter, yang namanya disebutkan oleh Papias.[10]
Pertama
[sunting | sunting sumber]Surat tersebut tak seperti dua surat lainnya yang lebih ditulis sebagai sebuah kotbah, surat yang satu ini membantu memperkuat keimanan orang-orang terhadap Yesus, untuk membantu mereka mengetahui kepada Putra Allah menjalani hidup fana dan disiksa mati.[11]
Kedua
[sunting | sunting sumber]Surat tersebut ditulis sebagai sebuah surat pendek dari Rasul tersebut kepada seorang "wanita terpilih" tak bernama ia ia cintai dan anaknya.[12] Pada surat tersebut, Yohanes memperingatkan tentang membuka rumah kepada guru-guru palsu dan untuk selalu mempraktikan kebenaran dan menghindari kesalahan.

Ketiga
[sunting | sunting sumber]Surat ketiga, yang juga merupakan sebuah surat pendek, dialamatkan kepada seorang pria yang bernama Gayus dan menyebutnya "teman baik". Surat tersebut mengisahkan tentang seorang pria yang bernama Diotrefes yang oleh Gayus diekskomunikasikan dari gereja dan pergi untuk membuat sebuah sentimen anti-misionaris dengan tujuan berusaha menghentikan gereja untuk menyebarkan para misionaris. Surat tersebut dipercaya dikirim oleh orang ketiga, Demetrius.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Olsson, Birger (2008). Johannesbreven. Stockholm: EFS-förlaget. ISBN 978-91-7085-104-9.
- ^ a b c Coogan, Michael David (2011). The Oxford encyclopedia of the books of the Bible. New York: Oxford University Press. hlm. 472–477. ISBN 978-0-19-537737-8.
- ^ Mack, Burton L. (1995). Who wrote the New Testament?: the making of the Christian myth. HarperSan Francisco. hlm. 207. ISBN 0-06-065517-8.
- ^ Tenney, Merrill. "THE EPISTLES OF JOHN". www.abideinchrist.com. Diakses tanggal 27 September 2012.
- ^ Kruger, Michael J. (30 April 2012). Canon Revisited: Establishing the Origins and Authority of the New Testament Books. hlm. 272. ISBN 9781433530814.
- ^ Brown, Raymond E. (1988). The Gospel and Epistles of John: A Concise Commentary. hlm. 105. ISBN 9780814612835.
- ^ Marshall, I. Howard (14 July 1978). The Epistles of John. ISBN 9781467422321.
- ^ The Johannine Community in Contemporary Debate. Fortress Academic. 2024. hlm. 10. ISBN 978-1978717312.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:12 - ^ Powell, Mark Allan (2009). Introducing the New Testament: A Historical, Literary, and Theological Survey. Baker Academic. ISBN 9780801028687.
- ^ "The Epistles of John". www.earlychristianwritings.com. Diakses tanggal 27 September 2012.
- ^ Missler, Chuck. "A Timely Study The Epistles of John". khouse.org. Diakses tanggal 27 September 2012.