Pemblokiran Roblox

Roblox telah diblokir di beberapa negara oleh pemerintah dan pihak berwenang lainnya.
Negara-negara yang memblokir akses ke Roblox secara permanen
[sunting | sunting sumber]Aljazair
[sunting | sunting sumber]Pada 8 September 2025,[1] pihak berwenang di Aljazair secara permanen melarang Roblox, dengan alasan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki alat dan kapasitas yang memadai untuk melindungi anak-anak. Para pejabat melaporkan bahwa semakin banyak pengguna di Aljazair, terutama mereka yang berusia di bawah sepuluh tahun, terpapar pelecehan seksual, konten tidak pantas lainnya, serta meningkatnya kasus penipuan, penipuan online, dan eksploitasi anak.[2]
Tiongkok
[sunting | sunting sumber]Roblox telah diblokir secara permanen di Tiongkok karena kekhawatiran terkait konten yang dianggap antikomunis, dengan tujuan membatasi paparan terhadap materi yang berpotensi bertentangan dengan Partai Komunis Tiongkok.[3]
Dokumen yang dilaporkan oleh Motherboard dari Vice setelah bocornya informasi tersebut mengungkap strategi Roblox untuk memasuki pasar Tiongkok. Dokumen-dokumen tersebut meliputi presentasi tahun 2017 berjudul "China MVP Ideas from Aug Trip" dan dokumen tahun 2018 berjudul "China Government Policy", yang menguraikan langkah-langkah untuk berkolaborasi dengan Tencent dan mematuhi peraturan setempat. Dokumen-dokumen tersebut menetapkan bahwa Roblox dan permainan-pernainannya harus menghormati integritas teritorial Tiongkok, merujuk pada sengketa yang melibatkan Taiwan, Tibet, Laut Tiongkok Selatan, dan Aksai Chin. Platform tersebut juga harus memverifikasi identitas pengguna menggunakan KTP dan membatasi pemain internasional di server Tiongkok, serta menerapkan standar pengumpulan data yang sama untuk semua pengguna. Persyaratan lain mencakup larangan mengubah fakta sejarah, mempromosikan perpecahan atau diskriminasi etnis, menghasut kebencian nasional, menggambarkan kekerasan grafik, menampilkan pemimpin nasional, atau mendukung poligami atau hubungan seks kasual.[4]
Pada 2021, Roblox Corporation berkolaborasi dengan Tencent untuk meluncurkan versi Tiongkok dari platformnya yang bernama LuoBuLeSi (Hanzi: 罗布乐思),[5] namun layanan tersebut ditutup pada tahun yang sama. Perusahaan ini terus beroperasi di Tiongkok dan mendukung para pengembang melalui LuoBu Studio, yang memungkinkan publikasi konten baik untuk Roblox maupun aplikasi LuoBu di masa mendatang. Roblox menyatakan bahwa perubahan terkait LuoBuLeSi tidak memengaruhi pengguna di luar Tiongkok.[4]
Mesir
[sunting | sunting sumber]Pada 1 Februari 2026, Dewan Tertinggi Pengaturan Media mengeluarkan pernyataan yang secara permanen melarang akses ke Roblox, dengan alasan kekhawatiran terkait "penggunaan internet dan media sosial di kalangan anak-anak".[6]
Pada 4 Februari 2026, Otoritas Pengatur Telekomunikasi Nasional secara permanen memblokir akses ke platform tersebut sepenuhnya sebagai bagian dari kerja samanya dengan Dewan Tertinggi.[7]
Dewan Tertinggi Pengaturan Media dan Otoritas Pengaturan Telekomunikasi Nasional belum mengeluarkan pernyataan mengenai perubahan apa yang perlu dilakukan Roblox agar dapat diaktifkan kembali di Mesir, sehingga sensor ini bersifat permanen untuk waktu yang tidak dapat diprediksi.
Iran
[sunting | sunting sumber]Roblox diblokir secara permanen di Iran akibat kebijakan sensor yang diterapkan negara tersebut.[8]
Irak
[sunting | sunting sumber]Pada 21 Oktober 2025,[9] Irak secara permanen memblokir akses ke Roblox, dengan alasan kekhawatiran terhadap keselamatan anak. Pihak berwenang menyatakan bahwa permainan tersebut memungkinkan komunikasi langsung antar pengguna, yang dapat membuat anak-anak dan remaja rentan terhadap eksploitasi atau pungli daring, serta bahwa platform tersebut "bertentangan dengan nilai-nilai dan tradisi sosial". Kementerian Komunikasi Irak mengumumkan bahwa larangan tersebut diambil setelah adanya studi dan pengamatan yang menemukan bahwa Roblox menimbulkan berbagai "risiko keamanan, sosial, dan perilaku".[10]
Roblox Corporation menyatakan bahwa mereka memprioritaskan keselamatan pengguna dan akan bekerja sama dengan pemerintah untuk memulihkan akses. Seorang juru bicara mengatakan bahwa klaim tersebut didasarkan pada pemahaman yang sudah ketinggalan zaman mengenai platform tersebut dan mencatat bahwa fitur komunikasi tertentu, seperti obrolan dalam permainan, telah ditangguhkan sementara untuk negara-negara berbahasa Arab pada awal tahun 2025.[11]
Pemerintah Regional Kurdistan menerapkan pemblokiran serupa beberapa hari kemudian, dengan alasan kepentingan umum penduduknya. Sebuah perintah menteri menambahkan Roblox ke dalam daftar program, situs, dan aplikasi yang sebelumnya telah dilarang di wilayah tersebut.[9]
Korea Utara
[sunting | sunting sumber]Roblox diblokir secara permanen di Korea Utara akibat kebijakan sensor yang diterapkan negara tersebut.[3]
Oman
[sunting | sunting sumber]Pada Juni 2025, Otoritas Pengatur Telekomunikasi Oman mengatakan kepada surat kabar lokal Atheer[8] bahwa akses ke Roblox telah diblokir secara permanen setelah pihak berwenang menerima sejumlah laporan mengenai penyebaran konten yang tidak pantas kepada anak-anak di bawah umur.[12]
Palestina
[sunting | sunting sumber]Pada 17 November 2025, Palestina secara permanen memblokir akses ke Roblox menyusul keputusan yang diambil oleh Kementerian Komunikasi dan Ekonomi Digital serta Otoritas Pengatur Telekomunikasi. Kementerian tersebut menyatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada hasil peninjauan terhadap konten platform dan interaksi pengguna yang dianggap tidak pantas bagi anak-anak, termasuk paparan terhadap pelecehan dan perilaku digital berbahaya lainnya. Pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan penyedia layanan internet untuk menerapkan larangan tersebut dan mencatat bahwa langkah-langkah serupa telah diambil di negara-negara Arab lainnya.[13]
Qatar
[sunting | sunting sumber]Pada 13 Agustus 2025, Qatar secara permanen memblokir akses ke Roblox karena kekhawatiran terkait keselamatan anak-anak, menyusul protes daring yang mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan. Meskipun aplikasi tersebut masih dapat diunduh di toko aplikasi, pengguna di Qatar tidak dapat melanjutkan ke halaman lain selain layar beranda, dan versi webnya pun menampilkan pesan kesalahan.[14]
Rusia
[sunting | sunting sumber]Pada 3 Desember 2025,[15] Rusia secara permanen memblokir akses ke Roblox, dengan alasan bahwa platform tersebut menyebarkan materi ekstremis dan konten yang diklasifikasikan sebagai "propaganda LGBT". Regulator komunikasi Roskomnadzor melaporkan bahwa platform tersebut mengandung kasus pelecehan seksual terhadap anak serta penyebaran gambar eksplisit yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan moral anak-anak.[16]
Menanggapi larangan tersebut, Roblox menyatakan bahwa mereka mematuhi undang-undang setempat di negara-negara tempat mereka beroperasi dan menyoroti langkah-langkah keamanan yang sudah ada, termasuk sistem yang dirancang untuk mendeteksi dan mencegah konten berbahaya.[17] Perusahaan tersebut juga mengumumkan rencana untuk membatasi komunikasi sementara dan merevisi moderasi konten, serta menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan diskusi dengan Roskomnadzor mengenai pemulihan akses.[18]
Turki
[sunting | sunting sumber]
Pada 7 Agustus 2024,[19] Turki secara permanen memblokir akses ke Roblox karena kekhawatiran bahwa platform tersebut memuat konten yang berpotensi memicu pelecehan anak. Sebelum pemblokiran tersebut, Roblox telah diunduh sebanyak 41 juta kali di Turki sejak 2015.[20] Menteri Kehakiman Yılmaz Tunç menyatakan bahwa, secara konstitusional, negara berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah guna melindungi anak-anak. Pengadilan Perdamaian Pidana Ke-6 Adana mengeluarkan perintah pemblokiran tersebut setelah penyelidikan oleh jaksa agung Adana, dengan mengacu pada undang-undang tata kelola internet Turki yang diberlakukan pada tahun 2007 dan diperbarui pada tahun 2020.[21][22]
Roblox menyatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan otoritas Turki, pembuat kebijakan, dan organisasi lain terkait masalah keamanan, serta telah memperkenalkan beberapa sistem untuk melindungi pengguna, terutama anak-anak.[19]
Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloğlu menyatakan bahwa Roblox dapat dicabut larangan operasinya di negara tersebut jika platform tersebut mematuhi persyaratan pemerintah untuk menghapus konten tertentu.[23]
Negara-negara yang memblokir akses ke Roblox bagi pengguna di bawah usia tertentu
[sunting | sunting sumber]Indonesia
[sunting | sunting sumber]Pada 28 Maret 2026, Indonesia secara permanen memblokir akses ke Roblox bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun karena platform tersebut terbukti mengandung: konten berbahaya; perundungan dunia maya; penipuan; algoritma yang merugikan; dan kecanduan.[24] Sebelum pemblokiran dilakukan, Indonesia dilaporkan memiliki basis pengguna terbesar kedua di platform tersebut, dengan lebih dari 75% pengguna Indonesia berusia di bawah 16 tahun pada saat itu.[25] Sebagai tanggapan, Roblox telah mengonfirmasi bahwa mereka akan berupaya menambahkan mode luring bagi pengguna berusia di bawah 13 tahun, sementara pengguna berusia antara 13–15 tahun akan mendapatkan batasan konten dan komunikasi yang lebih ketat.[26]
Negara-negara yang sebelumnya memblokir akses ke Roblox
[sunting | sunting sumber]Yordania
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2020,[27] Yordania memblokir akses ke Roblox karena kekhawatiran terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan anak-anak,[28] dengan alasan risiko seperti paparan bahasa kasar, penipuan, dan peretasan yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan mereka.[3] Pada Desember 2025, Roblox Corporation mencapai kesepakatan dengan pemerintah Yordania untuk membuka blokir Roblox, di mana fitur obrolan di platform tersebut akan dinonaktifkan dan "konten yang menyinggung" akan tetap disembunyikan.[29]
Kuwait
[sunting | sunting sumber]Pada Agustus 2025, Kuwait memblokir akses ke Roblox karena kekhawatiran terkait keselamatan anak, menurut Otoritas Pengatur Komunikasi dan Teknologi Informasi. Regulator tersebut menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kewenangan hukumnya untuk melindungi pengguna, menyusul keluhan dari orang tua dan lembaga lain mengenai paparan anak-anak terhadap konten berbahaya di platform tersebut.[30]
Pemblokiran tersebut dilakukan setelah Kementerian Informasi mengajukan permintaan kepada Kementerian Komunikasi, dengan alasan potensi risiko terhadap anak-anak, serta meningkatnya kekhawatiran publik dari para kritikus yang mengklaim bahwa platform tersebut mempromosikan perilaku tidak bermoral, mengandung konten kekerasan, dan mendorong perilaku yang tidak pantas.[30]
Menurut Al-Qabas, larangan tersebut dicabut setelah pengembang Roblox setuju untuk menerapkan langkah-langkah keamanan tambahan, termasuk menghapus istilah-istilah yang dibatasi, menonaktifkan obrolan dalam permainan, dan menerapkan sistem pemantauan untuk mengurangi konten berbahaya atau tidak pantas. Pejabat menyatakan bahwa penegakan aturan akan terus berlanjut dan tindakan lebih lanjut akan diambil jika platform tersebut melanggar ketentuan-ketentuan tersebut.[31]
Uni Emirat Arab
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2018, Roblox dilarang di Uni Emirat Arab setelah Jaksa Agung Uni Emirat Arab, Dr. Hamad Saif Al Shamsi, mengeluarkan perintah yang membatasi akses ke beberapa platform permainan daring, termasuk Roblox, My Friend Cayla, Blue Whale, CloudPets, dan Mariam.[32]
Hingga 2021, Otoritas Telekomunikasi dan Regulasi mengonfirmasi bahwa Roblox tidak lagi dilarang di Uni Emirat Arab. Gulf News melaporkan bahwa platform tersebut tersedia untuk diunduh di perangkat melalui App Store dan Google Play.[32]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ Constantinescu, Elena (16 September 2025). "Algeria bans Roblox over child safety concerns". Proton VPN. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ الجزائر, بوابة (2025-09-08). "الجزائر تحظر وتحجب منصة روبلوكس الشهيرة للألعاب حماية للطفولة - ALGATEDZ - بوابة الجزائر" (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 2025-10-05.
- ^ a b c Naeem, Muhammad Ebrahim. "Is Roblox Illegal? 6 Countries Where It Is". Game Voyagers. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ a b Meers, Whitney (27 July 2022). "Leaked documents detail Roblox's problematic Chinese expansion plans". PCGamesN. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ Weber, Nic (20 February 2024). "Is Roblox Banned in China? Let's Explore the Facts". Playbite. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ "Egypt blocks online platform Roblox over concerns about children's online safety - Society - Egypt". Financial Review.
- ^ Cairo Scene (February 1, 2026). "Egypt Blocks Roblox Over Child Online Safety Concerns".
- ^ a b "Saudi Arabia, UAE join Gulf states in restricting Roblox gaming platform". www.aa.com.tr. Diakses tanggal 2026-03-28.
- ^ a b "KRG bans Roblox, citing public interest". The New Region. 30 October 2025. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ "Iraq bans US gaming platform Roblox over child safety concerns". Reuters. 22 October 2025. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ Hwang, Cher (23 October 2025). "Iraq bans Roblox over child safety concerns". NewsNation. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ ""روبلوكس".. هل تعرف ماذا يفعل طفلك فيها؟". صحيفة أثير الالكترونية (dalam bahasa Arab). 2025-06-03. Diakses tanggal 2025-08-30.
- ^ "Palestine Announces Ban on "Roblox" Platform to Protect Children Digitally". Sada News. 17 November 2025. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ Al Amir, Khitam (13 August 2025). "Qatar blocks popular online game Roblox amid child safety concerns". Gulf News. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ Khutsieva, Nika (18 December 2025). "Russian ban on Roblox stirs debate about limits of censorship". Reuters. Diakses tanggal 4 January 2026.
- ^ Chia, Osmond (3 December 2025). "Russia bans Roblox over concerns about safety and extremist content". BBC. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ "Russia blocks access to US children's gaming platform Roblox". Reuters. 3 December 2025. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ Pennar, Sion (17 December 2025). "Roblox pledges to make changes to satisfy Russian censors following ban". TVP World. Diakses tanggal 5 January 2026.
- ^ a b "Update on the Roblox ban in Türkiye". Roblox Corp. 8 August 2024. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ "Roblox banned from Turkey for 'causing abuse of children' following an Instagram blackout. A TikTok ban may be next". Fortune. AFP. 8 August 2024. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ Abrams, Joel (11 August 2024). "Roblox was just banned in Turkey to 'protect children'. What's Australia doing?". The Conversation. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ "Turkey blocks Roblox access over abuse concerns, justice minister says". Reuters. 8 August 2024. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ "Türkiye's ban on Roblox and Discord may end soon, minister suggests". Türkiye Today. Newsroom. 12 April 2025. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ "Indonesia to ban social media and other online platforms for under 16s". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2026-03-06. Diakses tanggal 2026-03-28.
- ^ Singh, Shubham (2026-02-26). "How Many People Play Roblox 2026 [Active Player Count]". DemandSage (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-28.
- ^ "Indonesia Says Roblox to Have Offline Mode for Kids Under 13". Jakarta Globe. Diakses tanggal 2026-03-30.
- ^ White, Gemma (27 August 2025). "How safe are children playing Roblox? Gulf states move to ban platform amid content concerns". The National. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ Al Amir, Khitam (20 August 2025). "Kuwait to ban Roblox amid rising concerns over child safety". Gulf News. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ^ صحيفة عمون : اتفاق أردني مع "روبلوكس" لإزالة المحتوى المسيء من اللعبة. Ammon News. 9 December 2025. Diakses tanggal 17 December 2025.
- ^ a b Al Amir, Khitam (21 August 2025). "Roblox blocked in Kuwait over child safety and content concerns". Gulf News. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ Mankar, Sagar (1 November 2025). "Roblox Ban Lifted in Kuwait After Developer Agrees to New Safety Rules". Gaming Amigos. Diakses tanggal 7 December 2025.
- ^ a b Cherian, Dona (16 March 2021). "Fact check: Is Roblox unbanned in UAE?". Gulf News. Diakses tanggal 7 December 2025.