Kabupaten Ogan Komering Ilir
Kabupaten Ogan Komering Ilir | |
|---|---|
| Transkripsi bahasa daerah | |
| • Kayuagung | |
| • Jawi | اوڬن كومريڠ ايلير |
| • Jawa | ꦲꦺꦴꦒꦤ꧀ꦏꦺꦴꦩꦼꦫꦶꦁꦲꦶꦭꦶꦂ |
Dari atas, kiri ke kanan; Desa Bangsal, Pampangan di tengah rawa; Tepian Sungai Komering di kota Kayu Agung; Kerbau di rawa Pampangan | |
| Motto: Bende Seguguk (Bahasa Kayuagung) Gong Persatuan | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 3°22′00″S 105°22′00″E / 3.36667°S 105.36667°E | |
| Negara | |
| Provinsi | Sumatera Selatan |
| Hari jadi | 11 Oktober 1945 |
| Ibu kota | Kayu Agung |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Muchendi Mahzareki |
| • Wakil Bupati | Supriyanto |
| • Sekretaris Daerah | M Refly (Pj.) |
| Luas | |
| • Total | 17.071,33 km2 (6,591,28 sq mi) |
| Populasi (2024)[1] | |
| • Total | 786.703 |
| • Kepadatan | 46/km2 (120/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | Islam 97,58% Hindu 1,33% Kristen 1,05% - Protestan 0,66% - Katolik 0,39% Buddha 0,47% |
| • Bahasa | |
| • IPM | |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | +62 712 |
| Pelat kendaraan | BG xxxx K / L** |
| Kode Kemendagri | 16.02 |
| DAU | Rp 1.106.078.586.000,- (2020)[3] |
| Situs web | www |
Ogan Komering Ilir (OKI) adalah kabupaten di Sumatera Selatan, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas 17.071,33 km² dan berpenduduk sekitar 786.703 jiwa. Ibu kotanya adalah Kecamatan Kayu Agung. Pada tahun 2020, kabupaten ini memiliki 18 Kecamatan yang terdiri atas 314 desa beserta 13 kelurahan.
Kayu Agung dan kecamatan di sekitarnya termasuk dalam kawasan metropolitan Palembang bernama Patungraya Agung. OKI adalah kabupaten terluas di Sumatera Selatan yang wilayahnya membentang dari pesisir timur hingga mendekati Kota Palembang. Wilayahnya didominasi oleh dataran rendah dengan banyak rawa-rawa.
Salah satu perusahaan besar yang beroperasi di sini adalah PT OKI Pulp and Paper di Kecamatan Air Sugihan. Perusahaan ini adalah bagian dari APP Sinar Mas yang bergerak di industri kertas.[4]
Geografis
[sunting | sunting sumber]Wilayah Kabupaten Ogan Komering ilir terletak di bagian timur Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya antara 104°20’ dan 106°00’ BT dan 2°30’ sampai 4°15’ LS.[butuh rujukan]
Batas wilayah
[sunting | sunting sumber]Secara administrasi berbatasan dengan:
| Utara | Banyuasin dan Kota Palembang. |
| Timur | Selat Bangka dan Laut Jawa. |
| Selatan | Provinsi Lampung. |
| Barat | Ogan Ilir dan OKU Timur. |
Topografi
[sunting | sunting sumber]Secara fisiografis, Kabupaten OKI terletak pada bentang alam dataran rendah yang menempati sepanjang Sumatra bagian timur. Wilayah ini sebagian besar memperlihatkan tipologi ekologi rawa, meskipun secara lokal dapat ditemukan dataran kering. Sehinggam wilayah OKI dapat dibedakan menjadi dataran lahan basah dengan topografi rendah dan dataran lahan kering yang memperlihatkan topografi lebih tinggi. Daerah lahan basah hampir meliputi 75 % wilayah OKI dan dapat dijumpai di kawasan sebelah timur seperti Kecamatan Air Sugihan, Tulung Selapan, Cengal, dan Kecamatan Sungai Menang. Sedangkan lahan kering terdapat di wilayah dengan topografi bergelombang, yaitu di Kecamatan Mesuji Makmur, Lempuing dan Kecamatan Lempuing Jaya.[butuh rujukan]
Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki tofografi lembah, datar sampai bergelombang dengan ketinggian 8 sampai 45 mdpl. Lokasi tertinggi berada kecamatan Mesuji Makmur, dengan titik ketinggian sekitar 45 mdpl, sedangkan daerah terendah terletak di kawasan timur yang termasuk di wilayah Kecamatan Air Sugihan, dengan rata-rata ketinggian sekitar 8 mdpl.[butuh rujukan]
Berdasarkan tingkat kemiringan, wilayah Kabupaten OKI dapat dibedakan menjadi daerah dengan topografi datar sampai landai dengan tingkat kemiringan antara 0 – 2 %, dan daerah dengan topografi bergelombang dengan tingkat kemiringan berkisar antara 2 – 15 %. Sebagian besar daerah OKI merupakan daerah datar sampai landai, sedangkan daerah yang bergelombang hanya dijumpai di beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Mesuji, Mesuji Makmur dan Kecamatan Pedamaran Timur.[butuh rujukan]
Iklim
[sunting | sunting sumber]Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan daerah yang mempunyai iklim Tropis Basah (Type B) dengan musim kemarau berkisar antara bulan April sampai dengan bulan September, sedangkan musim hujan berkisar antara bulan Oktober sampai dengan Maret. Curah hujan 5 tahun terakhir rata-rata per bulan terendah 118 mm pada bulan Agustus dan September 2011, atau rata-rata per tahun adalah 2.600–2.900 mm dan rata-rata hari hujan lebih dari 160 hari per tahun. Suhu udara harian berkisar antara 21 °C terendah pada malam hari sampai 36 °C tertinggi pada siang hari. Kelembaban udara harian berkisar antara 69 % sampai 98 %.[butuh rujukan]
Iklim di Kayu Agung, Ibu Kota Kabupaten Ogan Komering Ilir tergolong dalam Tropik Basah dengan curah hujan rerata tahunan ≥2.500 mm per tahun dan jumlah hari hujan dan hari hujan rata-rata ≥150 hari/tahun. Musim kemarau umumnya berkisar antara bulan April sampai September setiap tahunnya, sedangkan musim penghujan berkisar antara bulan Oktober sampai bulan Maret. Penyimpangan musim biasanya terjadi sekali dalam lima tahun, berupa musim kemarau yang lebih panjang dari musim penghujan, dengan rata – rata curah hujan kurang dari 1.900 mm per tahun dengan rata-rata hari hujan 60 hari per tahun.[butuh rujukan]
| Data iklim Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 30.5 (86.9) |
30.9 (87.6) |
31.3 (88.3) |
31.9 (89.4) |
32.1 (89.8) |
31.7 (89.1) |
31.6 (88.9) |
32.1 (89.8) |
32.7 (90.9) |
33.2 (91.8) |
32.4 (90.3) |
31.5 (88.7) |
31.82 (89.29) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 26.6 (79.9) |
26.6 (79.9) |
27.1 (80.8) |
27.6 (81.7) |
28.2 (82.8) |
27.5 (81.5) |
26.9 (80.4) |
27.2 (81) |
27.6 (81.7) |
28.4 (83.1) |
27.6 (81.7) |
27.2 (81) |
27.38 (81.29) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 22.8 (73) |
22.8 (73) |
22.9 (73.2) |
22.9 (73.2) |
23.4 (74.1) |
22.7 (72.9) |
22.1 (71.8) |
22.5 (72.5) |
23.1 (73.6) |
23.9 (75) |
23.4 (74.1) |
22.9 (73.2) |
22.95 (73.3) |
| Presipitasi mm (inci) | 260 (10.24) |
218 (8.58) |
272 (10.71) |
248 (9.76) |
163 (6.42) |
126 (4.96) |
102 (4.02) |
85 (3.35) |
85 (3.35) |
150 (5.91) |
249 (9.8) |
305 (12.01) |
2.263 (89,11) |
| Rata-rata hari hujan | 12 | 11 | 12 | 12 | 9 | 7 | 6 | 5 | 5 | 8 | 11 | 14 | 112 |
| % kelembapan | 86 | 84 | 83 | 82 | 81 | 79 | 77 | 78 | 80 | 81 | 83 | 85 | 81.6 |
| Rata-rata sinar matahari bulanan | 165 | 163 | 198 | 216 | 232 | 235 | 244 | 234 | 203 | 202 | 187 | 171 | 2.450 |
| Sumber #1: Climate-Data.org[5] & BMKG[6] | |||||||||||||
| Sumber #2: Weatherbase[7] | |||||||||||||
Hidrologi
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan daerah Aliran Sungai (DAS), wilayah OKI dapat dibedakan menjadi tiga sistem yaitu DAS Musi yang meliputi sub DAS Komering dan arah aliran ke Sungai Musi, DAS Bulurarinding yang meliputi Sub DAS Sugihan dengan sungai utama Sungai Sugihan, Batang dengan sungai utama Sungai Batang, Riding dengan sungai utama Sungai Batang, Lebong Hitam dengan sungai utama Sungai Lebong hitam, Lumpur dengan sungai utama Sungai Lumpur, Jeruju dengan sungai utama Sungai Jeruju. Arah aliran ke Selat Bangka dan Laut Jawa, dan DAS Mesuji yang meliputi Sub DAS Mesuji Hulu, Padang Mas Hitam dan Mesuji dengan sungai utama Sungai Mesuji.[butuh rujukan]
Sub DAS Komering mencakup wilayah Kecamatan Mesuji Makmur bagian barat, Lempuing, Tanjung Lubuk, Lempuing Jaya, Teluk Gelam, Kota Kayuagung, Pampangan bagian utara, SP Padang, dan Kecamatan Jejawi. Sungai-sungai yang membentuk Sub DAS Sugihan dan Sub DAS Batang mengaliri wilayah Kecamatan Air Sugihan; sedangkan Sub DAS Riding dan Sub DAS Lebong Hitam meliputi wilayah Kecamatam Tulung Selapan dan Sub DAS Jeruju berkembang di wilayah Kecamatan Cengal dan sebagian di Kecamatan Sungai Menang.[butuh rujukan]
Di samping sistem sungai, di wilayah OKI banyak terdapat danau, di antara yang cukup besar adalah Danau Deling di Kecamatan Pangkalan Lampam, Danau Air Nilang di Kecamatan Pedamaran, Danau Teluk gelam yang saat ini sudah dikembangkan menjadi salah objek tujuan wisata di Kabupaten OKI dan Teloko di Kota Kayuagung.[butuh rujukan]
Di samping sungai dan danau, dalam sistem hidrologi di Kabupaten OKI terdapat lebak, yang kuantitas airnya sangat tergantung dengan musim. Pada musim kemarau airnya kering, dan saat musim hujan terendam air. Di dalam sistem lebak ini terdapat bagian yang dalam dan tidak pernah kering airnya, yang di masyarakat Kabupaten OKI dikenal dengan istilah Lebak Lebung. Biasanya kawasan lebak lebung ini memiliki sumber daya ikan yang besar dan potensial untuk dikembangkan untuk kawasan budidaya perikanan air tawar[butuh rujukan]
Tanah
[sunting | sunting sumber]Jenis tanah di wilayah OKI meliputi beberapa jenis mulai dari glei humus dan organosol, latosol, litosol, podsolik, alluvial hidromorf, sampai hidromorf. Sedangkan jenis tanah yang paling dominan agihannya adalah glei humus dan organosol yang berasosiasi dengan air. Litosol dan podsolik.[butuh rujukan]
Tanah glei humus dan organosol (+ air) tersebar luas terutama di wilayah Kecamatan Air Sugihan dan Tulung Selapan. Jenis tanah ini merupakan endapan rawa. Untuk jenis latosol dijumpai di kecamatan Pampangan dan Pedamaran. Di daerah ini Latosol berwarna coklat kemerahan. Seri tanah Podsolik dan hidromorf dapat di jumpai agihannya di Kecamatan Mesuji, Mesuji Makmur dan Mesuji Raya. Secara umum jenis tanah memperlihatkan warna coklat.[butuh rujukan]
Jenis tanah yang lain dan tergolong cukup luas agihannya adalah Podsolik berwarna kuning yang dijumpai di kecamatan Sungai Menang. Podsolik berwarna kuning dan hidromorf terdapat di wilayah Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, Sedangkan Podsolik berwarna coklat kekuningan di jumpai di kecamatan Cengal. Selain Podsolik di kecamatan Cengal terdapat jenis tanah Latosol berwarna Coklat dan Litosol. Untuk seri tanah Latosol yang berwarna merah kekuningan agihannya tidak begitu luas dan terutama tersebar di Kecamatan Pangkalan Lampam.[butuh rujukan]
Jenis tanah yang agihannya tidak terlalu luas namun lebih beragam pada umumnya dijumpai di kawasan barat Kabupaten OKI. Di Kecamatan SP Padang dan Jejawi dapat ditemukan jenis tanah litosol dan latosol coklat, serta glei humus dan organosol. Kecamatan Teluk Gelam dan Kayuagung di dominasi oleh glei humus dan organosol, sedangkan Kecamatan Tanjung Lubuk memiliki jenis tanah Alluvial hidromorf dan Hidromorf kelabu.[butuh rujukan]
Topografi Daerah
[sunting | sunting sumber]Topografi Kabupaten OKI secara umum merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 10 mdpl. Lokasi tertinggi berada di daerah Bukit Gajah kecamatan Tulung Selapan, dengan titik ketinggian sekitar 14 mdpal, sedangkan daerah terendah terletak di kawasan timur yang termasyuk di wilayah Kecamatan Tulung Selapan juga, dengan rata-rata ketinggian sekitar 6 mdpal.Berdasarkan tingkat kemiringan, wilayah Kabupaten OKI dapat dibedakan menjadi daerah dengan topografi datar sampai landai dengan tingkat kemiringan antara 0 – 2%, dan daerah dengan topografi bergelombang dengan tingkat kemiringan berkisar antara 2 – 15 %. Sebagian besar daerah OKI merupakan daerah datar sampai landai, sedangkan daerah yang bergelombang hanya dijumpai di beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Mesuji. Lempuing dan Kecamatan Lempuing Jaya.[butuh rujukan]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Era penjajahan Belanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) termasuk ke dalam wilayah Keresidenan Sumatera Selatan dan Sub Keresidenan (Afdeeling) Palembang dan Tanah Datar dengan ibu kota Palembang. Afdeeling ini dibagi dalam beberapa onder afdeeling, dan wilayah Kabupaten OKI meliputi wilayah onder afdeeling Komering Ilir dan onder afdeeling Ogan Ilir. Di era kemerdekaan, wilayah Kabupaten OKI termasuk dalam Keresidenan Palembang yang meliputi 26 marga. Kemudian pada era ORBA wilayah Kabupaten OKI menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Setelah adanya pembubaran marga, wilayah Kabupaten OKI dibagi menjadi 12 kecamatan defenitif dan 6 kecamatan perwakilan.[butuh rujukan]
Sebelum tahun 2000, Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki 14 kecamatan defenitif dan 4 kecamatan perwakilan. Keempat kecamatan perwakilan tersebut adalah Kecamatan Rantau Alai dengan Kecamatan Induk Tanjung Raja, Kecamatan Jejawi dengan Kecamatan Induk Sirah Pulau Padang, Kecamatan Pematang Panggang dengan Kecamatan Induk Mesuji dan Kecamatan Cengal dengan Kecamatan Induk Tulung Selapan. Namun semenjak tahun 2001, empat kecamatan perwakilan tersebut disahkan menjadi kecamatan defenitif sehingga jumlah kecamatan di Kabupaten OKI menjadi 18 kecamatan dan meliputi 434 desa dan 13 kelurahan.[butuh rujukan]
Dalam perjalanannya, berdasarkan KEPPRES Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten OKI dimekarkan menjadi dua kabupaten yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Ogan Ilir yang beribu kota di Inderalaya. Wilayah Kabupaten Ogan Ilir meliputi Kecamatan Inderalaya, Tanjung Raja, Tanjung Batu, Muara Kuang, Rantau Alai dan Kecamatan Pemulutan. Setelah pemekaran ini, wilayah Kabupaten OKI terdiri dari 12 kecamatan, yang meliputi 272 desa dan 11 kelurahan.[butuh rujukan]
Selanjutnya, berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2005, wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir kembali dimekarkan sehingga terbentuk 6 kecamatan baru, yaitu Kecamatan Pangkalan Lampam, Mesuji Makmur, Mesuji Raya, Lempuing Jaya, Teluk Gelam dan Kecamatan Pedamaran Timur. Setelah pemekaran ini Kabupaten Ogan Komering Ilir secara administratif meliputi 18 kecamatan, 11 kelurahan dan 290 desa.[butuh rujukan]
Pemerintahan
[sunting | sunting sumber]Daftar Bupati
[sunting | sunting sumber]Daftar Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir dari tahun 1945 hingga sekarang.
| Bupati Ogan Komering Ilir | |
|---|---|
Lambang Kabupaten Ogan Komering Ilir | |
| Masa jabatan | 5 tahun |
| Dibentuk | 1946 |
| Pejabat pertama | A. Najamuddin |
| Situs web | kaboki |
| No. | Potret | Bupati | Mulai menjabat | Akhir menjabat | Partai Politik / Fraksi | Wakil Bupati | Periode | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | A. Najamudin | 1944 | 1945 | N/A | 1 | ||||
| 2 | R. Mansyur Kramajaya | 1948 | 1949 | N/A | 2 | ||||
| 3 | R. Ahmad Abusama | 1949 | 1952 | N/A | 3 | ||||
| 4 | M. Arip | 1952 | 1954 | N/A | 4 | ||||
| 5 | Husin | 1954 | 1956 | N/A | 5 | ||||
| 6 | Achmad Matjan | 1956 | 1958 | N/A | 6 | ||||
| 7 | M. Saleh | 1959 | 1960 | N/A | 7 | ||||
| 8 | R. Abubakar | 1960 | 1964 | N/A | 8 | ||||
| 9 | Basri | 1964 | 1966 | N/A | 9 | ||||
| 10 | M. Noeh Matjan | 1979 | 1984 | N/A | 10 | ||||
| 11 | Oesman | 1966 | 1979 | N/A | 11 | ||||
| 12 | Latief Rais | 1979 | 1984 | N/A | 12 | ||||
| 1984 | 1989 | N/A | 13 | ||||||
| 13 | Yusuf Halim | 1989 | 1994 | N/A | 14 | ||||
| 1994 | 1999 | N/A | 15 | ||||||
| 14 | Rozi Dahlan | 1999 | 2004 | N/A | 16 | ||||
| 15 | Ishak Mekki | 2004 | 2009 | Rif'at Yahya (2004–2004) |
17 (2003) |
||||
| 2009 | 2013 | Engga Dewata Zainal | 18 (2008) |
[8] | |||||
| 16 | Iskandar | 15 Januari 2014 | 15 Januari 2019 | PAN | Muhammad Rifa'i | 19 (2013) |
|||
| 15 Januari 2019 | 26 September 2023[Ket. 1] | Dja'far Shodiq | 20 (2018) |
[9] | |||||
| 17 | Dja'far Shodiq | 15 Januari 2024 | 2 Desember 2023 | Lowong | |||||
| 18 | Muchendi Mahzareki | 20 Februari 2025 | Petahana | Demokrat | Supriyanto | 21 (2024) |
|||
- Catatan
- ^ Bupati Iskandar Mengundurkan diri dari jabatannya karena mengikuti Pileg 2024.
- Legenda
Dewan Perwakilan
[sunting | sunting sumber]Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[10] | 2019–2024[11] | 2024–2029 | ||
| PKB | 3 | |||
| Gerindra | 5 | |||
| PDI-P | 9 | |||
| Golkar | 5 | |||
| NasDem | 3 | |||
| PKS | 3 | |||
| Hanura | 4 | |||
| PAN | 5 | |||
| PBB | 1 | |||
| Demokrat | 7 | |||
| Perindo | (baru) 1 | |||
| Jumlah Anggota | 45 | |||
| Jumlah Partai | 10 | |||
Kecamatan
[sunting | sunting sumber]Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki 18 kecamatan, 13 kelurahan dan 314 desa (dari total 236 kecamatan, 386 kelurahan dan 2.853 desa di seluruh Sumatera Selatan). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 721.571 jiwa dengan luas wilayahnya 18.359,04 km² dan sebaran penduduk 39 jiwa/km².[12][13]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan |
Jumlah Desa |
Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 16.02.14 | Air Sugihan | 19 | Desa | ||
| 16.02.18 | Cengal | 17 | Desa | ||
| 16.02.17 | Jejawi | 19 | Desa | ||
| 16.02.05 | Kayu Agung | 11 | 14 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 16.02.13 | Lempuing | 19 | Desa | ||
| 16.02.22 | Lempuing Jaya | 16 | Desa | ||
| 16.02.04 | Mesuji | 17 | Desa | ||
| 16.02.20 | Mesuji Makmur | 19 | Desa | ||
| 16.02.21 | Mesuji Raya | 17 | Desa | ||
| 16.02.12 | Pampangan | 22 | Desa | ||
| 16.02.19 | Pangkalan Lampam | 19 | Desa | ||
| 16.02.03 | Pedamaran | 14 | Desa | ||
| 16.02.24 | Pedamaran Timur | 7 | Desa | ||
| 16.02.08 | Sirah Pulau Padang | 20 | Desa | ||
| 16.02.15 | Sungai Menang | 18 | Desa | ||
| 16.02.02 | Tanjung Lubuk | 1 | 21 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 16.02.23 | Teluk Gelam | 14 | Desa | ||
| 16.02.11 | Tulung Selapan | 1 | 22 | Desa |
|
| Kelurahan | |||||
| TOTAL | 13 | 314 |
Demografi
[sunting | sunting sumber]Penduduk
[sunting | sunting sumber]Dari segi demografi, jumlah penduduk OKI pada hasil sensus penduduk akhir tahun 2024 adalah sebanyak 801.059 jiwa yang terdiri atas 411.305 jiwa laki-laki, dan 389.354 jiwa perempuan, memiliki pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sekitar 1% per tahun, dan tingkat kepadatan sekitar 46 jiwa per km².
| Kecamatan | Luas Wilayah (km²) | Jumlah Penduduk (jiwa) | Kepadatan Penduduk (jiwa/km²) |
|---|---|---|---|
| Kota Kayu Agung | 131,72 | 80.382 | 610 |
| Jejawi | 212,95 | 41.791 | 196 |
| Sirah Pulau Padang | 133,57 | 46.391 | 347 |
| Pampangan | 424,06 | 31.219 | 73 |
| Pedamaran | 614,99 | 48.296 | 78 |
| Tanjung Lubuk | 222,45 | 35.390 | 159 |
| Teluk Gelam | 173,32 | 24.840 | 143 |
| Wilayah Komering Ilir | 1.913,06 | 308.309 | 161 |
| Pedamaran Timur | 773,66 | 23.456 | 30 |
| Lempuing | 306,13 | 77.166 | 4 |
| Lempuing Jaya | 474,56 | 65.342 | 252 |
| Mesuji | 621,52 | 45.265 | 72 |
| Mesuji Makmur | 505,78 | 58.229 | 115 |
| Mesuji Raya | 511,32 | 38.823 | 75 |
| Wilayah Lempuing Mesuji | 3.192,97 | 308.281 | 96 |
| Pangkalan Lampam | 810,41 | 29.199 | 36 |
| Air Sugihan | 2.904,17 | 36.745 | 12 |
| Tulung Selapan | 4.565,19 | 49.357 | 10 |
| Cengal | 2.581,02 | 35.932 | 13 |
| Sungai Menang | 2.027,19 | 33.236 | 16 |
| Wilayah Pesisir Timur | 12.887,98 | 184.469 | 14 |
| Ogan Komering Ilir | 17.071,33 | 801.059 | 46 |
Agama di Ogan Komering Ilir (2023)
Sosial Budaya
[sunting | sunting sumber]Kabupaten Ogan Komering Ilir terbagi atas beberapa suku bangsa baik suku asli Ogan Komering Ilir maupun pendatang. Adapun suku asli penduduk Kabupaten Ogan Komering Ilir terdiri atas:[butuh rujukan]
- Suku Melayu: meliputi penduduk asli tersebar di Kecamatan Teluk Gelam terkecuali Desa Talang Pangeran, Bumi Harapan, Panca Tunggal Benawa dan Sinar Harapan Mulya dan Mulya Guna. Di Kecamatan Kayuagung terkecuali 11 kelurahan dan Desa Celikah. Di Kecamatan Pedamaran meliputi Desa Sukadamai, Serinanti dan Sukaraja. Di Kecamatan Tanjung Lubuk meliputi Desa Suka Mulya, sebagian Kecamatan Sirah Pulau Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam dan Tulung Selapan.
- Suku Melayu Penesak meliputi penduduk asli Kecamatan Pedamaran tersebar di desa-desa dalam Kecamatan Pedamaran namun tidak termasuk penduduk Sukadamai, Serinanti, Sukaraja, Burnai Timur dan Suka Pulih kemudian di Kecamatan Pedamaran Timur meliputi Desa Kayu Labu, Pulau Geronggang dengan Bahasa Penasak..
- Suku Melayu Pegagan meliputi penduduk asli di Kecamatan Jejawi, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kelurahan Tanjung Rancing, Desa Celikah di Kecamatan Kayuagung.
- Suku Palembang meliputi penduduk asli Desa Talang Pangeran Kecamatan Teluk Gelam dengan susunan penduduk multietnis dengan Bahasa Palembang.
- Suku Komering/Lampung: meliputi penduduk asli di Kecamatan Tanjung Lubuk terkecuali Desa Suka Mulya, meliputi penduduk asli yang tersebar di 10 kelurahan Kecamatan Kayuagung, sebagian kecil di Kecamatan Lempung Jaya, Lempuing, Mesuji Raya dan Sungai Menang sehari-hari berbahasa Komering.
- Suku Pendatang : Jawa, Bali, Madura, Bugis atau Sunda: meliputi penduduk di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, Mesuji Raya, Mesuji Makmur, Sungai Menang, 18/19 Desa di Air Sugihan, 5/7 Desa di Pedamaran Timur dan 4/14 Desa di Teluk Gelam, di Tulung Selapan dan 2/14 di Pedamaran. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Jawa, Bali, Bugis, Sunda, atau Madura.
Pariwisata
[sunting | sunting sumber]Objek Wisata
[sunting | sunting sumber]Danau Teluk gelam
[sunting | sunting sumber]Danau Teluk gelam terletak di Kecamatan Tanjung Lubuk, di pinggir jalan lintas timur Sumatra, sekitar 92 km di sebelah tenggara kota Palembang. Di lokasi danau, pengunjung bisa berolahraga air, mandi, berenang, memancing, atau sekadar berkeliling. Di tengah danau terdapat daratan yang ditumbuhi pohon Gelam (Melaleuka leucadendron).[butuh rujukan]
Bukit Batu
[sunting | sunting sumber]Bukit Batu atau Batu Gajah merupakan situs budaya yang menjadi destinasi wisata sejarah di Kabupaten OKI. Lokasi wisata di Desa Bukit Batu Kecamatan Pangkalan Lampam ini berkaitan dengan legenda manusia sakti bernama “Serunting Sakti atau Si Pahit lidah”. Menurut kepercayaan masyarakat Sumatera Selatan, Si Pahit Lidah selalu meninggalkan kenangan yang kemudian menjadi sebuah situs atau pembuktian bahwa dia pernah ada di wilayah tersebut.[butuh rujukan]
Rumah Seratus tiang
[sunting | sunting sumber]Rumah Seratus tiang berawal dari Pangeran Rejed suku Rambang yang merantau ke Komering meminangkan putranya seorang puteri dari suku Kayuagung. Disebut seratus tiang karena rumah ini benar-benar memiliki seratus tiang penyangga. Rumah bersejarah ini terletak di desa Sugi Waras Kecamatan Teluk Gelam. Penghuni rumah tersebut merupakan turunan ke-tujuh dari Pangeran Rejed.[butuh rujukan]
Pulau Maspari
[sunting | sunting sumber]Pulau Maspari adalah pulau yang terletak di Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Tulung Selapan. Pulau Maspari ditempuh dari Kota Palembang melalui 2 cara. Alternatif pertama menggunakan jalur air dari perairan Sungai Musi atau melalui jalur darat menyusuri Sungai Lumpur.[butuh rujukan]
Di atas bukit Pulau Maspari, terdapat rambu suar yang berguna untuk memandu kapal-kapal laut yang lewat melintasi Selat Bangka.[butuh rujukan]
Warisan Budaya Daerah
[sunting | sunting sumber]Midang
[sunting | sunting sumber]Midang adalah tradisi arak-arakan yang diiringi musik tradisional seperti tanjidor dan merupakan agenda nasional yang dimiliki Kabupaten OKI. Tradisi Midang telah ada sejak abad 17 yang berawal dari adanya persyaratan keluarga perempuan dalam menikahkan putra-putri mereka. [butuh rujukan]
Midang dalam perkembangannya terbagi menjadi 2 macam, yaitu Midang Begorok atau arak-arakan yang menjadi bagian prosesi pernikahan yang bersifat besar-besaran, termasuk juga sunatan, ataupun persedekahan lainnya dan Midang Bebuke yang dilakukan untuk memeriahkan hari Raya Idul Fitri pada hari ketiga dan keempat. Midang Bebuke disebut juga Midang Morge Siwe (Sembilan Marga) karena diikuti oleh seluruh marga yang ada di wilayah karesidenan.[butuh rujukan]
Mulah
[sunting | sunting sumber]Malam mulah adalah malam menjelang akan dilaksanakan prosesi akad nikah pada esok harinya. Secara adat pada era 80-an bahwa Malam Mulah itu adalah malam bagi pihak keluarga dan tetangga untuk bermasak-masak guna persiapan Hari persedekahan. Sedangkan pihak mudamudinya mengadakan malam tetabuhan semacam Malam Gembira. Pada saat itu pasangan calon penganten berada di antara muda-mudi yang hadir, baik muda-mudi yang datang dari kampung /dusunnya sendiri maupun dari luar dusun.[butuh rujukan]
Kunganyan
[sunting | sunting sumber]Kungayan adalah sekelompok bapak-bapak dari pihak calon mempelai perempuan yang kesemuanya adalah keluarga dan tetangga calon penganten perempuan, yang diundang oleh pihak keluarga calon mempelai laki-laki untuk menyaksikan jalannya ijab qobul. Rombongan mereka disebut rombongan suami “ungaian” dan kegiatannya disebut Kungayan.[butuh rujukan]
Tarian Daerah
[sunting | sunting sumber]Dari sejarahnya, tarian ini lahir pada 1889 dan pada 1920, oleh keluarga Pangeran Bakri, tarian ini disempurnakan untuk penyambutan kedatangan Gubernur Jendral Belanda. Sejak itu, tarian ini dijadikan sebagai tari sekapur sirih Kayuagung. Tarian ini ditarikan oleh sembilan orang perempuan yang dipilih dari Sembilan Marga yang ada di Kayuagung. Tarian ini diiringa musik perkusi seperti gamelan, gong, gendang yang sebagian instrumen tersebut merupakan hadiah dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-15 dibawa oleh utusan Patih Gajah Mada.[butuh rujukan]
Tari Gopung
[sunting | sunting sumber]Tari Gopung merupakan tarian yang digunakan untuk penobatan raja. Tarian ini lahir pada 1778 di suku Bengkulah Komering. Fungsi tarian ini sampai sekarang masih eksis digunakan sebagai tari penobatan pangkat dan penyambutan tamu pemerintah di Kecamatan Tanjung Lubuk.[butuh rujukan]
Pakaian Adat
[sunting | sunting sumber]Nama-nama kain adat dan baju adat di Kayuagung adalah sebagai berikut:[butuh rujukan]
- Angkinan: baju pengantin/baju kebesaran adat Kayuagung
- Kebaya Kurung panjang: ciri yang memakai sudah bersuami
- Kebaya Kurung pendek/bunting: ciri yang memakai masih perawan
- Kebaya Tapuk: ciri yang memakai sudah bersuami
- Kebaya Tojang: untuk undangan kehormatan, misal si ibu pengantin laki-laki diundang menghadiri hidangan atau kedulangan atau untuk menghadiri pernikahan
- Balah Buluh: pakaian laki-laki yang dilengkapi dengan Kepudang atau kopiah (kain berada di luar baju)
- Teluk Belango: sejenis baju untuk kaum laki-laki untuk kepentingan adat dengan memakai peci dan kain dibalik baju
- Sarung Pelikat: bentuk kain untuk laki-laki yang terbuat dari jerat jerami dengan motif kotak-kotak besar ataupun kecil
- Sarung bugis : untuk laki-laki
- Kain Putungan (kain panjang) untuk pasangan kebaya pendek maupun kurung maupun kebaya biasa
- Sarung Sungkitan (songket): pasangan Angkinan juga bisa untuk kebaya biasa
Untuk kaum wanita, nama-nama pakaian adatnya adalah: Beribit, Pelangi dan Jupri. Sedangkan motif yang utama adalah: Motif bunga biduk, Motif bunga oteh, Motif bunga Payi, Motif bunga Inton, Motif bunga Kipas, Motif Kemplang, Motif Jelujur, dan Motif bunga Kecubung.[butuh rujukan]
Pendidikan
[sunting | sunting sumber]| Pendidikan formal | SD atau MI negeri dan swasta | SMP atau MTs negeri dan swasta | SMA negeri dan swasta | MA negeri dan swasta | SMK negeri dan swasta | Perguruan tinggi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah satuan | 179 | 136 | 87 | 63 | 20 | 4 |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ "Kabupaten Ogan Komering Ilir Dalam Angka 2020". www.okikab.bps.go.id. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-01-30. Diakses tanggal 26 Januari 2021.
- ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2 020". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 25 Januari 2021.
- ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 25 Januari 2021.
- ^ "Sekilas mengenai OKI Pulp & Paper". OKI Pulp & Paper Mills.
- ^ "Kayu Agung, Sumatera Selatan, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 16 September 2020.
- ^ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 71 & 136. Diakses tanggal 16 September 2024.
- ^ "Kayu Agung, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 16 September 2020.
- ^ "Ishak-Engga Calon Bupati Terpilih Ogan Komring Ilir". Kompas.com. 31 Oktober 2008. Diakses tanggal 6 November 2018.
- ^ "Bupati dan Wakil Bupati OKI Resmi DIlantik Gubernur Sumsel Herman Deru di Griya Agung Palembang". Tribunnews.com. 14 Januari 2019. Diakses tanggal 15 April 2019.
- ^ Perolehan Kursi DPRD OKI 2014-2019
- ^ Perolehan Kursi DPRD OKI 2019-2024
- ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Situs web resmi

