Kondisi Demografi Kota Samarinda

Kondisi Demografi Kota Samarinda

Sebagai kota dengan jumlah penduduk terbesar di Pulau Kalimantan, Samarinda adalah representasi mikro dari keberagaman Nusantara di tepian Sungai Mahakam.

Jumlah Penduduk

Berdasarkan data BPS Kota Samarinda tahun 2024, jumlah penduduk Kota Samarinda tercatat sekitar 868.500 jiwa, dengan proyeksi 881.225 jiwa pada akhir tahun yang sama. Pertumbuhan ini menjadikan Samarinda sebagai kota dengan populasi terpadat di Pulau Kalimantan, sekaligus pusat aktivitas sosial-ekonomi terbesar di Provinsi Kalimantan Timur.

Komposisi Usia

Struktur penduduk Samarinda didominasi oleh kelompok usia produktif, yang menjadi modal demografis utama dalam mendukung pembangunan kota:

  • Usia produktif (15–59 tahun): ±67,22% (sekitar 583.830 jiwa)
  • Usia anak & remaja (0–14 tahun): ±24,49%
  • Usia lanjut (≥60 tahun): ±8,28%

Komposisi ini menunjukkan Samarinda sedang berada pada fase bonus demografi — kondisi yang menjadi peluang sekaligus tantangan untuk penyediaan lapangan kerja, pendidikan vokasi, serta layanan kesehatan lansia.

Komposisi Suku Bangsa

Samarinda adalah kota heterogen yang menjadi titik temu beragam etnis Nusantara. Berdasarkan hasil sensus dan survei komposisi etnis, lima suku terbesar di Samarinda adalah:

Suku Persentase
Jawa 36,70%
Banjar 24,14%
Bugis 14,43%
Kutai 6,26%
Buton 2,13%

Selain itu, Samarinda juga dihuni oleh masyarakat Dayak (terutama Dayak Kenyah yang menetap di Desa Budaya Pampang), Toraja, Minahasa, Batak, Tionghoa, Sunda, Madura, Mandar, Makassar, Minangkabau, dan etnis lain dari berbagai penjuru Indonesia.

Komposisi Agama

Sebagai kota multikultural, masyarakat Samarinda menganut beragam agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Mayoritas penduduk memeluk Islam, diikuti Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Data per kecamatan dapat diakses melalui portal BPS Kota Samarinda.

Sebaran Penduduk per Kecamatan

Sepuluh kecamatan di Samarinda memiliki sebaran penduduk yang tidak merata. Kecamatan dengan kepadatan tertinggi umumnya adalah Samarinda Ulu, Samarinda Seberang, dan Samarinda Kota karena merupakan kawasan inti perdagangan dan permukiman lama. Sementara Palaran, Sambutan, dan Samarinda Utara memiliki kepadatan lebih rendah dan menjadi area pengembangan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Kualitas hidup masyarakat Samarinda secara konsisten berada di peringkat teratas Kalimantan Timur:

  • IPM Kota Samarinda: 83,53 — peringkat #1 se-Provinsi Kalimantan Timur.
  • Nilai ini mencerminkan capaian tinggi di tiga dimensi: kesehatan (umur harapan hidup), pendidikan (rata-rata lama sekolah), dan standar hidup layak (pengeluaran per kapita).

Tantangan & Peluang Demografi

  1. Urbanisasi tinggi dari kabupaten sekitar dan provinsi lain karena posisi Samarinda sebagai pusat layanan publik dan kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
  2. Kebutuhan perumahan & infrastruktur terus meningkat seiring pertumbuhan populasi.
  3. Bonus demografi menuntut investasi pada pendidikan vokasi, kewirausahaan UMKM, dan ketenagakerjaan formal.
  4. Pluralitas sosial yang dirawat sebagai kekayaan, melalui forum kerukunan umat beragama dan dialog antarsuku.

Sumber data:

  • Badan Pusat Statistik Kota Samarinda — samarindakota.bps.go.id
  • Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025 — Pemerintah Kota Samarinda
  • Samarinda dalam Infografis 2025

Data demografi diperbarui mengikuti rilis BPS Kota Samarinda. Untuk angka terbaru per kelurahan, silakan akses tabel statistik resmi.

Terakhir diubah pada 24 Mei 2026
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda

Kontak

© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)
Beranda
Layanan