Urat Nadi Kota Samarinda

Sungai Mahakam

Bila jantung Samarinda berdetak, ia berdetak di Mahakam.

Profil Sungai

Sungai Mahakam adalah sungai terpanjang di Provinsi Kalimantan Timur dengan panjang sekitar 920 km, berhulu di Cemaru, Kabupaten Kutai Barat dan bermuara di Selat Makassar melewati Kabupaten Kutai Kartanegara. Di pusatnya, sungai ini membelah Kota Samarinda menjadi dua bagian besar yang menjadi panggung utama sejarah dan kehidupan kota.

Peran Strategis

1. Jalur Transportasi & Logistik

  • Pelayaran tongkang batubara dari hulu (Kutai Barat, Kutai Kartanegara) menuju Selat Makassar.
  • Kapal penumpang & kargo antar pulau dan ke kabupaten hulu.
  • Speedboat reguler ke Tenggarong dan kawasan hulu.

2. Sumber Kehidupan

  • Penangkapan ikan air tawar — patin, haruan (gabus), pesut (dilindungi), udang sungai.
  • Mata pencaharian ribuan nelayan kecil dan pedagang rumah rakit.
  • Sumber air baku untuk PDAM Kota Samarinda.

3. Pengendali Banjir & Drainase Alami

  • Sungai Karang Mumus dan Sungai Karang Asam sebagai anak sungai utama dalam kota.
  • Sistem drainase modern Samarinda diintegrasikan dengan tata kelola Mahakam.

4. Habitat Pesut Mahakam

Mahakam adalah satu-satunya habitat permanen Pesut (Orcaella brevirostris) di Indonesia — ikon kota yang kini berstatus Critically Endangered.

5. Pariwisata & Identitas Visual

  • Susur Sungai Mahakam sebagai paket wisata.
  • Tepian Mahakam sebagai promenade utama kota.
  • Sunset di Mahakam — citra ikonik Samarinda di seluruh media.

Anak Sungai Utama di Samarinda

Anak Sungai Fungsi
Sungai Karang Mumus Drainase pusat kota, sentra pasar tradisional di sepanjang tepiannya
Sungai Karang Asam Drainase wilayah barat
Sungai Kapih Penghubung wilayah Sambutan
Sungai Loa Janan Akses ke kecamatan Loa Janan Ilir

Tantangan & Ancaman

  1. Sedimentasi akibat alih fungsi lahan di hulu (penambangan, perkebunan).
  2. Pencemaran dari limbah industri, pertambangan, dan domestik.
  3. Ancaman bagi Pesut dari aktivitas tongkang dan alat tangkap ikan tidak ramah lingkungan.
  4. Banjir periodik terutama saat curah hujan tinggi dan pasang laut.

Program Pengelolaan

Pemerintah Kota Samarinda menjalankan beberapa program prioritas:

  • Normalisasi sungai untuk mengendalikan banjir (Program Unggulan #2).
  • Pengerukan sedimen secara berkala.
  • Penataan kawasan tepian sebagai ruang publik dan estetika kota (Program #8).
  • Sistem drainase modern terintegrasi (Program #3).
  • Edukasi & konservasi Pesut bersama RASI dan komunitas.

Mahakam dalam Lambang Kota

Tiga simbol pada lambang Kota Samarinda terkait langsung dengan Mahakam:

  • 3 buah arus Sungai Mahakam — suasana kota yang tentram, tertib, dan aman.
  • Jembatan Mahakam — mempererat persatuan bangsa.
  • 2 ekor pesut — koordinasi dinamis eksekutif & legislatif.

Mahakam dalam Budaya Lisan

  • Legenda Pesut Mahakam — cerita rakyat tentang ibu dan anak yang berubah menjadi pesut.
  • Lagu daerah "Sungai Mahakam" dan "Anak Sungai Mahakam".
  • Cerita rakyat Kutai yang banyak mengaitkan tokoh dengan Mahakam.

Bagaimana Warga Bisa Berkontribusi

  1. Tidak membuang sampah ke sungai dan anak sungai.
  2. Mendukung program kali bersih di tingkat RT.
  3. Membeli ikan dari nelayan ramah lingkungan.
  4. Edukasi anak-anak tentang pentingnya Mahakam dan Pesut.
  5. Melapor pencemaran ke kanal pengaduan Pemkot atau DLH.

Sumber:

  • Buku Profil Daerah Kota Samarinda 2025
  • Halaman Kondisi Geografis — samarindakota.go.id
  • BPS Provinsi Kalimantan Timur
  • Yayasan Konservasi RASI
Terakhir diubah pada 24 Mei 2026
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintah Kota
Samarinda
Kontak
© 2026 Pemerintah Kota SamarindaAll Rights Reserved
Dikembangkan olehEnter(Wind)